Tes Urine Untuk Generasi Polinema Bebas Narkoba

Mahasiswa baru (maba) Jurusan Teknik Elektro mengisi data diri sebagai awal prosedur tes urine di Gedung Sipil lantai 5, Minggu (19/08) (Wulan)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pasukan Anti Narkotika (PASTI) yang diawasi langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Malang mengadakan kegiatan tes urine untuk mahasiswa baru (maba) 2018, Minggu (19/08). Pada tahun ini tema yang diusung adalah “Satu langkah pasti wujudkan generasi Polinema bebas narkoba”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan dari kegiatan ini, yaitu tes urine dapat menjadi salah satu langkah upaya pencegahan dan perlawanan terhadap narkoba di Polinema. Selain itu, kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada maba untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan narkoba atau penyakit berbahaya di dalam tubuhnya. Pada tahun ini, kegiatan tes urine diikuti oleh 3064 mahasiswa baru.

Panitia tes urine melakukan pengujian terhadap sampel untuk mengetahui kandungan di dalam sampel, Minggu (19/08) (Wulan)

 

Tes urine di mulai pukul 09.00 WIB setelah pelaksanaan upacara penerimaan maba Polinema 2018. Tes dilakukan di tujuh lokasi berbeda yaitu gedung AO, AH, AG, AF, AB, Gedung sipil lantai lima dan enam. Di setiap gedung terdapat empat pos. Pos pertama yaitu absensi dan pengambilan botol sampel. Pos kedua yaitu tempat penitipan tas sekaligus penggeledahan barang bawaan maba, karena dikhawatirkan terdapat barang-barang terlarang seperti senjata tajam, rokok, vapor. Apabila ketahuan membawa salah satu barang terlarang tersebut, maka akan didata nama pemiliknya oleh panitia dan barangnya akan langsung dirusak di depan maba yang bersangkutan. Pos ketiga yaitu penggeledahan pakaian yang dikenakan maba sekaligus pengambilan sampel di kamar mandi. Kemudian menuju pos keempat yaitu maba memberikan sampel kepada panitia. Sampel tersebut nantinya akan diuji oleh panitia yang diawasi oleh BNN.

Kesannya cukup risih karena selama di kamar mandi tidak boleh membilas dengan air dan pintu kamar mandi tidak boleh di tutup” ungkap Masrifa Amiratus Zakiya, mahasiswa baru Program Studi D4 Manajemen Pemasaran. Namun, panitia mengungkapkan bahwa masalah peniadaan air dan pintu kamar mandi yang tidak boleh ditutup harus dilakukan karena hal ini merupakan Standart Operating Procedure (SOP) tes urine. Muhammad Galih Ramadhan selaku ketua pelaksana berharap semoga pelaksanaan tes urine tahun depan lebih cepat pelaksanaannya agar kegiatannya tidak sampai terlalu sore. “Selain itu, semoga kegiatan ini dapat membuat kampus Politeknik Negeri Malang yang bebas dari narkoba.” Tutup Galih.

(Silmi,Rizal,Tata,Resa)

Related Posts