Pemilihan Raya, Menyelisik Animo Mahasiswa

Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2018/2019 memimpin Pembacaan Sumpah Jabatan diikuti oleh seluruh Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) di Ruang Rapat Pimpinan gedung AA, Politeknik Negeri Malang (05/02). (Qolbil)

Pergantian tahun 2017 menuju 2018, mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) 2018. Pemira merupakan serangkaian acara yang rutin diadakan setiap tahun untuk memilih Presiden dan wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan kepanitiaan terdiri dari perwakilan setiap Organisasi Kemahasiswa Intra (OKI) Polinema. Sedangkan untuk Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dipilih melalui rapat Lembaga Tinggi Polinema. Serangkaian kegiatan pemira antara lain, pendaftaran calon kandidat, orasi kandidat terpilih, kampanye, pemilihan, dan pelantikan ketua umum seluruh OKI Polinema. Pelantikan diselenggarakan pada hari Senin, (05/02) di Ruang Rapat Pimpinan Gedung AA Polinema. Acara ini dihadiri oleh Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, M. MT., MM, serta Pembantu Direktur (Pudir) I, II, III, IV, beberapa Dosen Pembina Kemahasiswaan (DPK) dan Ketua Jurusan (Kajur).

Pasangan Presiden dan Wakil Presiden BEM yang terpilih adalah Mohamad Koirul Naim dari Jurusan Teknik Elektro dan Raden Bayu Ramadhan dari Jurusan Teknik Mesin dengan perolehan suara sebanyak 944 suara dari 2321 total suara. Bhakti Pradana Roesyadi, Ketua Umum DPM periode 2018/2019 mengungkapkan, “Pemira tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin karena terdapat inovasi didalamnya, misalnya dengan bekerja sama dengan himpunan jurusan untuk pengambilan suara ke setiap kelas, namun masih ada yang harus dibenahi lagi. Seperti cara pengambilan suaranya yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Pemira yang ada,” ungkapnya. Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini juga menyinggung sedikit mengenai antusiasme mahasiswa dalam pemira yang sudah lebih baik daripada tahun lalu, walaupun ada beberapa mahasiswa yang belum berpartisipasi. Hal yang sama juga dirasakan oleh Fabian Eka Firera, Presiden BEM periode 2017/2018, “Untuk antusias mahasiswa dalam mengikuti pemira tahun ini sangat bagus, namun ada beberapa koreksi pribadi sebagai mahasiswa Polinema. Seperti tidak perlunya menyampaikan kesalahan, luka, dan aib di muka umum saat orasi karena akan mencoreng nama baik OKI sendiri.” Ungkapnya.

Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, M. MT., MM saat melantik Ketua Umum DPM, Bhakti Pradana Roesyadi, Senin (05/02). (Qolbil)

Meski begitu, masih ada beberapa mahasiswa yang belum memberikan suara dalam pemira, bahkan tidak mengetahui tentang pemira 2018 ini. Seperti yang diungkapkan oleh Imeldha Firdhauziah, mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga Program Studi D-III Administrasi Bisnis, “Saya tidak tahu apa itu pemira, karena saya tidak mendapatkan informasi ataupun berita mengenai pemira, kalau memang ada, berarti saya kurang up to date.” Ungkapnya. Berbeda dengan Rachmad Rizqi Awaludin, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Program Studi D-III Akuntansi mengatakan bahwa ia mengetahui mengenai pemira meski tidak mengikuti proses orasi dan pemungutan suara. Keduanya memiliki harapan yang sama, yaitu menginginkan Presiden dan Wakil Presiden BEM terpilih mampu mengemban amanah dan tanggung jawab. Selain itu Presiden dan Wakil Presiden diharapkan dapat menjadikan civitas akademika Polinema lebih maju, dengan mengadakan kegiatan yang menunjang aktivitas mahasiswa, tanpa menurunkan minat mahasiswa untuk berpartisipasi. Fabian juga sempat menyampaikan harapannya seiring dengan terpilihnya Presiden BEM yang baru, “Pemimpin baru harus bisa lebih amanah, bertanggung jawab, dan membawa OKI Polinema jauh lebih maju dan baik lagi kedepannya. Apapun luka yang ada di OKI cukup ada di OKI, tidak perlu disampaikan di muka umum, selalu bersikap bijaksana dalam menjaga kerukunan di  internal masing-masing dan antar organisasi.” Tegasnya.

 

(Hasib, Mirna, Wulan)

Related Posts