Orasi Ilmiah Sebagai Ajang Publikasi Karya Intelektual

Senat  Politeknik Negeri Malang menyimak pemaparan Orasi Ilmiah dari Orator Ketiga, Dr. Drs. Mohamad Sinal, SH., MH., M.Pd Rabu (28/03). (Mauliya) 

 

Orasi Ilmiah adalah agenda tahunan dari Polinema dalam rangka Dies Natalis yang diadakan satu kali dalam setahun. Acara inti dari acara ini adalah memberikan wadah kepada dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk menyampaikan karya ilmiahnya. Orasi menurut Yan Watequlis Syaefudin ST., MMT, Dosen Teknologi Informasi Polinema adalah sekumpulan hasil rumusan dari pengalaman setiap orator dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang diramu menjadi suatu hasil kesimpulan yang disampaikan dalam orasi ilmiah. 

Polinema kembali mengadakan orasi ilmiah di Aula Pertamina (Auper) dalam acara “Rapat Terbuka Senat Politeknik Negeri Malang Dalam Rangka Dies Natalis Ke-36”, Rabu (28/03). Bapak Yan selaku ketua panitia orasi ilmiah 2018 memaparkan bahwa acara yang mengusung tema sesuai dengan Dies Natalis Polinema “Tranformasi Politeknik Negeri Malang Menuju Pendidikan Tinggi Vokasi yang Edukatif,  Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing Global” ini, bertujuan untuk mempublikasikan hasil karya intelektual dari staff pengajar di Polinema dalam bentuk orasi ilmiah. Selain para senat, acara ini turut dihadiri oleh civitas akademika Polinema diantaranya dosen aktif seluruh jurusan di Polinema, Perwakilan Mahasiswa dari masing-masing ketua umum Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema dan dimeriahkan oleh Theatrisic Student Choir Polinema (TSCP).  

 

Penampilan Theatrisic Student Choir Polinema (TSCP) pada acara Rapat Terbuka Senat Polinema Dalam Rangka Dies Natalis Ke-36, Rabu (28/03). (Mauliya)

 

Konteks Orasi Ilmiah dari tahun ke tahun tak jauh beda, hanya terletak pada orasi dari setiap orator. Untuk tahun 2018 dibuat sedikit berbeda dengan menampilkan profil video setiap orator. Selain agar orator dapat membagikan pengalaman dan publikasinya dapat tersampaikan ke khalayak umum, video tersebut juga dimaksudkan untuk menambah motivasi orator berkarya lebih tinggi lagi kedepannya. “Para Orator juga harus mempunyai riwayat penelitian dalam pengabdian yang cukup panjang dan terutama publikasi ilmiah, jika mereka punya pengalaman panjang, saya kira pengalaman panjang itu dirumuskan dalam sebuah orasi ilmiah.” Imbuh Bapak Yan Watequlis 

Dalam Orasi Ilmiah tersebut salah satu dosen yang menjadi Orator adalah Dr. Drs. Mohamad Sinal, SH., MH., M.Pd. Beliau memaparkan “Membangun Rasa Setia Kepada Hukum dengan Kecerdasan Bahasa”. Dalam Orasinya, beliau menjelaskan bahwa beliau ingin membentuk, membangun dan menciptakan rasa setia pada hukum, yang dapat membangun jiwa seseorang agar orang tersebut mampu membentuk kehidupan yang beradab. Menurut dosen Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) ini, kehidupan beradab adalah kehidupan yang memiliki tata nilai atau norma yang berlaku di Indonesia, baik norma hukum,  norma agama, norma sosial dan norma susila. ” Hukum itu tidak hanya berlaku dalam  lingkup lokal saja. Namun juga harus berlaku pada tingkat nasional dan internasional,” jelas Bapak Sinal. 

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Polinema 2018/2019, Mohamad Koirul Naim, yang turut hadir dalam orasi ilmiah mengungkapkan bahwa antusiasme dari peserta yang hadir masih minim karena penyajian orasi dari setiap orator tidak berlangsung secara dua arah. Dua arah menurutnya adalah saling menatap satu sama lain antara orator dan peserta orasi. Penyajian orasi menurutnya hanya sebatas formalitas membaca teks dan tidak adanya bentuk improvisasi. Ia berharap Orasi Ilmiah ini menjadi salah satu referensi untuk mahasiswa tingkat akhir dalam mengerjakan Tugas Akhir (TA) atau Skripsi. 

 

(Adzim, Hasib, Mauliya, Radhika, Shanty) 

Related Posts