Fri. Sep 17th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

BEM dan IKA Polinema Bekerjasama Berikan 1100 Dosis Vaksin untuk Mahasiswa Polinema

2 min read

Salah satu peserta vaksinasi di Stadion Gajayana sedang melakukan screening sebelum dilakukan vaksinasi. (Lung Sanggra)

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bekerjasama dengan Komando Armada II (KORMADA II) mengadakana program vaksinasi massal untuk masyarakat Kota Malang di Stadion Gajayana selama dua hari, pada Sabtu (07-08) dan Minggu (08-08). Vaksinasi dimulai pada pukul 07.00 WIB dan dibagi menjadi beberapa kloter. Dilansir dari Instagram @pemkotmalang, jumlah kuota yang diberikan sebanyak 25.000 dosis dengan jenis vaksin sinovac. Kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan herd immunity agar masyarakat dapat beraktivitas normal kembali. Selain diikuti oleh masyarakat Kota Malang, vaksinasi ini juga di ikuti oleh mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema bekerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) Polinema menyediakan kuota sejumlah 1100 dosis bagi mahasiswa Polinema yang belum menerima vaksin. “Karena vaksin ini sulit untuk didapatkan dan yang bisa mengakses vaksin hanya Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan tenaga kesehatan, sedangkan untuk instansi pendidikan belum diberikan akses. Jadi, kita (BEM Polinema) berkolaborasi dengan pihak luar dan kebetulan ada IKA Polinema yang menjadi bagian dari TNI,” ujar David Orlando dari BEM Polinema. Pada kegiatan ini, mahasiswa Polinema mendapatkan jadwal vaksinasi pada hari Minggu (08-08), pada pukul 10.30 s/d 14.30 WIB. Agar mahasiswa Polinema tidak berkerumun dan bercampur dengan masyarakat umum, BEM Polinema menyediakan jalur khusus.

Kerjasama yang dilakukan BEM Polinema ini ternyata memudahkan mahasiswa Polinema yang berasal dari luar Malang yang belum divaksin. Hal itu diungkapkan oleh Galuh Indah Agus Pratiwi, mahasiswa Program Studi D4 Jaringan Telekomunikasi Digital, “Saya mengikuti vaksinasi dari BEM karena kesulitan mencari tempat vaksinasi bagi masyarakat luar Kota Malang.” Galuh juga mengatakan bahwa vaksin itu penting karena lebih baik mencegah daripada mengobati dan ia berharap vaksinasi dapat menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia. Namun, ia mengeluhkan bahwa sistem dari BEM Polinema kurang efektif, “Sistemnya kurang efektif dan informatif, sebab peserta vaksinasi tidak beraturan karena tidak ada penanda yang menunjukkan tempat untuk mahasiswa Polinema, semacam banner atau yang lain.”

“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini, diharapkan kita semua bisa segera melakukan perkuliahan  maupun kegiatan kemahasiswaan secara luar jaringan tanpa merasa takut terpapar COVID-19,” ujar David. Ia juga mengatakan bahwa akan ada vaksin dosis kedua pada bulan September, “Iya, akan berlanjut sampai vaksin dosis kedua. Kita baru dapat kuota 1100 dosis, semoga ke depannya ada tambahan kuota bagi mahasiswa Polinema yang belum mendapatkan vaksin.”

(Lung Sanggra, Putri Sabila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.