Sat. May 8th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Pelatihan Junalistik 2020: Melatih Videografi dan Foto Bersama Watchdoc

2 min read

Dhandy Dwi Laksono dan Sindy Febriyani saat menjelaskan latar belakang pembuatan film “Kerja, Prakerja, Dikerjai”, Jumat (11-12). (Azmi)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kompen Politeknik Negeri Malang kembali menyelenggarakan acara Pelatihan Jurnalistik. Acara ini berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada tanggal 11–12 Desember 2020 dengan tema “Your Lens Your Perspective”. Pelatihan Jurnalistik ini diikuti oleh peserta dari kalangan pers mahasiswa dan mahasiswa umum dengan harga Rp30.000,-/orang bagi pers mahasiswa, dan Rp50.000,-/orang bagi mahasiswa umum. Acara yang sempat vakum selama dua tahun ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait fotografi dan videografi jurnalistik. “Ketika kita sudah mempraktikkan apa yang ada di Pelatihan Jurnalistik melalui lensa yang kita miliki, kita membawa perspektif baru ke masyarakat umum,” terang Vinna Nurfadzillah selaku Ketua Pelaksana (Kapel) Pelatihan Jurnalistik LPM Kompen 2020.

Contoh foto jurnalistik oleh Muhamad Sridipo selaku fotografer Watchdoc Documentary, Sabtu (13-12). (Azmi)

Pada hari pertama, acara berlangsung pada pukul 19.00—22.00 WIB yang menghadirkan Sindy Febriyani dan Dandhy Dwi Laksono, sebagai sutradara dan produser dari film dokumenter Watchdoc Documentary. Pelatihan ini dimulai dengan sesi nonton bareng film “Kerja, Prakerja, Dikerjai” besutan Watchdoc bersama Greenpeace Indonesia. Setelahnya dilanjutkan dengan diskusi mengenai latar belakang dan proses pembuatan film tersebut. Pada hari kedua, acara ini berlangsung mulai pukul 13.00—16.30 WIB. Acara berfokus pada pelatihan jurnalistik dengan pemateri Muhamad Sridipo dan Harry Maulana selaku fotografer dan videografer Watchdoc Documentary sebagai pemateri. Materi pertama membahas teknik pengambilan foto jurnalistik dan materi kedua membahas teknik pengambilan video jurnalistik. Setelah pemberian materi, para peserta diberikan tugas mencari foto jurnalistik dan menganalisis salah satu dari lima film dokumenter.

Acara ini mendapat respon positif dari peserta, salah satunya Mochammad Fajar Izzul Haq dari LPM Kavling 10 Universitas Brawijaya. Ia mengungkapkan jika pelatihan ini sangat menarik karena materi yang dibawakan menambah pengetahuan dirinya terkait perspektif seorang jurnalis. “Apalagi yang diundang adalah orang yang memiliki banyak pengalaman dan jam terbang yang banyak,” ujarnya. Di samping itu, terdapat beberapa kendala saat acara berlangsung. Chaidarrahmat Yudhistira Sofyan selaku koordinator lapangan mengungkapkan terdapat beberapa kendala saat pelaksanaan acara, yaitu susahnya sinyal yang membuat pemutaran film terputus-putus dan adanya kesalahan komunikasi dari MC saat penghujung acara. Di sisi lain, Vinna mengaku bahwa patokan harga awal terlalu mahal sehingga akhirnya terdapat perubahan harga pendaftaran. Vinna berharap pelatihan jurnalistik selanjutnya dapat diselenggarakan secara luring dan lebih ditingkatkan lagi baik dari segi teknis, peserta, dan pemateri.

 (Azmi, Oliv, Rika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.