NASTEC Season 1, Edukasi Calon Akuntan Hadapi Era Cyber Accounting

Abdul Ghofar, S.E., MSi., D.B.A., Ak., saat menyampaikan materi tentang dinamika akuntan dari perspektif akademisi pada NASTEC Season 1, Minggu (24-11). (Arya)

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan acara National Seminar and Debate Competition (NASTEC) Season 1 dengan mengusung tema “Dinamika Akuntan di Era Cyber Accounting”. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pemahaman, dan kesiapan kepada para akuntan untuk mengahadapi dinamika cyber accounting di masa depan. “Di zaman yang serba digital ini, dengan pengadaan seminar kami ingin mengulas sisi positif, negatif, dan berbagai dinamika permasalahan dari akuntasi, yang identik dengan teknologi cyber accounting,” ujar Nur Afifah Laili, selaku Ketua Pelaksana (Kapel). NASTEC terdiri dari dua acara yaitu, Seminar Nasional (Semnas) yang bertempat di Aula Pertamina Polinema dan kompetisi debat akuntansi yang bertempat di Gedung AE Polinema. Kedua acara ini berlangsung selama dua hari, pada 23–24 November 2019.

Pada hari pertama penyelenggaraan NASTEC, berlangsung lomba debat berskala Nasional. Lomba ini berupa debat Bahasa Indonesia yang bertemakan akuntansi, terutama mengenai cyber accounting. Lomba ini diikuti empat belas tim dari berbagai kampus baik di wilayah Kota Malang maupun luar kota. Seperti Polinema, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UM), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang, STIE Widyagama Lumajang, STIE Nganjuk, dan Accounting Business Management (ABM) Malang. Acara dimulai pukul 07.00 WIB di Gedung AE Polinema. Namun, saat memasuki babak final, peserta dipindahkan ke Aula Pertamina Polinema. Penilaian dalam lomba dilihat dari beberapa aspek, seperti manner, method, dan matter. Dari keempat belas tim tersebut, diambil empat tim terbaik sebagai pemenang yang sebelumnya sudah melewati beberapa tahap di antaranya, babak preliminasi, quarter final, semifinal, dan final. Keempatnya adalah Tim Polinema sebagai juara pertama, UMM B sebagai juara kedua, Boon UMM C sebagai juara ketiga, dan Solid UM sebagai juara keempat. Selain empat juara, ada pula apresiasi untuk top five best speaker yang diperoleh Ainun Ridayanti dari Polinema, Nina Nurazizah Purnomo Putri dari UMM , A. Ghozi Mubarok dari UMM, Nur Zila Wati dari UM, dan Johan Christian Wibawa dari Polinema. Pihak yang menjadi juri adalah dosen Jurusan Akuntansi Polinema, yakni Hesti Wahyuni, S.E., M.M., Ak., C.A., dan Padma Adriana Sari, S.E., M.S.A., Ak., serta beberapa juri debat dari luar kampus.

Pada hari kedua, diselenggarakan Semnas yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Polinema, Universitas Widyagama, UMM serta masyarakat umum. Acara dibuka dengan penampilan live music dan tari tradisional oleh mahasiswa Jurusan Akuntansi. Setelah berbagai penampilan, dilanjutkan sambutan-sambutan. Kemudian menuju acara inti, yakni penyampaian materi oleh empat pemateri di antaranya, I Gede Arianta, SH., SE, MAK., BKP., CA., ACPA., Ak, pemilik kantor jasa konsultan pajak Malang, Andar Ramona Sinaga, SST., Ak., MPP., CA., CPA., Kepala Subbidang Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Prof. Drs. Basuki M.Com (Hons). PhD, Ak, CMA, CA, selaku Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Timur, serta Abdul Ghofar, SE., M.Si., DBA., Ak., selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya. Masing-masing pemateri mengupas tentang bagaimana dinamika akuntan saat ini dari berbagai sudut pandang. Hal yang dibicarakan, yakni profesi akuntan di masa yang akan datang, serta bagaimana permasalahan mengenai akuntansi di dalam ikatan organisasinya.

Dewi, salah satu peserta dari Universitas Widyagama saat bertanya kepada pemateri tentang eksistensi seorang akuntan, Minggu (24-11). (Arya)

Meski merupakan acara perdana, NASTEC berlangsung lancar dan tertib sesuai dengan keinginan panitia. Hanya saja terdapat sedikit kendala yakni pembicara utama, Andar Ramona Sinaga, SST., Ak., MPP., CA., CPA., harus meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Fikri Prima Ajiyatma, mahasiswa D3 Akuntansi berpendapat bahwa peserta dirasa masih belum aktif sehingga kurang ada interaksi saat sesi tanya jawab berlangsung. Mengesampingkan hal tersebut, Kapel berharap agar NASTEC ke depannya semakin jaya, dan berlanjut sampai season berikutnya. “Harapan saya ke depan akan muncul pemuda – pemuda yang paham akuntansi”, pungkasnya.

(Arya, Jovita)

Related Posts