WSEC Fair, Ajang Unjuk Gigi Mahasiswa Elektro

Muhammad Satria Madani memperkenalkan Solar Cell Tracker pada pameran alat di WS Electro Fair 2018. (Farizal)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) tidak hanya unggul dalam bidang akademis saja namun juga memiliki bibit – bibit unggul di bidang non akademis. Tak hanya melalui Organisasi Kampus Intra (OKI), Polinema juga memberikan wadah kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya melalui forum dan komunitas. Salah satu komunitas di Polinema adalah Workshop Electro (WSEC). Komunitas ini dinaungi oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) untuk menampung kreatifitas mahasiswa khususnya di bidang elektro. Selain memberikan pelatihan dan forum belajar bersama, WSEC juga telah mengantongi banyak gelar juara. Selain itu, WSEC juga memiliki banyak program unggulan, salah satunya adalah Workshop Electro Fair (WS Fair).

Kegiatan WS Fair berhasil dilaksanakan selama dua hari,  pada tanggal 9 – 10 Oktober 2018. Bertempat di Graha Theater kegiatan ini mengangkat tema, “Technology Fair of Young Generation Experience and Inovation”. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar acara tersebut bisa menjadi ajang untuk memamerkan alat – alat yang dibuat oleh mahasiswa. Selan dipamerkan, alat-alat tersebut juga dipresentasikan kepada pengunjung yang datang ke masing-masing stand. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam tentang komunitas WSEC sendiri. Acara ini juga merupakan program kerja unggulan yang diadakan setiap tahun oleh WSEC Polinema. Selain mahasiswa baru, sasaran kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa dari dalam maupun luar Polinema.

Di hari pertama WS Fair diisi dengan kegiatan seminar nasional Internet Of Things (IOT) yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di Auditorium Gedung AH. Selain seminar IOT, terdapat pula workshop drone yang diisi oleh Dosen Telekomunikasi, Septriadi Wira Yoga, ST, MT di Graha Theater. Setelah kegiatan workshop drone selesai kegiatan dilanjutkan dengan pameran alat hingga sore. Pameran ini dapat dikunjungi secara gratis. Hari kedua dimulai dengan workshop 3D printing yang diisi oleh Alif Kurniawan, mahasiswa dari komunitas Electronic Education and Programming Robotic of Malang (EEPROM). Setelah kegiatan pertama terlaksana, dilanjutkan dengan acara pameran alat hari ke-2 yang juga dihadiri oleh perguruan tinggi lain. Diantaranya, Universitas Malang (UM), Politeknik Kota Malang (Poltekom), Universitas Merdeka (UNMER), dan lain sebagainya.

Alat Pengusir Burung Pembantu Petani Padi pada acara WS Electro Fair 2018 yang menjadi pemenang dalam kategori Alat Terfavorit (Farizal)

Selain kegiatan inti seperti diatas, ada pula lomba poster dan kompetisi alat terbaik yang dibuka untuk umum. Untuk kategori Poster Terfavorit dimenangkan oleh Tim Nobee yang beranggotakan Pujangga Prasetyo dan Teuku Roby Adam dari Prodi D3 Teknik Listrik. Pemenang tersebut berdasarkan vote para pengunjung. Sedangkan Poster Terbaik dimenangkan oleh Tim Skybox yang beranggotakan Roy Achmad Aziz dan Triska Intania dari Prodi D4 Teknik Informatika. Untuk Alat Terfavorit dimenangkan oleh Tim Lima dengan judul Alat “Alat Pengusir Burung Pembantu Petani Padi Berbasis Arduino” yang digawangi Moh. Fajar Sodiq, Erica Dwi Yuni A.N.A, Arin Febria P, Erlyana, Rizal Wahyu, Adinda Rizky Z, Alvian Anggiana Putra, Nurkholis Majid, Muhammad Fattah, dan Irvan Bayu Kristanto, yang seluruhnya adalah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polinema. Berbeda dengan kompetisi poster, kompetisi pameran alat ini dimenangkan berdasarkan vote dan pertimbangan juri. Dalam Workshop electro Fair kali ini juga dimeriahkan oleh Holysix Band dari mahasiswa Jurusan Teknik Elektro.

Sabrang Sapta Buana dari D4 Teknik Elektronika selaku Ketua Umum WSEC menjelaskan acara Workshop Electro Fair pada tahun ini dengan tahun kemarin tidak ada perbedaan yang signifikan. Selain itu Sabrang juga menjelaskan bahwa dari segi konsep acara berbeda. Sedangkan menurut Dio Dohansyah prodi D3 Teknik Elektronika selaku ketua pelaksana acara WSEC Fair menjelaskan bahwa dari segi sponsorship dan media partner tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin. Perbedaan juga terlihat dari materi yang dibawakan. Untuk tahun lalu hanya terdapat 1 materi yaitu tentang workshop drone, sedangkan untuk tahun ini terdapat 2 materi yaitu workshop drone dan workshop 3D printing. Dio juga mengungkapkan, “Harapan saya tahun selanjutnya lebih ramai dan meriah, dan untuk tahun depan yang berpartisipasi dalam acara kami lebih banyak dari tahun ini,” ujarnya. Selain itu, Dio juga berharap agar Kegiatan WSEC Fair yang akan datang bisa mendapatkan tempat yang lebih efektif. “Mungkin untuk tempat, tahun depan bisa di Aula Pertamina.” tutupnya.

(Farizal, Wahyu)

Related Posts