Tips Mengatasi Mabuk Kendaraan

Sumber gambar : Daihatsu

Pernahkah kamu mengalami mabuk kendaraan? Saat sedang berpergian dengan kendaraan baik kendaraan darat, laut mapupun udara, ada satu momok yang sering mengganggu kelancaran perjalanan beberapa orang, yaitu mabuk kendaraan. Hal ini bisa ditandai dengan pusing tiba-tiba, tubuh terasa lemas dan juga mual. Lalu, apa yang membuat sesorang mengalami mabuk selama berkendara? Menurut Sujana Chandrasekhar, direktur New York Otology, dilansir dari Kumparan.com, hal ini terjadi akibat adanya perbedaan informasi yang diterima antara tubuh dan otak. Menurut Chandrasekhar, saat mabuk kendaraan cairan di bagian dalam telinga bergerak mengikuti gerak dari kendaraan. Otak mengartikan hal itu sebagai sebuah gerakan tubuh, namun otak tidak memberikan sinyal bahwa tubuh sedang berada di dalam kendaraan bergerak. Jadi yang terjadi adalah otak salah menginterpretasikan stimulus tersebut. Lantas adakah cara ampuh yang dapat dilakukan untuk mencegah agar tidak mabuk selama perjalanan?

Dalam mengatasi hal tersebut, setiap orang memiliki cara tersendiri yang menurut mereka ampuh untuk mengatasinya. Beberapa diantaranya yang paling sering dilakukan adalah dengan meminum pil atau obat anti mabuk sebelum memulai perjalanan. Pada umumnya pil mabuk memberikan efek kantuk dan rileks, sehingga dapat terasa lupa perasaan mual dan pusingnya ketika mabuk. Sebelum meminum obat anti mabuk, sebaiknya untuk mengisi perut terlebih dahulu agar tidak kosong. Rasa mual saat perjalanan nyatanya juga disebabkan oleh perut yang kosong. Perut akan meningkatkan asam lambung untuk naik ke atas dan menyebabkan rasa mual.

Sumber gambar : detik.com

Namun ada beberapa orang yang menganggap hal diatas tidak cukup untuk mengatasi mabuk berkendara yang mereka alami, sehingga ada kegiatan tambahan yang bisa mereka lakukan. Beberapa orang memilih kegiatan diantaranya adalah dengan mendengarkan musik, mencari teman ngobrol, atau membaca buku. Mendengarkan musik yang disukai melalui headset atapun headphone dapat membuat otak rileks. Kegiatan mengobrol dengan teman saat berkendara juga termasuk dalam hal yang cukup ampuh untuk mengatasi mabuk perjalanan. Dengan berinteraksi, seseorang mampu mengalihkan fokus terhadap rasa pusing dan mual yang dialami selama berkendara. Selain dua hal tersebut, beberapa orang lebih memilih untuk membaca buku ataupun bermain dengan gadget mereka. Hal ini tidak terlalu dianjurkan bagi orang yang tidak terlalu suka membaca karena hal tersebut justru akan membuat pusing bertambah. Dengan membaca buku, otak diperintahkan untuk fokus, sedangkan otak juga dalam keadaan panik karena mabuk kendaraan. Inti dari poin ini adalah harus menempatkan diri senyaman mungkin saat berkendara. Setiap orang harus mengenali diri sendiri mengenai hal yang dapat  membuat rileks dan tidak terlalu fokus terhadap rasa mual dan pusing.

Jika diantara cara-cara diatas masih belum cukup juga mengatasi mabuk berkendara, maka hal terakhir yang harus diperhatikan adalah pola pikir atau “mindset”.  Mindset adalah sikap mental mapan yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka (Mulyadi, 2007). Dalam berkendara, ada baiknya menanamkan pola pikir “aku tidak akan mabuk” agar selama berkendara akan merasa lebih tenang dan mampu menikmati perjalanan yang ada. Biasanya beberapa orang yang mabuk kendaraan akan melakukan suatu kebiasaan tersendiri, supaya ia tidak mabuk selama berkendara. Misalnya memiliki kebiasaan dengan mengoleskan minyak angin di sekitar perut mereka agar tidak masuk angin. Beberapa orang percaya bahwa dengan melakukan itu, Ia tidak akan mabuk. Inilah yang dapat disebut dengan kekuatan pikiran.

Itu tadi beberapa tips yang mungkin dapat membantu saat akan melakukan perjalanan. Keadaan fisik juga tetap perlu diperhatikan, karena bisa saja mabuk perjalanan disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang prima. Demi kelancaran perjalanan, seluruh persiapan perlu dilakukan tidak terkecuali mengantisipasi mabuk perjalanan. Jadi, sudahkah kamu menyiapkan semua rencana perjalananmu?

(Wulan)

 

Related Posts