Pemira, Pesta Demokrasi Mahasiswa Polinema

Orasi Capres Wapres BEM urut 1

Orasi pasangan Capres dan Cawapres BEM nomor urut 1 di Aulia Pertamina, Polinema(05/01).

 

Pemilihan Raya (Pemira) merupakan program kerja tahunan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang dikerjakan bersama delegasi tiap-tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Pemira bertujuan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ketua Umum DPM Polinema. Tahun ini Pemira dilaksanakan sejak tanggal 24 November 2016 – 24 Januari 2017. Secara garis besar, tahapan Pemira terbagi atas Tahap Interview(9/12), Orasi (05/01), Kampanye(9/01), Masa Tenang(15/01), Pemungutan Suara (16/01), Perhitungan Suara dan Pengumuman Hasil Pemira (24/01).

Tahap paling awal adalah tahap Interview. Pada tahap Interview, panitia melakukan Interview kepada pasangan kandidat yang mendaftarkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta Ketua Umum DPM. Dua pasangan kandidat terpilih yang lolos tahap Interview berhak melanjutkan ke Tahap Orasi. Dua pasangan kandidat Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) BEM terpilih adalah Fabian Eka Firera dan Husni Faisal Dwi K. serta Muhammad Idrus dan Achmad Ainur Rohman A. H. Adapun dua kandidat terpilih Ketua Umum DPM adalah Mariam Monica R. dan Achmad Muchyidin A.

Tahap Orasi adalah tahap pengenalan diri dan penyampaian visi misi kandidat Presiden dan Wakil Presiden BEM Polinema serta Ketua Umum DPM. Mahasiswa umum dapat menghadiri acara ini, sebagai bentuk antisipasi apabila terkendala jadwal kuliah setiap kelas diwajibkan mengirim dua delegasi. Setelah penyampaian visi misi, terdapat sesi tanya jawab untuk kandidat Presiden dan Wakil Presiden BEM Polinema. Mahasiswa boleh mengajukan pertanyaan untuk lebih mengenal karakter kandidat dan visi misi yang akan dijalankan.

Tahap kampanye hanya diberikan kepada kandidat Presiden dan Wakil Presiden BEM karena seluruh mahasiswa memiliki hak suara. DPM tidak memerlukan tahap kampanye karena pemilihan dilakukan dalam lingkup internal secara aklamasi (7/01). Sayang, tahap kampanye tidak dapat dilakukan. “Miskomunikasi dengan panitia menyebabkan kedua kandidat BEM tidak siap berkampanye. Kami baru mengetahui tahapan ini di hari terakhir kampanye,” ungkap Husni, kandidat Wapres BEM nomor urut 1. Otomatis, rentang waktu antara Tahap Orasi dan Pemungutan Suara dapat dikatakan sebagai masa tenang. Bilik suara pemilihan kandidat Presiden dan Wakil Presiden BEM tersedia di setiap jurusan selama tiga hari sesuai jadwal.

Dari hasil total 2709 suara, pasangan kandidat nomor urut 1 mendapatkan 1430 suara sah dan pasangan kandidat nomor urut 2 mendapatkan 611 suara sah. Maka yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM Polinema adalah Fabian Eka Firera dan Husni Faisal Dwi K. Ketua Umum DPM yang terpilih secara internal tersebut adalah Achmad Muchyidin A.

Pasangan Presiden dan Wakil Presiden BEM dan Ketua Umum DPM Polinema akan dilantik bersama pemimpin-pemimpin Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) OKI Polinema. Fikri, panitia Pemira berharap, “Semoga pemimpin OKI dapat lebih baik lagi, bertanggung jawab dan dapat menjadi aspirasi mahasiswa.”

(Rona Mercylina, Rifky Prayanta)

Related Posts