Niyama, Sungai Ala Jepang di Nusantara

Warna air sungai yang hijau membuat Sungai Niyama terlihat indah.

(Sumber: mysocialmate.com, Juli 2018)

Berkunjung ke sungai dapat menjadi salah satu alternatif mengisi waktu libur panjang terutama bagi kaum penikmat wisata alam. Hal tersebut dikarenakan berwisata ke sungai sangat menyenangkan, seperti dapat bermain air sekaligus menikmati pemandangan bebatuan sungai dan air mengalir. Salah satu sungai wisata yang  dapat menjadi alternatif mengisi waktu libur adalah  Sungai Niyama. Sungai ini sangat indah seperti Sungai Shōyang  di Jepang. Meskipun nama dan tempat yang terkesan ala Jepang, namun Sungai Niyama tidak berada di Jepang. Sungai ini berada di sebelah barat Pantai Popoh, tepatnya di Dusun Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Nama Sungai Niyama berasal dari Bahasa Jepang, ni berarti dua, dan yama berarti gunung. Sungai Niyama berarti sungai yang diapit oleh dua gunung, salah satunya Gunung Budheg. Selain memiliki nama yang unik, sungai ini juga memiliki panorama yang menarik.  Gradasi warna air sungai yang biru kehijauan membuat Sungai Niyama serupa dengan sungai-sungai di luar negeri, terutama di Jepang, sehingga sangat cocok jika disebut sebagai sungai ala Jepang yang ada di Nusantara.

Rute  menuju Sungai Niyama tidak terlalu sulit, cukup mengikuti arah Pantai Sidem yang searah dengan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Setelah itu, turun menuju arah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tulungagung sampai menemukan rumah gubuk yang bisa digunakan sebagai tempat parkir. Perjalanan dilanjutkan dengan turun dari tempat parkir menuju ke lokasi. Jalan yang dilewati mulus dan sejuk karena terdapat banyak pepohonan hijau. Namun, dikarenakan tidak ada papan penunjuk arah menuju sungai, pengunjung disarankan untuk bertanya ke warga sekitar. Selain akses yang cukup mudah, untuk menikmati keindahan Sungai Niyama tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Dikarenakan belum adanya pihak yang bersedia mengelola secara resmi, menyebabkan fasilitas umum yang disediakan di sekitar Sungai Niyama masih sangat minim.

Panorama pepohohan, bebatuan dan aliran air sungai yang menyerupai air terjun.

(Sumber: Friyanrahmad.blogspot.com, Juli 2018)

Sesampainya di lokasi, mata akan dimanjakan dengan keindahan aliran sungai yang mengalir di atas bebatuan. Dengan kedalaman dua sampai tiga meter, Sungai Niyama memiliki batuan besar yang membuat pengunjung dengan mudah  menikmati seluruh sisi sungai dan berburu foto di atas bebatuan. Pepohonan rindang nan hijau pun turut menghiasi tempat tersebut. Selain itu, di seberang sungai terdapat sebuah terowongan yang merupakan hasil kerja paksa atau romusa pada tahun 1942—1945. Terowongan ini digunakan sebagai sarana mengalirkan kelebihan air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Saat ini, terowongan tersebut mengalirkan air yang nantinya akan melewati susunan batuan dan dataran dengan ketinggian berbeda sehingga menyerupai air terjun.

Bagi pengunjung yang hendak ke Sungai Niyama,  dianjurkan berkunjung pada  musim kemarau. Warna air sungai pada musim kemarau cenderung jernih dengan kondisi air yang surut, sehingga tidak membahayakan pengunjung. Selain itu, pengunjung disarankan agar membawa perbekalan yang cukup, mengingat minimnya fasilitas umum di sekitar sungai. Dengan keindahan serta belum terjamahnya Sungai Niyama, ada baiknya  pengunjung tetap menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga, dengan keasrian dan view instagramable yang disuguhkan Sungai Niyama, diharapkan tempat tersebut dapat dikenal lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

(Jovita Amilia)

Related Posts