Soroti Literasi di Era Milenial, LPM Kompen Gelar Launching Majalah dan Talkshow

Dr. Drs. Moh. Thamrin, M.Pd, selaku pembicara saat menyampaikan pendapatnya mengenai literasi di era milenial, Kamis (14-11). (Aulina)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kompen Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menyelenggarakan Launching Majalah Cetak dan Talkshow di Gedung Aula Pertamina Polinema. Tahun ini merupakan gelaran launching majalah dan talkshow ke-tiga yang diselenggarakan LPM Kompen. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan majalah cetak LPM Kompen edisi XXVI yang terbit bulan September 2019. Tema yang diangkat pada acara ini ialah “Menyoroti Literasi sebagai Pemangku Intelektual di Era Milenial.” Alasan pemilihan tema tersebut yaitu untuk meningkatkan budaya ber-literasi kaum milenial, serta menyesuaikan dengan tema majalah yang diterbitkan, yakni “Literasi di Era Milenial”.

Demi menyukseskan acara, diundang tiga pembicara di antaranya, Wahyu Agung, selaku Badan Pengurus (BP) Advokasi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional, Dr. Drs. Moh. Thamrin, M.Pd, selaku Dosen Bahasa Indonesia Polinema, dan Mardi Sampurno, selaku Pemimpin Redaksi Radar Malang. Acara ini berlangsung pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.  Serangkaian acara dibuka dengan penampilan band, beberapa sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana (Kapel), Pemimpin Umum (PU) LPM Kompen, Sekretaris Jenderal PPMI Kota Malang, dan  Staf Ahli Pembantu Direktur (Pudir) III. Selain itu, terdapat penyerahan majalah secara simbolis dari PU LPM Kompen kepada Staf Ahli Pudir III, penjelasan garis besar majalah dari Pemimpin Redaksi LPM Kompen, serta penyampaian materi mengenai literasi oleh Wahyu Agung. Acara inti merupakan diskusi majalah bersama ketiga pembicara yang dipimpin oleh moderator.

Wahyu Agung selaku BP Advokasi PPMI Nasional saat menyampaikan materi mengenai literasi, Kamis (14-11). (Aulina)

Dari segi peserta, acara ini diikuti mahasiswa Polinema dan perwakilan dari beberapa LPM di Kota Malang. Mita Permita Sari, perwakilan LPM Perspektif Universitas Brawijaya, mengungkapkan bahwa acara sangat menarik karena pembicara merupakan orang yang sudah berpengalaman di bidang literasi. Terlepas dari itu, dalam acara terdapat beberapa kendala. Nadzif Abidin, selaku koordinator lapangan mengungkapkan ada kendala pada pelaksanaan acara, yaitu molornya acara dikarenakan pembicara datang terlambat dan perlengkapan yang kurang. “Penembusan surat untuk mengundang pembicara baru dikonfirmasi menjelang hari H acara,” imbuh Muhammad Zaenul Muttaqin selaku Kapel. Menanggapi hal tersebut, panitia dan peserta tentunya berharap acara launching ke depannya lebih ditingkatkan. Baik dari segi publikasi yang menyeluruh, maupun persiapan yang lebih matang saat acara berlangsung.

(Aulina, Namira)

Related Posts