Bekali Disiplin dan Wawasan Kebangsaan, Polinema Rutin Gelar LDK untuk Maba

Maba Polinema 2019 saat melakukan yel-yel setelah pelaksanaan upacara pembukaan LDK dan pembinaan KBN di Lapangan Dodikjur RINDAM V Brawijaya, Selasa (30-07). (Arya)

Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) dan pembinaan Kesadaran Bela Negara (KBN) kembali diselenggarakan Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk mahasiswa baru (maba) tahun ajaran 2019/2020. Menurut Dr. Eng. Anggit Murdani, ST., M.Eng, selaku Pembantu Direktur (Pudir) III, LDK merupakan kegiatan khas pendidikan vokasi guna memberi pembekalan kedisiplinan bagi maba. LDK ini bersifat wajib, sertifikat LDK menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa Polinema. Apabila terdapat mahasiswa yang tidak mengikuti LDK saat menjadi maba karena suatu alasan, maka diwajibkan mengikuti LDK di tahun berikutnya. “Di zaman milenial ini, harus ada pengetahuan yang diberikan mengenai wawasan kebangsaan yang berisi tentang kecintaan terhadap bangsa dan negara, serta patriotisme dalam rangka menjaga kedaulatan negara. Itulah mengapa LDK bertujuan untuk membentuk generasi muda bangsa yang disiplin, berwawasan kebangsaan, dan cinta tanah air,” ujar Kapten Inf Anam, selaku Kepala Urusan (Kaur) Operasional Resimen Induk Komando Daerah Militer (RINDAM) V Brawijaya. Selain itu, pembekalan saat LDK ditujukan untuk diterapkan ketika maba  Polinema memasuki dunia perkuliahan. Dengan begitu, ketika sudah lulus nanti diharapkan  menjadi pribadi yang berkarakter, dan siap terjun ke dunia kerja.

Tahun  ini LDK dilaksanakan di RINDAM V Brawijaya, tepatnya di Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur) dan Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara yang terletak di Jalan Mayjen M. Wiyono No. 01, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. RINDAM V Brawijaya sendiri sudah menjadi tempat pelaksanaan LDK Polinema sejak tahun 2010. Namun pada tahun 2016–2018, Polinema sempat melepas kerja sama dengan pihak RINDAM V Brawijaya dan beralih ke tempat lain. Fasilitas yang disediakan di RINDAM V Brawijaya berupa tempat tidur, kamar mandi, kantin, sarana olahraga, tiga ruang kelas untuk materi KBN, dan lapangan untuk latihan baris-berbaris. Untuk mempermudah jalannya acara, tahun ini Polinema menggunakan Event Organizer (EO) yang dipilih berdasarkan sistem lelang secara daring. Adapun EO yang terpilih adalah Commanditaire Vennootschap (CV) Arrasy Jaya. Di sini EO bertugas menjembatani komunikasi antara pihak Polinema dengan pihak RINDAM V Brawijaya.

Jumlah maba yang mengikuti LDK tahun ini kurang lebih 2636 peserta yang dibagi menjadi tiga gelombang. Pembagian gelombang LDK dibagi berdasarkan jalur masuk maba. Gelombang satu dari jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK PN), gelombang dua dari jalur Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN), dan gelombang tiga dari Jalur Mandiri. Jumlah masing-masing peserta pada tiap gelombang adalah 797 peserta untuk gelombang satu, 739 peserta untuk gelombang dua, dan kurang lebih 1100 peserta untuk gelombang tiga. Pelaksanaan ketiga gelombang LDK awalnya dijadwalkan dalam tiga minggu, dengan jeda waktu dua hari untuk masing-masing gelombang. Namun, dirubah menjadi lima belas hari dikarenakan adanya keterbatasan jadwal dari RINDAM V Brawijaya. LDK gelombang satu berlangsung pada tanggal 29 Juli–3 Agustus 2019, gelombang dua pada tanggal 3–8 Agustus 2019, dilanjutkan gelombang tiga yang berlangsung pada tanggal 8–13 Agustus 2019.

Serangkaian kegiatan selama LDK berisi latihan dasar baris-berbaris dan pemberian materi tentang KBN seperti bela negara, anti korupsi, anti narkoba, dan radikalisme yang bertujuan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan yang baik bagi mahasiswa di kemudian hari. Materi-materi tersebut diberikan oleh pihak RINDAM V Brawijaya. Pada hari ketiga kegiatan LDK gelombang dua, terdapat outbound berupa rintangan, rayap merayap, dan naik jaring pendarat. Sebelum penutupan LDK pada tiap gelombang, terdapat kegiatan malam inaugurasi yang selalu diadakan pada hari kelima. Selain itu peserta juga dikenalkan dengan Bela Diri Militer (BDM) Young Moo Doo, yang merupakan seni bela diri dari Korea Selatan. BDM diajarkan kepada mahasiswa sebagai bentuk perlindungan diri dari ancaman bahaya.

Maba Polinema 2019 antusias mengikuti pengenalan BDM di Lapangan RINDAM V Brawijaya, Senin (05-08). (Elang)

Pada dasarnya, ketiga gelombang memiliki jadwal kegiatan yang sama. Namun khusus untuk LDK gelombang tiga, terdapat kegiatan pemotongan hewan kurban pada tanggal 11 Agustus yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Kegiatan LDK umumnya hampir sama setiap tahun. Hal yang menjadi pembeda pelaksanan LDK tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah pada ajang streaming bakat. Di sini mahasiswa baru diseleksi minat dan bakatnya untuk menjadi duta Polinema yang dipilih langsung oleh EO. Mahasiswa yang terpilih akan tampil saat malam pertunjukan bakat (inaugurasi) penutupan serangkaian kegiatan penerimaan maba (LDK, Expo Kelembagaan dan Pra study). Orang tua mahasiswa yang bersangkutan juga akan diundang untuk menyaksikan putra-putrinya dalam malam inaugurasi. Dalam kegiatan tersebut juga terdapat pembagian sertifikat untuk maba Polinema 2019 yang mengikuti LDK.

Berbicara mengenai antusias yang ditunjukkan maba dalam pelaksanaan LDK 2019, dapat terlihat dari semangat saat menyanyikan yel-yel, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Iqbal Arvy, maba dari Program Studi (Prodi) D-III Pertambangan mengungkapkan, “Saya awalnya agak kaget saat durasi makan yang harus cepat. Juga kita yang biasa memegang handphone saat LDK tidak boleh dimainkan. Tapi karena momen itulah yang membuat kita dekat satu sama lain. Apalagi teman-teman banyak yang berasal dari jurusan yang berbeda”.

Pelaksanaan kegiatan LDK ini tentu tidak lepas dari tanggung jawab pimpinan latihan, staf RINDAM V Brawijaya, dan pihak Polinema sebagai pengawas. Karena bagi pihak RINDAM V Brawijaya sendiri, penyelenggaraan LDK merupakan salah satu perwujudan misi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu kemanunggalan TNI dan rakyat. Hal tersebut dapat terwujud karena terjalinnya kerjasama antara beberapa lembaga, yaitu lembaga pendidikan, sipil, dan militer. Dalam hal ini Polinema sebagai pihak pendidikan, EO sebagai pihak sipil, serta RINDAM V Brawijaya sebagai pihak militer.

Pudir III saat menyampaikan amanat dalam Upacara Penutupan LDK dan Pembinaan KBN Maba Polinema 2019 di Lapangan Dodikjur RINDAM V Brawijaya, Selasa (13-08). (Vinna)

Di balik suksesnya kegiatan ini tentu juga tidak lepas dari beberapa kendala, seperti perubahan jadwal LDK yang dinilai mendadak, banyaknya maba yang mengundurkan diri karena sakit, serta fasilitas kesehatan dari RINDAM V Brawijaya yang kurang. Pihak EO merujuk maba yang membutuhkan penanganan khusus ke Rumah Sakit Lavalette yang terletak di Jalan W.R. Supratman No.10, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Rumah sakit tersebut dipilih karena lokasinya dinilai dekat dengan RINDAM V Brawijaya. “Mahasiswa harus lebih peka, contohnya dalam menjaga kebersihan. Juga harap memperhatikan dengan benar Standar Operasional Prosedur (SOP). Kemarin ada mahasiswa yang tidak membawa formulir, juga ada yang lupa membawa foto, ada yang mengabsen tanpa Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Hal-hal tersebut yang membuat kami (pihak EO) kebingungan,” keluh Andi Ray Sulthon, salah satu kru EO.

Kapten Inf Anam, memberikan pemaparannya mengenai materi yang diberikan pada kegiatan LDK secara keseluruhan dapat menjadi bekal mahasiswa pada saat menjadi pemimpin. Sehingga mahasiswa sudah memiliki dasar kedisplinan dan kesadaran bela negara. “Saya kira Indonesia pasti maju jika dipimpin oleh pemimpin yang selain cerdas karena mendapat pengetahuan di kampus, juga mempunyai nilai-nilai wawasan kebangsaan yang didapat dari lembaga di sini,” tukasnya. Untuk itu, Styfani Yudianto Putri, mahasiswi Prodi D-III Teknik Sipil berharap agar LDK kedepannya dapat membantu mahasiswa untuk lebih disiplin. Dan, dari pentingnya kegiatan LDK, Bapak Anggit juga berharap untuk pelaksanaan LDK kedepannya dapat melihat evaluasi dari tahun ini. Sehingga pelaksanaan LDK tahun selanjutnya menjadi lebih baik dan ada peningkatan terhadap kualitas maba.

(Alifya, Rinda, Salsa)

Related Posts