Sun. Jan 17th, 2021

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Orasi Daring Pemira 2020, Konsep Baru Masalah Baru

2 min read

Ilustrasi pelaksanaan orasi tatap muka secara daring. (Adinda)

            Masa orasi dan kampanye Pemilihan Raya (pemira) Politeknik Negeri Malang (Polinema) 2020 telah selesai dilaksanakan pada Selasa (08-12). Kali ini dikarenakan faktor pandemi, pemira pun dilaksanakan secara daring. Orasi dilaksanakan melalui platform Zoom selama tiga hari pada tanggal 06–08 Desember 2020 dengan dibagi beberapa jurusan di setiap harinya. Hari pertama Jurusan Administrasi Niaga, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin pada. Jurusan Teknologi Informasi dan Akuntansi untuk hari kedua. Lalu Jurusan Teknik Kimia dan Teknik Sipil untuk hari ketiga. Melalui orasi ini Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta calon Steering Committe (SC) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) mengampanyekan visi misi mereka.

           Namun, selama pelaksanaan orasi dan kampanye ini ditemui beberapa masalah. Dari pantauan reporter kami, saat orasi baik dari calon SC ataupun capres BEM tidak ditampilkan visi misi secara tertulis. Padahal tampilan visi misi penting agar mahasiswa dapat menilai visi misi calon secara mendetail serta meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk bertanya. Setelah mendapat protes dari mahasiswa, barulah visi misi ditampilkan meski hanya dalam bentuk ketikan.

           “Saat orasi Capres dan Cawapres BEM sudah dilakukan share screen, tetapi keliatan panitia tidak siap karena saat share screen panitia masih mengetik nama Capres BEM,” ujar salah satu peserta orasi Rizzal Fierdhiansyach Pratama Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program Studi D4 Keuangan.

            Masalah selanjutnya adalah pelaksanaan orasi yang mundur dari jadwal di pamflet dan durasi sesi tanya jawab serta orasi yang singkat yaitu 30 menit. Jadwal yang awalnya 18.00—selesai berubah hingga mundur beberapa jam. Hal ini disesalkan oleh para peserta, salah satunya Fahreza Rafly Effendi mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Program Studi D3 Teknik Konstruksi Jalan, Jembatan, dan Bangunan Air. ia mengungkapkan jika orasi ini masih kurang efektif dan jadwalnya tidak sesuai rundown. “Menurut saya sangat tidak cukup, setidaknya butuh waktu yang banyak untuk menggali lebih jauh informasi tentang calon pemimpin,” terangnya.

            Ketika kami klarifikasi ke panitia, Bayu Aji Setia Budi selaku ketua pelaksana (kapel) Pemira mengakui jika dari panitia memang tidak menyediakan tampilan visi misi karena konsep orasi yang hanya mengandalkan pemaparan dari calon terkait. Sedangkan masalah jadwal yang berubah disebabkan oleh perubahan link, yang awalnya memakai dua link berubah menjadi satu link Zoom. Bayu mengakui itu disebabkan panitia yang kurang persiapan. “Selanjutnya mengenai sesi tanya jawab yang diklaim singkat, kami dari panitia sudah mengestimasi waktu dengan seadil-adilnya,” ujar Bayu.

            Dalam orasi ini, setelah penyampaian visi misi, peserta diberikan kesempatan bertanya. Selain orasi tatap muka, juga terdapat orasi visual dalam bentuk video pengenalan visi misi calon di IG TV instagram Pemira. Adapun paslon nomor urut 01 adalah David Orlando sebagai Capres dengan Cawapres Firman Rohmandhani, serta paslon nomor urut 02 Paramadina Indonesia Junior sebagai Capres bersama Cawapres Abdillah Iklasul Amal.

            Pemira daring ini memanglah hal yang baru. Namun, konsep baru tentu mengakibatkan masalah baru juga. Terbukti dengan ketidaksiapan dalam hal teknis, pemilih menjadi terhambat untuk mengenali calon lebih dalam. Selanjutnya, debat Capres akan dimulai pada 12 Desember. Akankah masalah ini dijumpai lagi?

 (Adinda Nur S, Resa M, Sinta Y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.