Mon. May 23rd, 2022

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Sosialisasi MBKM: Mahasiswa Antusias Namun Belum Ada Panduan yang Jelas

3 min read
Antusiasme mahasiswa pada program MBKM tercermin dari jumlah audiens yang datang pada kegiatan, Selasa (21-12).

Telah diadakan Sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tingkat institusi Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui aplikasi Zoom, Selasa (21-12). Sosialisasi yang dipantau langsung oleh Ratih Indri Hapsari selaku Pembantu Direktur (Pudir) IV ini diisi oleh pemateri sosialisasi yakni Ardian Wahyu Setiawan, dosen Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris di Polinema. Latar belakang dari sosialisasi ini adalah telah dibukanya program MBKM batch II.

Menurut penjelasan Ardian, terdapat tiga program MBKM yang tidak bisa diikuti oleh mahasiswa Polinema yakni Pejuang Muda, Kampus Mengajar, dan Proyek Kemanusiaan. Hal ini dikarenakan dianggap kurang relevan dengan kurikulum yang diterapkan di Polinema sehingga sulit untuk mengonversi Satuan Kredit Semester (SKS). Kemudian, Ardian menjabarkan bahwa ada tiga program yang dapat diterapkan di Polinema yakni Studi Independen, Magang, dan Bangkit. Pelaksanaan tiga program tersebut relevan dengan kurikulum Polinema dan dapat dikonversi sesuai dengan jumlah yang dijanjikan yakni sebanyak 20 SKS. Sedangkan program lainnya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pihak Pendidikan Tinggi (Dikti).

Pendaftaran program Bangkit dimulai dari tanggal 02-31 Desember 2021. Sedangkan untuk jangka waktu pelaksanaan program ini yaitu Februari minggu kedua hingga Juli minggu pertama di tahun 2022. Sedangkan untuk program Magang dan Studi Independen dibuka pendaftaran pada tanggal 29 November 2021 hingga 7 Januari 2022. Waktu pelaksanaan untuk kedua program ini akan berlangsung hingga Februari 2022 sampai Juli 2022. Mahasiswa dapat mendaftar melalui website kampusmerdeka.kemdikbud.go.id dan berkoordinasi langsung dengan Dosen Pembimbing, Ketua Program Studi (Kaprodi), dan Ketua Jurusan (Kajur) mengenai pendaftaran dan konversi SKS.

Memasuki sesi tanya jawab, muncul pertanyaan dari Abdilah Iklasul Amal, mahasiswa Prodi D4 Manajemen Pemasaran. “Apakah Polinema sudah memiliki buku panduan program MBKM tingkat kampus?” tanya Abdilah. Ardian menjawab dikarenakan adanya perubahan panduan dari kementerian sehingga kami belum membuat buku panduan namun dari Polinema berusaha menginterpretasi dan memahami program MBKM sebaik mungkin. “Kami belum bisa memastikan kapan Polinema bisa menerbitkan buku panduan MBKM karena belum adanya petunjuk teknis dari Dikti yang pasti dan jelas,” tambah Ardian. Terdapat juga pertanyaan lain yang diajukan oleh Hema Hasania Almas dari Prodi D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi, “Apakah mahasiswa yang mengikuti program MBKM tetap mengikuti perkuliahan dan apakah penempatan magang ditentukan oleh program atau mahasiswa mencari sendiri?” Dari pemateri menjawab karena sudah dikonversi maka SKS yang ditempuh di prodi akan berkurang dan diganti dengan SKS selama magang. Untuk mitra dapat dipilih sendiri oleh mahasiswa dengan seleksi yang dilakukan oleh mitra.

Sebenarnya terdapat banyak pertanyaan dari mahasiswa yang antusias dengan program MBKM. Namun karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan dapat terjawab. Kemudian pada akhir acara, dihadirkan beberapa alumni Kampus Merdeka batch I  yang berbagi pengalaman dan memberikan beberapa informasi,seperti Wisnu Jurdan Hidayat, mahasiswa Prodi D4 Teknologi Kimia Industri yang telah  magang di Petrokimia Gresik dan Brian Sayudha, mahasiswa Prodi D4 Teknik Informatika yang telah mengikuti program Bangkit. Kemudian terdapat kesimpulan dari Ardian, “Seluruh aspirasi teman-teman mahasiswa salah satunya mengenai buku panduan akan kami jadikan pertimbangan agar kita bisa memiliki peraturan yang lebih spesifik dan ideal dalam memayungi kegiatan yang ada di Polinema.”

(Amyrah P.  Hartanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.