Thu. Feb 25th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

#ALIVE, Ragam Upaya Bertahan Hidup di Tengah Wabah Zombie

3 min read

(Sumber: asianwiki.com)

Alive merupakan film bergenre thriller zombie yang sukses membuat saya berpikir keras berhari-hari tentang “Apa yang harus dilakukan kalau wabah zombie mendadak datang?” Meskipun menceritakan tentang zombie, film ini berfokus pada penggambaran bagaimana cara bertahan hidup di tengah wabah. Film yang dirilis pada 24 Juni 2020 ini relatable dengan kondisi pandemi sekarang, di mana sebuah wabah menyebar dengan cepat. Dilansir dari cnnindonesia.com, film #Alive telah melampaui satu juta penonton dalam lima hari setelah penayangan perdananya. Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi yang dicapai film Korea Selatan selama pandemi.

Film ini bercerita dari sudut pandang seorang gamers bernama Joon Woo yang terbangun sendirian di apartemennya. Tak lama ia melihat kertas yang berisi sebuah pesan dari ibunya yang memintanya berbelanja kebutuhan sehari-hari karena stok makanan mulai menipis. Bukannya segera pergi, ia justru memilih bermain game di komputer miliknya. Ketika tengah bermain, Joon Woo diminta oleh temannya untuk melihat berita di TV tentang wabah yang menyebar di Kota Seoul. Pada waktu yang sama, terdengar teriakan tetangga yang berlari menghindari gerombolan zombie. Dari kejauhan, Joon Woo melihat seorang ibu yang tiba-tiba berubah menjadi zombie karena memeluk anak perempuannya yang sudah menjadi
zombie. Kondisinya semakin memburuk dengan hilangnya sinyal, jaringan Wi-Fi hingga akses data seluler untuk komunikasi. Ia pun mengisolasi diri dengan stok makanan yang terbatas.

Kondisi ketika Joon Woo mengisolasi diri di dalam apartemennya. (Yurischa)

Dari sini kisah Joon Woo bertahan hidup di tengah virus zombie dimulai. Ia mengisolasi diri selama lebih dari dua puluh hari dengan berdiam diri, menahan lapar dan berharap ada koneksi internet. Selang beberapa hari, Joon Woo yang rupanya frustasi dengan kondisinya memutuskan untuk bunuh diri. Namun, ia membatalkannya karena tetangganya bernama Yoo Bin menyorotinya dengan laser merah. Kehadiran Yoo Bin membuat Joon Woo menyadari bahwa ia tidak sendirian. Mereka mencoba bertahan hidup dengan cara masing-masing seperti Yoo Bin memakai peralatan perkemahan yang tersedia dan Joon Woo membuat video permintaan bantuan yang dikirim ke media sosial. Bagaimana mereka dapat bertahan hidup hingga akhir? Disitulah letak keseruan dari film ini.

Yoo Bin memanfaatkan peralatan di dalam apartemennya untuk bertahan hidup saat isolasi. (Yurischa)


Secara keseluruhan, film ini membuat saya kagum. Alur cerita film ini sederhana namun menegangkan. Mengingat adegannya yang tegang dan selalu waspada seperti zombie yang tiba-tiba menerobos apartemen membuat saya ikut tegang. Penggambaran sosok zombie juga lebih realistis dan karakter yang lebih pintar dari pada zombie pada umumnya, seperti bisa membuka pintu, memanjat gedung, melihat saat gelap, dan mendengar suara manusia.

Di tiga puluh menit terakhir, ada scene yang sangat mendebarkan. Para tokoh diselamatkan dari zombie oleh seorang bapak yang mencurigakan. Mereka diberi makan dan minuman yang ternyata sudah tercampur obat tidur. Yoo Bin yang setengah sadar diseret oleh bapak tersebut untuk dijadikan makanan istrinya. “Istriku sudah lapar berlari-lari. Jika bukan kau, aku tidak tahu lagi istriku kelaparan sampai kapan. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuknya dan tolong mengerti itu.” Kalimat itu membuat saya merinding dan memikirkan keadaan Yoo Bin selanjutnya.

Pada akhir film, saya baru menyadari latar tempat yang digunakan adalah area sekitar apartemen. Film ini juga sangat memainkan perasaan sampai saya dibuat tidak tenang sepanjang film. Sutradara Cho Il-Hyung membuat saya semakin penasaran apa penyebab munculnya wabah zombie karena sampai akhir film tidak dijelaskan asal mulanya.

Dari film ini, saya menemukan sikap tolong menolong, cara bertahan hidup saat kesulitan, dan menyelamatkan nyawa orang lain yang hendak bunuh diri. Film #Alive memberikan sebuah pemikiran bahwa kita harus tetap berjuang untuk keselamatan diri sendiri alih-alih memiliki teman untuk bertahan hidup di tengah kesulitan. Lewat kisah Joon Woo, kita diajak untuk tidak berhenti berharap dan harus tetap punya alasan bertahan hidup.

(Yurischa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.