Sat. Jun 19th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

DDM JTI: Mahasiswa Mempertanyakan Fasilitas hingga Kejelasan Program Kampus Merdeka

3 min read
Brian Sayudha mahasiswa D4 Teknik Informatika saat menyampaikan pertanyaan di DDM. (Via)

Dialog Dosen Mahasiswa (DDM) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HMTI) guna menyalurkan aspirasi mahasiswa mengenai Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kegiatan yang bertemakan “Mempererat Hubungan Dosen dan Mahasiswa JTI” ini berisi penyampaian aspirasi mahasiswa selama perkuliahan dalam jaringan (daring). DDM JTI diselenggarakan melalui aplikasi zoom dan YouTube yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, dan mahasiswa JTI, pada Sabtu (05-06). Berikut adalah beberapa pembahasan aspirasi mahasiswa dalam DDM JTI 2021:

Fasilitas perkuliahan bagi mahasiswa

Pertanyaan pertama disampaikan oleh Nur Sukma Pandawa mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Teknik Informatika (TI) mengenai fasilitas yang diberikan jurusan kepada mahasiswanya. Bapak Rudy Ariyanto selaku Ketua Jurusan (Kajur) Teknologi Informasi menjelaskan bahwa semua fasilitas yang ada di jurusan bisa digunakan oleh mahasiswa. Namun karena pandemi, apabila mahasiswa ingin menggunakan laboratorium/komputer maka dipersilakan mengajukan izin dengan alasan yang jelas. Bapak Imam Fahrur Rozi selaku Ketua Program Studi (KPS) D4 TI menambahkan, “Untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi bisa mengajukan peminjaman alat ke jurusan. Selain itu, mahasiswa juga bisa memanfaatkan repository server yang digunakan untuk hosting aplikasi skripsi”.

Kemudian Nur Sukma menanggapi, “Apabila fasilitas pribadi mahasiswa bermasalah dan lokasi mahasiswa jauh dari kampus, apakah jurusan akan memberikan toleransi mengenai masalah tersebut?”. Bapak Rudy menjawab, “Ketika ada mata kuliah praktikum yang membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi dan ada mahasiswa yang tidak bisa, diharapkan dosen dapat memfasilitasi dengan hardware yang ada di kampus, baik berupa server atau software.” Beliau juga menyampaikan bahwa di masa pandemi ini, pihak jurusan telah mengimbau kepada dosen agar memberikan toleransi kepada mahasiswa yang mengalami trouble atau fasilitasnya kurang memadai.

Komunikasi mahasiswa dengan dosen

Pertanyaan yang menarik disampaikan oleh Atmayanti mahasiswa prodi D4 TI mengenai keterbatasan dalam hal berkomunikasi dengan dosen. Ia mengeluhkan ada beberapa dosen yang hanya bersedia dihubungi oleh ketua kelas sehingga mahasiswa lain merasa sungkan dan kesulitan dalam berkomunikasi dengan dosen terkait pemahaman materi maupun konsultasi nilai. “Mungkin untuk Dosen Pembina Akademik (DPA) nanti dibuatkan jadwal pertemuan dengan mahasiswa sehingga mahasiswa tidak sungkan untuk menyampaikan permasalahan yang dimiliki. Di sisi lain, tentunya bapak ibu dosen juga memiliki keterbatasan waktu sehingga hanya berkomunikasi dengan ketua kelas agar permasalahan yang disampaikan dapat terorganisir dengan baik,” ungkap Bapak Rudy.

Program kampus merdeka

Masalah mengenai kampus merdeka menjadi sorotan tatkala Brian Sayudha mahasiswa D4 TI menanyakan kesiapan Polinema khususnya JTI dalam menerima program ini. “Umumnya program kampus merdeka menghabiskan waktu selama satu semester dan membutuhkan adanya convert Satuan Kredit Semester (SKS), apakah JTI sudah mempersiapkan hal itu?” tanya Brian. Bapak Rudy menjawab meskipun di politeknik memakai sistem paket, JTI tetap mendorong adanya kampus merdeka.

Bapak Rudy menuturkan bahwa dalam kampus merdeka ada tiga pilar, yaitu kewirausahaan, riset, dan magang industri. Beliau juga menerangkan, “Yang pertama jika ingin berwirausaha,mahasiswa bisa membuat start up atau produk sampai tahap realisasi. Kedua yaitu riset, maka mahasiswa belajar bagaimana cara membuat skripsi dan jurnal ilmiah. Dan terakhir magang industri, mahasiswa akan full praktik di industri tanpa kuliah di kampus dan nilai praktiknya akan dikonversi menjadi nilai mata kuliah,”. Bapak Rudy memaparkan bahwa tahun ini kurikulum sedang direkonstruksi dan beliau berharap ke depannya magang industri diakui tanpa ada konversi nilai. Saat ini, JTI senantiasa mencari partner, baik industri maupun kampus lain untuk melaksanakan kampus merdeka. Di samping itu, JTI juga membangun teaching factory melalui hub dengan harapan mahasiswa yang memiliki potensi dapat ikut dalam proyek yang ada di hub tersebut.

Sebenarnya mahasiswa sangat antusias dalam menyampaikan aspirasi, namun karena keterbatasan waktu, hanya beberapa pertanyaan yang dapat dibahas. Oleh karena itu, Bapak Rudy berpesan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang belum dibahas di DDM ini agar ditampung dahulu, nantinya jurusan dan prodi akan memberikan jawaban tertulis sehingga tidak ada pertanyaan yang tidak terjawab. “Saya berharap kepada seluruh mahasiswa jika ada masalah dapat dikonsultasikan secara langsung agar pihak jurusan dapat mencarikan alternatif atau solusi lainnya,” pungkas Bapak Rudy.

(Via Febriati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.