Munculnya Gerakan Relawan di Kota Malang untuk Menghadapi COVID-19

Relawan ACT mempersiapkan cairan untuk penyemprotan disinfektan.

(Sumber: Dokumen istimewa)

 

Di Malang, tengah muncul gerakan relawan sebagai bentuk bantuan terhadap masyarakat di tengah pandemik COVID-19. Mereka menjadi relawan dengan beragam kegiatan seperti sterilisasi, edukasi COVID-19, galang dana, berbagi masker dan perlengkapan lainnya. Gerakan relawan ini didominasi oleh mahasiswa yang sedang menjalani kuliah daring.

Salah satunya adalah A. Nur Kholidi Elhaq, mahasiswa yang menjadi relawan dalam tim satuan tugas COVID-19 bentukan organisasi amal Aksi Cepat Tanggap (ACT). Ia mengetahui kegiatan ini dari akun Instagram ACT yaitu @actmalang, mereka membuka pendaftaran untuk relawan tim satuan tugas COVID-19. Kholidi menjelaskan tugas mereka adalah memberikan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di kota Malang.

“Kemarin kita bersama masyarakat sudah ke Kecamatan Lowokwaru, Blimbing, Klojen, Sukun, dan Kedungkandang untuk penyemprotan,” ujar Kholidi.

Mereka juga melakukan aksi pembagian makanan dan masker di berbagai rumah sakit di Kota dan Kabupaten Malang, diantaranya Rumah Sakit (RS) Saiful Anwar, RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), RS Umum Daerah Kanjuruhan, RS Umum Daerah Kota Malang.

Selain itu, terdapat juga relawan dari gerakan Malang Melawan COVID-19 yang digagas oleh Rahardian Satya Mandala, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kelompok relawan yang berjumlah lima mahasiswa ini bergerak atas inisiatif pribadi selama tujuh hari mulai 23–29 Maret 2020.

Rahadian Fitra, salah satu relawan gerakan ini menjelaskan kegiatan mereka adalah pembagian flyer edukasi COVID-19, pembagian seribu masker, multivitamin, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan. Sasaran mereka adalah tukang ojek online, petugas kebersihan, rumah sakit, dan masyarakat umum yang rentan ketika bekerja di jalan. Gerakan ini aktif mempublikasikan dan menggalang dana untuk kegiatan mereka melalui Instagram pribadi anggotanya, salah satunya akun @rahadianfitra.

“Kami sudah membagikan ke daerah Arjosari, Sawojajar, TPA Supit Urang, Bandulan, Kasin, Sukun, Tlogomas, Dinoyo, Suhat, Veteran, Ijen, Stasiun Kota Baru, Sulfat, Bunul, Polehan, Muharto, dan beberapa daerah yang dirasa menjadi tempat berkumpulnya banyak orang,” ujar Rahadian.

 

Relawan Malang Melawan COVID-19 membagikan masker ke petugas kebersihan.

(Sumber: Dokumen istimewa)

 

Terdapat juga Rizaldy Aditya, mahasiswa Fakultas Ilmu Admnisitrasi Universitas Brawijaya yang aktif dalam kegiatan relawan. Ia dan rekannya mempublikasikan gerakannya secara mandiri melalui akun Instagram pribadinya yaitu @rizz_aditya. Ia membagikan masker ke masyarakat umum dan mengampanyekan gerakan #TolakMaskerMahal. Rizaldy bersama temannya menggunakan dana pribadi untuk kegiatan tersebut.

“Saya prihatin dengan harga masker yang melonjak tinggi. Sebagian oknum malah mementingkan keuntungan pribadi. Kami ingin membantu menetralisir harga masker melalui gerakan kami,” tutur Rizaldy Aditya.

Alasan Mereka Menjadi Relawan

Muhammad Azzam C, salah satu dari relawan Malang Melawan COVID-19  mengungkapkan dengan menjadi relawan dia ingin membantu banyak orang yang rentan terhadap virus ini. Ia bersimpati kepada orang-orang yang masih harus bekerja di jalanan demi keluarga mereka, seperti ojek online, pedagang di pasar, dan petugas kesehatan.

“Dari gerakan ini terlihat banyak teman-teman yang peduli terhadap sesama manusia. Mereka membantu kami dengan mempublikasikan kegiatan kami di akun Instagram mereka dan menyumbangkan dana untuk kegiatan kami,” ujar Azzam.

Hampir sama seperti Azzam, Rahadian Fitra mengungkapkan alasannya memulai gerakan karena Kota Malang termasuk red zone dan belum ada tindakan dari pemerintah setempat, ” Kondisi warga sekitar masih kurang paham mengenai bahaya COVID-19. Hati kami tergerak untuk mencegah penyebaran, membantu dan mengedukasi warga setempat menghadapi virus ini,” ujar dia.

Relawan lain yang tergabung dalam tim satgas COVID-19 ACT, A. Nur Kholidi Elhaq mengungkapkan jika alasan awal dia bergabung adalah untuk mengisi waktu luang. Namun ternyata, dengan menjadi relawan dia dapat lebih memahami apa itu COVID-19, disinfektanisasi, menambah relasi pertemanan, dan mengedukasi masyarakat.

“Dengan menjadi relawan saya bisa membantu masyarakat saat pandemik COVID-19 agar tetap aman dan mencegah adanya penyebaran virus di berbagai tempat dengan penyemprotan disinfektan,” ujar Kholidi.

Respon Masyarakat Mendukung Para Relawan

Masyarakat merespon baik kegiatan para relawan tersebut. Mulyadi selaku Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang mengungkapkan bahwa relawan sangat membantu petugas garda depan khususnya untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat. Bahkan, Nurin Iktikafi Tristananda, seorang nutritionist juga mengatakan, “Para relawan sangat membantu pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait virus ini. Mereka juga dapat membantu menegakkan ketentuan pemerintah untuk stay at home.

Selain itu Nurhasim, seorang TNI juga menuturkan, “Saya mengimbau para relawan memakai peralatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar tidak menjadi carrier dari virus ini.” Dokter Mentari, sebagai dokter umum di Puskesmas Rampal Celaket berharap agar para relawan menjaga kesehatan, batasan fisik, dan kebersihan diri saat di lapangan.

“Relawan bisa menjadi narahubung yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga bisa mengedukasi tentang COVID-19, pentingnya menjaga etika ketika batuk, kebersihan tangan, dan untuk tidak berkumpul bersama teman-teman. Karena, dengan banyak masyarakat yang paham akan bahayanya COVID-19, diharapkan virus ini bisa menurun dengan cepat,” imbuh Dokter Mentari.

 

(Aditya, Raihanah, Wafiq)

Related Posts