Sat. May 8th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Mengeksplorasi Industri dan Perkembangan Game melalui SEMNAS HMTI 2020

2 min read

Pelaksanaan Seminar Nasional  HMTI 2020 secara daring melalui aplikasi Zoom, Minggu, (13-12). (Yurischa)

Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HMTI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah selesai mengadakan Seminar Nasional (semnas) 2020 secara daring melalui aplikasi Zoom pada Minggu, (13-12). Dengan mengusung tema “Explore The Development and Industries in Game World,” acara ini bertujuan untuk menambah pengetahuan seputar dunia game, proses pengembangan game, serta strategi bisnis di industri game. “Melalui seminar ini, mahasiswa bisa lebih paham mengenai tahap pengembangan game dan industri di dunia game  seperti apa,” ujar Destiara Nurlisya Rahayu, Ketua Pelaksana (kapel) semnas 2020.

Bustomi  Afif, Founder T-Flour Studio menyampaikan materi tentang tahap-tahap pengembangan game, Minggu (13-12). (Yurischa)

Pada seminar ini, HMTI menghadirkan dua pemateri. Pemateri pertama yaitu Bustomi Afif, Founder T-Flour Studio yang membahas seputar proses pengembangan game dan pemateri kedua yaitu Amri Rizki, Ketua Game Developer Malang membahas tentang Game Education. Tidak seperti tahun lalu, semnas tahun ini dilaksanakan secara daring dan merupakan program kerja (proker) seminar pertama dari HMTI. “Untuk seminar sebelumnya itu dilaksanakan secara offline dan HMTI hanya menyediakan tempat sekaligus membantu menjadi panitia di seminar tersebut,” ungkap M. Syifa’ul Ikrom Almasyriqi selaku koordinator lapangan semnas.

Dito Cahya Pratama, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Polinema mengungkapkan bahwa seminar ini sangat membantu mahasiswa untuk mengetahui dunia gaming seperti apa. Akan tetapi, terdapat beberapa kendala salah satunya efesiensi waktu. Dito menyayangkan bahwa acara yang berlangsung molor selama satu jam. “Tadi dikatakan acaranya jam 8 dimulai, tapi molor hampir jam 9,” ujar Dito. Tak hanya itu, dari sisi panitia terdapat kendala dalam pencantuman link Zoom saat absensi peserta. “Link Zoom yang dipinjam dari jurusan TI ternyata hanya bisa digunakan maksimal 100 participant, padahal seharusnya meminjam yang 500 participant. Tetapi, kami segera mengatasinya karena sudah memiliki backup link Zoom yang lain,” ungkap M. Syifa’ul.

Meskipun terdapat beberapa kendala, antusias peserta sangat baik saat sesi tanya jawab berlangsung. “Harapannya kedepan seminar nasional ini terus ada soalnya membantu mahasiswa mengetahui dunia industri. Kalau bisa seminar nasional itu berkaitan dengan industri karena kita kan mahasiswa politeknik yang nantinya akan diarahkan ke industri,” tegas Dito.

(Shanti, Yurischa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.