Polinema Mobile Apps Competition, Wujud JTI Wadahi Kreativitas Mahasiswa di Bidang IT

Perwakilan panitia menyerahkan hadiah kepada Pejuang Hebat dari Polije sebagai juara ke-tiga Polinema Mobile Apps Competition, Sabtu (12-10). (Yossana)

Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) dibantu Workshop Riset Informatics (WRI) menyelenggarakan final Polinema Mobile Apps Competition (PAC), Sabtu (12-10) di Meeting Room 2 Gedung Sipil Lantai 6, Polinema. Berdasarkan pemaparan Muhammad Aylul Mutadoh, Wakil Ketua WRI, tujuan diselenggarakannya PAC adalah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa di bidang Information Technology (IT), khususnya aplikasi mobile. PAC tahun 2019 merupakan ajang skala nasional penyelenggaraan tahun ketiga, yang mana hanya berfokus pada mobile developer. “Kita khususkan pada mobile developer saja agar seimbang penilaiannya,” tutur Aylul.

Dalam penyisihannya, PAC diselenggarakan melalui dua tahap. Pertama, peserta mendaftarkan timnya sekaligus mengirimkan proposal tentang aplikasi yang mereka buat kepada panitia. Proposal yang masuk kemudian dinilai oleh tim juri dari Polinema. “Ada 60 proposal yang masuk, kemudian diambil 37 tim,” tutur Putra Prima, Ketua Panitia PAC. Peserta yang berjumlah 37 tim tersebut kemudian diwajibkan untuk mengirim video demo dan pengenalan aplikasi yang sudah mereka buat. Setelah pengumpulan video, diambil enam tim terbaik untuk mempresentasikan karyanya di babak final. Keenam tim tersebut yaitu XT Team dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Capybara dari Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang, Pejuang Hebat dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Seiko Studio dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), TimSolid dari Universitas Ma Chung, dan Aldebaran dari Polinema.

Peserta final PAC saat menunggu urutan untuk mempresentasikan karya aplikasinya kepada tim juri, Sabtu (12-10). (Yossana)

Sebelum melakukan sesi presentasi pada babak final, peserta dipersilakan untuk mengambil nomor urut dengan cara diundi. Setiap tim diberi waktu tiga puluh menit dengan pembagian lima belas menit presentasi, dan lima belas menit tanya jawab. Ada empat kriteria yang digunakan dalam penilaian final PAC tahun ini, diantaranya teknologi yang digunakan, prospek pemasaran ke depan, kesesuaian isi proposal dengan presentasi, dan manfaat dari teknologi tersebut bagi pengguna aplikasi. Pada penyelenggaraan PAC tahun ini, Capybara STIKI Malang keluar sebagai juara satu, dengan XT Team ITS di posisi ke-dua, dan Pejuang Hebat Polije di posisi ke-tiga. Juara harapan satu, harapan dua, dan harapan tiga masing-masing diraih oleh TimSolid Universitas Ma Chung, Aldebaran Polinema, dan Seiko Studio Unesa.

Dari segi publikasi, Putra Prima menuturkan bahwasannya informasi lomba dipublikasikan melalui media sosial (medsos), official partner dan pada beberapa komunitas di bidang IT. Hal ini sejalan dengan penuturan Yusuf, peserta dari Polije yang mengaku mengetahui informasi lomba dari medsos dan official partner event lomba. Di balik suksesnya acara, tentu besar harapan panitia, dan peserta agar acara dapat diselenggarakan lebih baik ke depannya. Yusuf berharap bahwa tahun depan panitia dapat menambah kategori lomba pada PAC. Sejalan dengan Yusuf, Putra Prima berencana menambah bidang lomba yang diselenggarakan di hari yang berbeda pada tiap lomba. “Untuk tahun depan kita akan tambah bidang lomba game developer,” pungkas Putra Prima.

(Jovita, Yossana)

Related Posts