Polinema 2019: Kabar Prodi Baru dan Bergabungnya Politeknik Kediri sebagai PSDKU

Politeknik Negeri Malang (dok. istimewa)

Politeknik Negeri Malang alias Kampus Biru kini terus berbenah. Hal yang paling kentara adalah penyelesaian gedung-gedung besar seperti Graha Polinema dan Gedung Kuliah Bersama. Belum lagi tahun 2018 Polinema mulai membangun hanggar pesawat untuk keperluan perkuliahan. Terdapat juga penambahan sarana prasana untuk kenyamanan mahasiswa. Namun diluar pembaruan yang kasat mata, Polinema juga berbenah di sisi akademis dan sistem. Tahun 2017 terdapat penambahan jumlah minggu, yang tentunya juga menyesuaikan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). Ditambah adanya sistem Kartu Rencana Studi (KRS) bagi mahasiswa, meskipun dalam prosesnya tak sama dengan yang ada di universitas.

Tak kalah santer diperbincangkan akhir-akhir ini adalah mengenai isu munculnya Program Studi (prodi) baru D3 Pertambangan dan bergabungnya Politeknik Kediri menjadi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dibawah naungan Polinema. Berikut beberapa rangkuman informasinya:

Program Studi baru D3 Pertambangan

Pembantu Direktur IV Polinema, Dr. Luchis Rubianto, LRSC., MMT, membenarkan mengenai hal ini. “Tenaga kerja dalam bidang tersebut kebutuhannya meningkat. Sehingga kita berasumsi bahwa salah satu prodi yang nanti lulusannya akan dibutuhkan dan diserap di dunia kerja adalah pertambangan.” Tutur beliau mengenai alasan didirikannya prodi baru ini. Realisasi dibukanya D3 Pertambangan di Polinema diharapkan dapat terlaksana tahun 2019. Ada dua pendekatan yang dapat lakukan, pendirian prodi melalui jalur normal dan penugasan. Jalur normal adalah dengan pengajuan proposal. Sedangkan penugasan adalah memohon agar polinema diberi tugas untuk mendirikan prodi pertambangan. Kedua jalur tersebut tetap sama berujung ke pihak Kemenristekdikti. Salah satu syarat untuk mendapatkan penugasan adalah kerja sama dengan industri. Menjawab syarat tersebut, Polinema sudah bekerja sama dengan empat industri bidang pertambangan, salah satunya adalah Inalum. Ditanya tentang jalur masuk prodi baru ini, Pak Luchis menjelaskan bahwa ini bergantung pada keluarnya Surat Keputusan Menteri. “Jalur masuk pertambangan masih menunggu SK dari menteri. Jika turun saat sebelum PMDK, maka diikutkan PMDK tidak masalah. Jadi tergantung SK menteri.” Namun hingga dibukanya jalur masuk PMDK awal februari ini, belum ada pilihan mengenai prodi D3 Pertambangan di daftar prodi pilihan web spmb.polinema.ac.id.

Setelah dibukanya prodi baru D3 Teknik Konstruksi Jalan, Jembatan dan Bangunan Air (TKJJBA) tahun lalu, Jurusan Teknik Sipil rencananya juga akan menanungi prodi baru D3 Pertambangan ini. Kuota mahasiswa yang diterima belum ditentukan angkanya, namun mengenai kematangan dibukanya prodi baru memang benar adanya.

Politeknik Kediri menjadi PSDKU Polinema

Politeknik Kediri kini berubah menjadi PSDKU Polinema. Merunut dari Permenristekdikti Nomor 1 tahun 2017, PSDKU adalah program studi yang diselenggarakan di kabupaten/kota/kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama. PSDKU dapat dibuka di provinsi yang sama dengan provinsi letak Kampus Utama berada, atau provinsi yang berbeda dengan provinsi dimana Kampus Utama berada. Berbeda dengan PDD, ketika sudah PSDKU maka perguruan tinggi memiliki status yang sama dengan kampus utama.

Direktur Politeknik Kediri sebelum berstatus PSDKU, Drs. Bambang Sukodiono M.T, mengatakan bahwa berubahnya Politeknik Kediri menjadi PSDKU Polinema adalah bentuk antisipasi alih status menjadi perguruan tinggi negeri. Perubahan Politeknik Kediri yang diajukan menjadi Politeknik Negeri Kediri ‘ditunda’ karena adanya moratorium dari Direktur Jenderal Dikti. Moraturium sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penangguhan atau penundaan.  Politeknik Kediri baru mengajukan alih status karena menunggu penyelesaian bangunan Kampus 2 yang berada di jalan Lingkar Maskumambang, Mojoroto, Kota Kediri. Kini, posisi tertinggi di PSDKU Kediri adalah program studi, dan tidak ada lagi sebutan Politeknik Kediri. Dengan demikian direkturnya hanya satu di Polinema. Jika moratorium dicabut oleh pemerintah, PSDKU Polinema Kediri nantinya dapat berganti Politeknik Negeri Kediri. Namun, belum ada kepastian berapa lama moratorium tersebut akan berlaku. Setelah proses birokrasi, penyerahan aset dan syarat lainnya, Politeknik Kediri dikelola oleh Polinema. Kampus di Kediri nantinya akan menerima limpahan mahasiswa, namun untuk wisuda akan tetap di Polinema.

Dengan adanya bermacam kebaruan di Kampus biru, tetap diharapkan kampus ini dapat melahirkan lulusan yang siap bersaing dan mencetak prestasi akademis yang lebih baik. Perbaikan sarana, prasarana, sistem, kualitas SDM harus dilakukan secara beriringan agar mencapai hasil yang maksimal.

Pewawancara : Nia Restiana

Diolah Oleh : Faridatul Zazilah

Related Posts