Penantian yang Tertunda

Berteman sepi,

Bersama hembusan angin

Yang berhenti menyapa

Dibawah terik surya

Yang enggan lagi bersama

 

Adalah Aku

Yang lebih dulu memilih menanti

Memendam curahan jiwa

Hingga berujung sesal kecewa

 

Di ujung penantian,

Juga pengisi kesunyian

Memaksaku untuk bertahan

Acuh dengan jeritan jiwa

Yang mengalun syahdu perihal kamu

 

Aku,

Pengagummu dalam diam

(Cavalera)

Related Posts