Tak Hanya Seminar, Pameran Alat juga Diselenggarakan dalam WSEC Fair 2019

Mahfud Jiono, S.Pd., M.Eng., dosen Teknik Elektro UM saat menyampaikan materi Motion Path Planning for Mobile Robot, Rabu (16-10). (Sumber: Dokumen Istimewa)

Bertempat di Graha Theater Politeknik Negeri Malang (Polinema), Workshop Electro (WSEC) salah satu komunitas di bawah naungan Himpunan Mahasiwa Elektro (HME) Polinema, menyelenggarakan Workshop Electro Fair (WSEC Fair) 2019 dengan tema “Light Up The World With The Creativity Technology”. Fajar Enrico, selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa penyelenggaraan WSEC Fair 2019 ini bertujuan untuk memamerkan hasil pengembangan teknologi pada alat, terutama oleh anak-anak WSEC. Selain itu, sebagai ajang referensi bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin membuat Skripsi atau Tugas Akhir, dan untuk memperkenalkan WSEC Polinema kepada mahasiswa baru. Acara yang berlangsung tanggal 15–16 Oktober 2019 ini terbagi menjadi empat kegiatan, yaitu seminar Internet of Things (IoT), seminar robotika, pameran alat, dan lomba poster.

Di hari pertama, diadakan seminar IoT dengan pemateri Dr. R. M. Sarosa, Dipl. Ing., MT., dosen Jurusan Teknik Elektro Polinema. Seminar ini mengangkat tema “IoT Makes Life Better” berlangsung pukul 06.30–10.00 WIB. Pada hari kedua, diselenggarakan seminar robotika bertemakan  “Motion Path Planning for Mobile Robot” dengan pemateri Mahfud Jiono, S.Pd., M.Eng., dosen Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (UM). Seminar berlangsung  pukul 07.00–09.35 WIB. Kedua seminar ini terbuka untuk umum, dan pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp25.000.00,- dengan fasilitas yang didapatkan berupa sertifikat dan makanan ringan.

Selain seminar, dalam WSEC Fair 2019 juga diselenggarakan pameran alat selama dua hari. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk untuk menikmati pameran alat, melainkan hanya menulis nama dan jurusan di daftar hadir. Selain dari WSEC, terdapat beberapa tim dari berbagai instansi yang turut berpatisipasi sebagai peserta pameran, yaitu Workshop Elektro UM, mahasiswa pascasarjana Teknik Elektro Polinema, Electronic and Programming Robotic of Malang (EEPROM) Polinema, Mekatronika Politeknik Kota Malang (Poltekom), Aerial Vehicle Robo Team (AVRO) Polinema, dan Sekolah Dasar Sabilillah Malang. Salah satu alat yang dipamerkan yaitu Self Balancing Robot karya mahasiswa Poltekom. Alat ini bisa berdiri dengan seimbang tanpa jatuh, yang implementasinya dapat dijadikan robot pelayan di kafe. Rizki Dwi Kurniawan, selaku pembuat alat menuturkan bahwa dibutuhkan waktu satu sampai dua bulan untuk proses pembuatan Self Balancing Robot. Ia juga menuturkan kendala yang dihadapi selama pembuatan Self Balancing Robot yakni waktu troubleshooting yang lama.

Beberapa karya milik peserta lomba poster yang dipamerkan pada WSEC Fair 2019, Rabu (16-10). (Arfia)

Dalam pameran tersebut ditentukan alat terfavorit melalui voting dari pengunjung pameran alat. Pada WSEC Fair tahun ini, alat bernama Smart Trash dari kelompok dua divisi power control WSEC terpilih sebagai alat terfavorit. Selain penghargaan untuk alat terfavorit, dilaksanakan juga lomba poster yang dinilai berdasarkan penilaian pengunjung. Dimas Yudha Mahardika, salah satu pengunjung pameran alat sekaligus alumni dari WSEC, mengaku antusias mengikuti acara tersebut. “Lebih meriah dan lebih bagus, lebih baru alat dan robotnya,” komentar Dimas.

Kinerja panitia dalam acara WSEC Fair tahun ini, dinilai sudah cukup baik oleh salah satu peserta pameran, Mohammad Fitrah Nanda, perwakilan AVRO Polinema. Di samping harapan untuk mempertahankan dan terus memperbaiki kinerja tersebut, Nanda berharap timbulnya semangat peserta untuk terus berinovasi dalam menciptakan alat yang lebih beragam pada acara WSEC Fair ke depannya.

(Agam, Arfia, Fachrizal, Firda)

Related Posts