Thu. Dec 3rd, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Aksi Lanjutan Malang Melawan, Tolak Omnibus Law secara Damai

1 min read

Aksi Malang Melawan Jilid II, Selasa (20-10). (Sukma)

Mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan (AMM), menggelar aksi lanjutan menolak pengesahan Omnibus Law di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Selasa (20-10). Aksi ini digelar pada pukul 13.00–16.00 WIB. Aksi lanjutan ini digelar karena aksi sebelumnya pada tanggal 8 Oktober 2020 dinilai gagal. Jika sebelumnya dipenuhi kericuhan, maka kali ini aksi berjalan dengan damai dan tertib.

Aksi diawali dengan longmarch dari Stadion Gajayana menuju gedung DPRD Kota Malang. Dalam perjalanan menuju depan Gedung DPRD, massa melakukan orasi dan menyanyikan yel-yel. Selama jalannya aksi, massa bergantian melakukan orasi politik di atas mobil komando dan menyanyikan yel-yel bersama-sama.

“Setuju dengan adanya Omnibus Law berarti sama dengan kita menggadaikan masa depan anak cucu kita ke antek-antek asing, apakah kita setuju?” ujar salah satu orator.

Setibanya di depan gedung DPRD Kota Malang, AMM menggelar konferensi pers. Andi Irfan selaku ketua dari Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Kota Malang mengatakan bahwa tujuan aksi ini memang tidak untuk berdiskusi dengan elemen Pemerintah, melainkan   melakukan orasi-orasi politik. “Aksi hari ini memang dari kami tidak ada niatan untuk melakukan diskusi dengan DPRD Kota Malang ataupun Pemerintah Kota Malang, karena kami masih tetap dengan mosi tidak percaya,” ujarnya.

Andi juga menambahkan bahwa AMM akan terus melakukan aksi turun ke jalan sampai presiden menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu). “Aksi ini akan terus akan ada sampai Presiden menerbitkan Perpu untuk membatalkan Omnibus Law,” tambahnya.

(Aditya, Sukma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.