Sarasehan Alumni, Berbagi Pengalaman Berorganisasi

Affandi Edi Widyatmaka selaku Direktur Utama PT.Melilea Internasional Indonesia sedang memberikan materi tentang manfaat berorganisasi dalam acara Sarasehan Alumni, Sabtu(01/04).

Politeknik Negeri Malang (Polinema) bekerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) Polinema menyelenggarakan Sarasehan Alumni yang merupakan acara rutin dalam Dies Natalies (DN) Polinema, Sabtu (01/04). Pada DN ke-35, Sarasehan Alumni bertempat di Aula Pertamina dengan tema “Kegiatan Kemahasiswaan yang Berkualitas untuk Daya Saing Global”. Tujuan pemilihan tema ini yaitu memotivasi mahasiswa agar  aktif  dalam berorganisasi  dan memberikan wadah bagi alumni untuk berbagi pengalaman mereka.

Alumni yang dihadirkan dahulu juga aktivis organisasi dan sampai sekarang terhubung dengan IKA Polinema. Antara lain, Affandi Edi Widyatmaka selaku Direktur Utama PT. Melilea Internasional Indonesia (D3 Teknik Mesin angkatan 1995) dan  Sudjatmiko selaku CEO Asri Group (alumni  D3 Teknik Sipil angkatan 2000). Sarasehan ini dipimpin oleh moderator Isa Anshori, alumni dari Jurusan Administrasi Niaga yang kini menjadi Direktur Utama PT. Pos Indonesia – Malang. Sidik Ismanu, M.Si  selaku Pembantu Direktur (Pudir) III juga menghadiri acara. Sedangkan peserta sarasehan berasal dari delegasi Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema dan delegasi mahasiswa tiap kelas.

Sidik Ismanu, M.Si selaku Pembantu Direktur(Pudir) III menyerahkan beasiswa dari PT. Chevron Indonesia sebesar RP 3.300.000 kepada 5 mahasiswa Polinema dalam acara Sarasehan Alumni , Sabtu(01/04).

Acara inti dari sarasehan ini adalah sharing materi dan motivasi lalu sesi tanya jawab seputar organisasi. “Berorganisasi dapat menjadi ajang untuk mempraktikkan teori, mengasah softskill, menyalurkan minat dan bakat, memperluas relasi serta wawasan karena tidak semua hal dapat dipelajari secara akademik. Dalam dunia kerja, pengalaman organisasi tidak hanya akan menambah nilai Curriculum Vitae (CV), tetapi juga membekali kita, misalnya kemampuan memanajemen waktu, berkomunikasi dan bernegosiasi,” papar Pak Sudjatmiko. Pak Affandi turut membagi kiat manajemen waktu, “Lakukan sesuatu di waktu orang lain tidak terbiasa melakukannya, jadikan jadwalmu efisien, dan jangan kalah dengan rasa malas!”

Usai sesi tanya jawab, terdapat penyerahan beasiswa dari PT. Chevron Indonesia sebesar Rp 3.300.000,-  kepada  5 mahasiswa Polinema, yaitu Ndari Puji Antoro Riezki (D3 Teknik Elektro), Binti Ruliana (D3 Teknik Kimia), Dheny Cipta F. (D3 Teknik Listrik), Risky Agung C. (D3 Teknik Mesin), dan Ade Kirana I. (D3 Teknik Telekomunikasi). Menurut Elly Setyo Astuti, ST.,MT. selaku ketua pelaksana, kriteria penerima beasiswa ini seperti pada umumnya, seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi tetapi keadaan ekonomi cenderung menengah ke bawah. Keaktifan berorganisasi juga menjadi nilai tambah. Acara diakhri dengan  launching  website  resmi IKA http://portalalumni.ac.id/ yang berisi informasi dari para alumni.

“Untuk adik-adik, dulu kami juga pernah mengalami idealisme yang tidak pada tempatnya. Pesan saya adalah jangan terlalu terpaku pada keahlianmu, tapi lihat juga apa yang dibutuhkan masyarakat. Menjadi expert memang bagus, tapi jika hanya mengandalkan hal itu saja ada kalanya kita akan kehilangan peluang. Cari ilmu sebanyak-banyaknya,” tutur Bapak Affandi. Sementara Ibu Elly berharap, “Semoga setelah diadakannya sarasehan ini, mahasiswa pasif dapat termotivasi untuk mengikuti organisasi dan mahasiswa aktif tidak melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa.”

(Andre, Nia)

Related Posts