Mon. Sep 21st, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

PKL Online dan Proyek, Kebijakan Alternatif saat Pandemi

4 min read

PKL online sebagai salah satu kebijakan PKL di Polinema saat pandemi. (Sukma)

 

22 juni 2020, adalah hari pertama Bayu Akhmad Fauzi, mahasiswa Jurusan Akuntansi untuk mulai melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bea Cukai Malang. PKL kali ini berbeda dengan biasanya, sebab di masa pandemi ini, kantor PKL nya menerapkan model kerja secara online dari rumah atau Work From Home (WFH). Setiap harinya, Senin hingga Jumat, mulai pukul 8 pagi ia menerima tugas dari pegawai koordinator untuk dikerjakan dan dikumpulkan saat akhir masa PKL.

Bayu mengaku lebih santai dalam melaksanakan PKL karena semua pekerjaan dilakukan dari rumah. Meski begitu, ia merasa PKL ini terasa kurang lengkap, karena tidak merasakan suasana kerja secara langsung di tempatnya.

“Gak enaknya itu gak bisa ngerasain PKL secara langsung di tempat instansi, kurang pengalaman PKL, bahan buat laporan PKL masih belum lengkap,” ujar Bayu saat diwawancarai via WhatsApp pada Jumat (17-07).

Namun, tidak semua mahasiswa menerapkan PKL secara WFH. Terdapat juga mahasiswa yang melakukan PKL secara offline. Yoga Adi Pangestu, mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga (AN), sejak tanggal 6 Juli melaksanakan PKL di PT. Cast Inspection and Engineering, Batam secara offline dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ia mengungkapkan jika PKL dalam situasi pandemi ini memberikan pengalaman baru. “Ya dapat pengalaman baru, PKL di situasi pandemi kayak gini. Dengan memperhatikan protokol kesehatan kayak cuci tangan dulu, pakai masker, tes suhu, dan lain sebagainya,” ungkap Yoga.

 

Kebijakan Polinema Tentang PKL di Tengah Pandemi

Bulan Juni hingga Agustus, Polinema memasuki bulan-bulan dilaksanakannya PKL. Polinema yang identik dengan lulusan siap kerja menjadikan PKL sebagai program andalannya untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja yang nyata.

Beradaptasi dengan pandemi, Polinema mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mahasiswanya agar tetap bisa melaksanakan PKL tepat waktu. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT, selaku Pembantu Direktur (Pudir) I mengungkapkan bahwa pihak kampus memberi opsi untuk menunda PKL atau tetap melaksanakan PKL sesuai dengan kebijakan perusahaan. Setiap perusahaan memiliki sistem kerja yang berbeda, offline ataupun online.

Selain itu, kampus juga memberi solusi lain seperti melakukan PKL di area kampus jika ia tidak dapat menemukan perusahaan sebagai tempat PKL atau tidak ingin menunda PKL.

“Mahasiwa boleh mengajukan penundaan PKL. Kalau butuh surat pengantar dari kami, silakan ajukan permohonan untuk membuat surat penundaan PKL. Harapannya pihak industri juga paham dan bisa mere-schedule jadwal PKL,” tutur Pudir I Polinema saat diwawancarai via WhatsApp pada Jumat (31-05).

Penundaan ini bukan berarti tanpa konsekuensi. Pudir 1 menambahkan, jika penundaan nantinya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar bahkan berakibat pada tabrakannya jadwal Tugas Akhir (TA) atau skripsi di semester depan.

“Karena kalau dilaksanakan di semester depan bersamaan dengan penyusunan tugas akhir atau skripsi, mereka harus bisa mengatur waktu supaya skripsi atau tugas akhirnya tidak terganggu dan kegiatan PKL tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda penyusunan tugas akhir atau skripsi,” ujar Drs. Joni Dwi Pribadi, M.AB. selaku Ketua Jurusan (Kajur) AN saat diwawancarai via WhatsApp pada Jumat (17-07).

 

PKL Proyek Sebagai Opsi Alternatif

Solusi lain yang ditawarkan kampus selain penundaan, adalah PKL berbasis Proyek. Model PKL ini mengharuskan mahasiswa membuat kegiatan ataupun program bantuan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang setara dengan PKL.

“Dan jika memang keadaan masih mendesak, mahasiswa bisa mencari PKL pengganti, dalam hal ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat kondisi seperti ini dan itu bisa kita akui setara PKL,” ungkap Pudir I.

Jurusan yang telah menginformasikan tentang PKL model ini adalah Administrasi Niaga (AN). PKL Proyek menjadi opsi bagi mahasiswa yang belum mendapat tempat PKL. Dengan model ini, mahasiswa dapat membantu UMKM untuk memperbaiki ataupun meningkatkan perekonomian usaha mereka. Pengerjaanya pun dapat dilakukan dari rumah, namun tetap dengan koordinasi bersama pihak UMKM.

“Misalkan untuk Prodi Manajemen Pemasaran bisa mengusulkan strategi penjualan secara online pada UMKM kalau sebelumnya mereka hanya melakukan penjualan secara offline,” ujar Kajur AN.

Namun, saat diinformasikan, opsi PKL Proyek menuai protes dari orang tua mahasiswa. “Pernah ada orang tua mahasiswa yang bertanya tentang  PKL berbasis Proyek. Mereka memandang seperti kenapa sekolah tinggi-tinggi kok PKLnya di UMKM,” ungkap Kajur AN.

Maulidia Nastiti Nafi’ah, mahasiswa jurusan Teknik Elektro juga merasa membenarkan alasan tersebut. “Tujuan dari PKL tersebut adalah bagaimana kita mengimplementasikan teori dan praktek yang didapat di kampus ke lapangan kerja dan hal tersebut tidak efektif baik untuk anak teknik maupun tata niaga,” ungkap Lidya.

Meski begitu, Kajur AN meyakinkan bahwa PKL Proyek cocok dilakukan di tengah pandemi seperti saat ini karena mahasiswa dituntutun untuk memberikan solusi bagi UMKM yang terdampak pandemi.

“PKL berbasis Proyek itu nanti diharapkan masing-masing mahasiswa dapat berkontribusi untuk perbaikan kondisi di UMKM pada masa pandemi. Jadi banyak UMKM yang usahanya terganggu maka diharapkan dengan PKL ini mahasiswa dapat berkontribusi, memberikan solusi supaya UMKM bisa bangkit lagi,” ungkap Kajur AN.

 

Birokrasi PKL yang Dipermudah

Terkait situasi pandemi seperti ini, terdapat beberapa kendala dari mahasiswa saat melakukan proses birokrasi PKL. “Minta surat pengantarnya juga waktunya lama karena tidak bisa ngurus langsung harus melalui admin. Proses lama ini karena admin juga ngurus anak TA jadi prosesnya agak lama,” tutur Yoga.

Untuk mahasiswa yang tetap melanjutkan pelaksanaan PKL, terkait prosedur perizinan PKL, pihak jurusan mengimbau untuk dapat dilakukan secara online. Kemudian untuk persetujuan pengajuan pelaksanaan PKL, tidak harus tanda tangan. Jadi, pihak jurusan akan lebih fleksibel dan tidak mempersulit mahasiswa terkait dokumen maupun perijinan yang lainnya.

“Ada admin khusus di AN ini yang melayani komunikasi baik mahasiswa dengan dosen pembimbing, mahasiswa dengan kantor pusat itu kami fasilitasi semua. Jadi file-filenya dikirim ke staf yang menangani masalah PKL kemudian nanti diproses lebih lanjut,” jelas Kajur AN.

 

(Adinda N, Sukma, Salsabila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.