Opening Mentoring, Langkah Awal Wujudkan Generasi Qurani Berkarakter Islami

Bambang Suryanto S.Pd., M.Pd., selaku Staf Ahli Pudir III saat memberikan sambutan dalam acara Opening Mentoring 2019/2020, Minggu (17-11). (Reva)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam Politeknik (Rispol) Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Opening Mentoring 2019/2020. Menurut Rahman Wahid Firmansyah selaku Ketua Pelaksana (Kapel), Opening Mentoring merupakan acara pembukaan serangkaian kegiatan mentoring, yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru (maba) muslim Polinema tahun akademik 2019/2020 sebanyak delapan kali pertemuan. Apabila tidak mengikuti kegiatan mentoring, setiap pertemuannya harus digantikan dengan mengikuti kajian yang diselenggarakan UKM Rispol. Maba juga diharuskan mengumpulkan rangkuman materi dari kajian yang diikuti. Selain Opening Mentoring dan kegiatan mentoring, maba juga diwajibkan mengikuti kegiatan Polinema Berselawat, Kenduri Kebudayaan, dan Closing Mentoring. Seluruh kegiatan tersebut merupakan syarat untuk memperoleh sertifikat mentoring. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka sertifikat mentoring (sebagai syarat pengambilan ijazah) tidak dapat diambil.

Opening Mentoring dilimpahkan langsung oleh Polinema kepada UKM Rispol. Acara yang diselenggarakan di Graha Polinema pada Minggu, 17 November 2019 ini dihadiri kurang lebih tiga ribu maba muslim Polinema, Ketua Jurusan, Staf Ahli Pembantu Direktur (Pudir) III  dan Ustaz Moch. Marzuki Imron S.T., pengisi acara Lentera Fajar Jawa Pos Media Televisi selaku pemateri. Tema yang diangkat yaitu Pancarkan Indahnya Mentoring dalam Semangat Ukhuwah Guna Menciptakan Generasi Qurani yang Berkarakter Islami. Sejalan dengan tema kegiatan, tujuan diselenggarakannya kegiatan mentoring adalah untuk mempererat ukhuwah antar maba dan meningkatkan kemampuan maba dalam membaca Alquran. Selain itu, untuk mendidik mahasiswa Polinema agar bisa belajar membaca Alquran. Karena berdasarkan survei dari UKM Rispol sendiri, masih banyak mahasiswa Polinema yang buta terhadap Alquran.

Rifka Adha Amillus, mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi saat mengajukan pertanyaan kepada pemateri, Minggu (17-11). (Reva)

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembacaan selawat oleh Majelis Selawat Syifa’ul Qolby. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Alquran beserta tafsirnya, gerakan tiga ribu maba membaca Surah Al Mulk, serta sambutan Kapel, Ketua Umum UKM Rispol, dan Staf Ahli Pudir III. Acara inti dari Opening Mentoring 2019/2020 yakni sosialisasi mentoring oleh panitia, serta penyampaian materi tentang cinta kepada Allah SWT oleh Ustaz Moch. Marzuki Imron S.T. Acara terakhir merupakan pemutaran video motivasi mentoring dan penyampaian kesan pesan kegiatan mentoring tahun lalu. Serangkaian acara ditutup dengan penyampaian mentoring challenge dan hiburan. Hal yang membedakan Opening Mentoring tahun ini dengan tahun lalu yaitu adanya pembukaan secara simbolis dari serangkaian kegiatan mentoring. Jika tahun lalu menggunakan ketukan palu, tahun ini pembukaan mentoring ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Staf Ahli Pudir III,  dan penembakan confetti papper oleh panitia.

Dimas Guntur Ray Ardhiansyah Putra, selaku Koordinator Lapangan laki-laki, menuturkan bahwa acara sudah berjalan dengan lancar. Namun, terdapat kendala pada pengondisian maba yang meninggalkan acara sebelum selesai. “Kalau dari waktu pelaksanaan molor satu jam, di poster seharusnya dimulai pukul 07.00 WIB, tetapi baru dimulai pukul 8.15 WIB,” komentar Aufa Fikri Hakiki, maba Program Studi D3 Teknik Elektronika. Di balik beberapa kendala tersebut, Oktavian Galinudin Altaufan, salah satu panitia, berharap melalui kegiatan mentoring maba dapat mengubah sikap sehari-hari yang kurang baik,  sehingga ke depannya menjadi lebih baik sesuai ajaran agama Islam.

(Dhea, Reva, Yoslaza)

Related Posts