Tengok Perkembangan Energi Terbarukan melalui Semnas HMTK 2019

Dr. Ir. Tatang Hernas Soerawijaya, Presiden Perhimpunan Ilmuwan dan Teknologi BioEnergi Indonesia saat menyampaikan materi tentang BioEnergi dan Biomassa, Sabtu (19-10). (Rinda)

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Seminar Nasional (Semnas) Energi Terbarukan Biomassa 2019 yang mengusung tema Optimalisasi Pengembangan Biomassa untuk Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional, Sabtu (19-10). Seminar yang merupakan ajang tahunan ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi mahasiswa agar mengetahui tentang energi terbarukan yang saat ini dikembangkan, serta memperkenalkan acara HMTK Polinema ke luar kampus. Seminar ini memaparkan tentang energi terbarukan sebagai pengganti energi tak terbarukan yang mulai menipis, seperti batu bara dan minyak bumi. Pembahasan dalam seminar menyangkut biomassa, yang meliputi biogas, biodiesel, dan bioethanol. “Kita harus benar-benar mengetahui perkembangan energi terbarukan mengingat penggunaan energi setiap tahunnya meningkat dan Indonesia butuh pengetahuan seperti itu, terutama anak zaman milenial,” ujar Atika Nabila Al-Habsy selaku Ketua Pelaksana.

Acara yang berlangsung pukul 09.00–15.30 WIB ini diikuti kurang lebih 208 peserta dari mahasiswa Polinema dan instansi lain, seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Trunojoyo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan PT Energi Agro Nusantara (ENERO). Pada seminar ini diundang tiga pemateri dengan penyampaian tema yang berbeda. Pemateri pertama yaitu Dr. Ir. Tatang Hernas Soerawijaya, selaku Presiden Perhimpunan Ilmuwan dan Teknologi BioEnergi Indonesia menyampaikan materi tentang BioEnergi dan Biomassa. Pemateri kedua, Untung Murdiyanto, Ph.D., selaku Ketua Asosiasi Ethanol Indonesia menyampaikan materi tentang Ethanol di berbagai generasi. Dan, pemateri  ketiga yaitu Dimas Eko Prasetyo, S.T., selaku Direktur PT ENERO menyampaikan materi tentang kombinasi produksi bioethanol dan biogas. Selain penyampaian materi dengan pemateri yang kompeten di bidangnya, acara ini juga dihibur penampilan tari tradisional dan band dari mahasiswa Jurusan Teknik Kimia.

Dimas Agung Surya Mahendra, salah satu peserta Semnas Energi Terbarukan Biomassa 2019 saat bertanya mengenai kendala dari masing – masing sumber BioEthanol, Sabtu (19-10). (Rinda)

“Perbedaan seminar tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah dari segi materi maupun pemateri, teknis acara, dan sponsorship,” ungkap Siska Lutfi Arisanti Edison, selaku Koordinator Lapangan. Lutfi menambahkan saat acara berlangsung terdapat beberapa kendala, salah satunya efisiensi waktu yang kurang baik sehingga acaranya molor dari waktu yang ditentukan. Namun, di balik kendala tersebut, acara ini sangat diapresiasi oleh Untung Murdiyanto, Ph.D., karena Polinema khususnya Jurusan Teknik Kimia mampu menyelenggarakan seminar semacam ini. Sejalan dengan hal tersebut, Arifin Setya Erdianto, peserta dari Program Studi D3 Teknik Kimia berharap ke depannya untuk efisiensi waktu saat acara dapat ditingkatkan lagi. “Selain itu, perlu adanya briefing pemateri agar lebih persuasif, sehingga mahasiswa tidak bosan dan dapat menangkap materi dengan baik,” pungkasnya.

(Novi, Rinda)

Related Posts