Fri. Dec 4th, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Polemik di Balik Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Ribu

3 min read

Ilustrasi peluncuran uang baru Rp75.000,00 di seluruh wilayah Indonesia. (Sinta Y)

Perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke–75 tahun ini memiliki keunikan tersendiri. Hal ini ditandai dengan peresmian Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.00,00 pada 17 Agustus 2020. Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia, uang baru itu dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, sekaligus merupakan Uang Peringatan.

Peluncuran UPK dilakukan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo secara virtual pada Senin, (17-08) “Uang tersebut merupakan momentum untuk mensyukuri kemerdekaan RI, walaupun saat ini kita berada di tengah pandemi yang belum usai,” ujar Sri Mulyani.

Uang Rp75.000,00 ini merupakan Uang Peringatan Kemerdekaan keempat yang dikeluarkan oleh BI. Uang Peringatan Kemerdekaan sebelumya telah dikeluarkan pada peringatan kemerdekaan yang ke-25 tahun 1970, kemudian ke-45 tahun 1990, dan ke-50 tahun 1995. “Ke depannya Insya Allah pengeluaran uang peringatan kemerekaan akan dilakukan setiap 25 tahun sekali,” jelas Perry Warjiyo.

Uang ini dapat diperoleh dengan cara menukarnya di aplikasi berbasis situs web di tautan https://pintar.bi.go.id mulai tanggal 17 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB, sedangkan penukaran uang offline dapat dilakukan di Kantor BI dan kantor bank umum yang telah ditunjuk dan bekerja sama dengan BI. “UPK ini dapat dimiliki seluruh Warga Negara Indonesia yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk, di mana satu KTP hanya berlaku untuk satu lembar UPK,” ujar BI.

Tidak Ada Hubungannya dengan Redenominasi Ataupun Inflasi

Dilansir dari cnnindonesia.com, Akhmad Akbar Susamto, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menyatakan bahwa peluncuran UPK ini tidak akan mempengaruhi inflasi dikarenakan tiga faktor.

Faktor pertama adalah penerbitan, uang ini hanya dicetak satu edisi dalam 25 tahun dan terbatas yaitu 75 juta lembar atau setara dengan Rp5,62 triliun. Lalu untuk mendapatkannya harus menukarkan uang denan nilai yang sama ke BI, sehingga jumlah uang yang beredar sama dengan uang yang masuk. Kedua, motivasi masyarakat untuk memiliki UPK hanyalah untuk koleksi saja, sehingga menahan uang baru beredar. Ketiga, uang dikeluarkan di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Saat pandemi, masyarakat mengalami kesulitan pendapatan dan cenderung menahan konsumsi belanja. Sementara, perusahaan-perusahaan juga masih menahan diri dan fokus pada upaya untuk bertahan di tengah pandemi.

“Jadi, kalau pun ada dampak dari penerbitan pecahan uang kertas baru, dampak itu cenderung kecil,” lanjut Akhmad.

Uang Peringatan Kemerdekaan Rp.75.000

(Sumber: makassar.tribunnews.com)

Aspek lain yang dipertanyakan adalah penulisan angka 75 yang ditulis lebih besar daripada tiga angka di belakangnya. Beberapa masyarakat mengaitkannya dengan redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang. Namun dilansir dari kompas.com, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengonfirmasi bahwa penulisan angka 75 yang lebih besar dari ketiga angka nol adalah sebagai bentuk penekanan pada perayaan ulang tahun RI ke-75.

Dijual hingga Jutaan Rupiah

Tak menunggu lama, uang baru ini sudah diperjualkan di lapak e-commerce seperti Shopee dan Bukalapak. Dilansir dari CNNIndonesia.com, mereka memasang harga yang tinggi untuk setiap lembar uang. Sebelumnya, pelapak shopee, Poker Walet yang berlokasi di Jakarta Utara diketahui menjual UPK seharga Rp8.880.000,00/lembar. Sedangkan di Bukalapak, dijual seharga Rp50.000.000,00 oleh Pelapak dengan nama akun Ridho Rizki Darmawan. Ia mendeskripsikan uang tersebut sebagai barang original, mulus, masih dalam plastik bawaan dari Bank Indonesia.

(Sumber: doc Bukalapak)

Menanggapi hal tersebut, Shopee langsung menendang produk yang menjual uang baru Rp75.000,00 seharga jutaan rupiah dari aplikasi mereka. “Saat ini, kami telah memastikan semua produk terkait dan toko yang menjual uang tunai Rp75.000,00 dengan harga tidak sesuai dari aplikasi. Shopee sudah diturunkan,” ujar Public Relations Lead Shopee Indonesia, Aditya Maulana Noverdi.

Tindakan yang sama juga dilakukan Bukalapak, Senior Corporate Communications Manager Bukalapak, Gicha Graciella mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring dan seleksi yang ketat mengenai adanya iklan UPK Rp75.000,00 yang dijual jutaan rupiah. “Bila kedapatan ada pelapak yang mengupload, kami segera turunkan produk tersebut dari marketplace kami,” kata Gicha dalam keterangannya kepada Tempo Rabu, (19-08).

BI mengingatkan masyarakat bahwa nilai UPK adalah sesuai dengan harga yang tertera. Pernyataan ini disampaikan merespons adanya penjualan uang baru tersebut hingga puluhan juta. “Sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh BI, secara resmi uang tunai ini hanya dapat diakses melalui BI, Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, serta CIMB Niaga setelah melakukan pemesanan online melalui aplikasi dan atau situs resmi BI,” ungkapnya.

(Sinta Y, Nabila, Aura)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.