Mohammad Nasir Sambang Polinema

Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Drs. Awan Setiawan, M. MT., MM, menandatangani prasasti peresmian gedung Graha Polinema di Graha Polinema, Selasa(13/03). (Denny)

Riset Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Ristekdikti) adalah sebuah Direktorat Jenderal Kelembagaan pemerintah yang bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden mengenai perumusan dan pelaksanaan kebijakan di Pendidikan tingi. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), saat ini adalah Prof. Drs. H. Mohammad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D. Menurut web resmi Kemenristekdikti, salah satu fungsi Ristekdikti adalah melaksanakan pembangunan dan memfasilitasi kawasan sains dan teknologi di kawasan politeknik. Salah satu kerja nyata dari fungsi tersebut adalah monitoring secara langsung. Sehubungan dengan fungsi tersebut, Menristekdikti berkunjung ke Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa(13/03). Sambangan tersebut berkaitan dengan revitalisasi politeknik untuk meresmikan tiga gedung, yaitu Graha Polinema (Grapol), Masjid Raya An-Nur Polinema, dan gedung Kuliah Terpadu di Teknik Sipil. Tidak hanya itu, Menristekdikti juga melaksanakan beberapa agenda di Polinema.

Penyerahan aset Masjid Raya An Nur Polinema.

Masjid ini awalnya dibangun dengan dana swadana dari masyarakat, alumni, dan civitas akademika Polinema. Sedangkan yang mempunyai tanggung jawab pengelolaan adalah Ikatan Alumni Polinema. Setelah penyerahan, maka masjid secara resmi milik Polinema dan negara. Dengan begitu masjid ini  tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika saja, namun juga masyarakat umum. Setelah resmi menjadi milik negara, maka pembangunan masjid akan sepenuhnya dibiayai oleh negara. Alasan  inilah yang mendorong penyerahan Masjid Raya An Nur Polinema, meskipun belum 100 persen jadi. Prasasti peresmian masjid ini ditandatangani oleh ketua Ikatan Alumni Polinema dan Menristekdikti.

Peresmian Gedung Kuliah Terpadu

Peresmian Gedung Kuliah Terpadu ditandai dengan penandatanganan prasasti berdirinya gedung tersebut oleh Menristekdikti dan Direktur Polinema sebelumnya  yaitu Dr. Ir. Tundung Subali Patma., MT., karena penyelesaian gedung Kuliah Terpadu dilaksanakan ketika beliau masih menjabat sebagai direktur.

Penyampaian Kuliah Umum

Menristekdikti, Prof. Drs. H. Mohammad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D. menjadi pembicara dalam kuliah umum yang diagendakan setelah penyerahan masjid dan peresmian gedung Kuliah Terpadu. Dalam kuliah umum tersebut beliau menyampaikan, jumlah perguruan tinggi yang besar tidak mencerminkan tingginya daya saing suatu bangsa. Meskipun Jumlah perguruan tinggi mencapai sekitar 4000, namun Perguruan Tinggi yang termasuk top 500 dunia hanyalah tiga. “Oleh karena itu masalah mutu menjadi yang utama, kualitas harus kita dorong,” tegasnya saat memberikan kuliah umum. Kedepannya, untuk menyesuaikan kebutuhan ini Kemenristekdikti akan menerapkan beberapa kebijakan diantaranya membebaskan nomenklatur (pembentukan) program studi untuk pengembangan kompetensi industri 4.0, diantaranya membangun teaching factory, melaksanakan perkuliahan online dan distance learning, serta mengundang Perguruan Tinggi Luar Negeri untuk membuka Program Studi (Prodi) yang mendukung industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 adalah integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia indutri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi.

Prof. Drs. H. Mohammad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D., Menristekdikti, memotong tumpeng untuk meresmikan secara simbolis Masjid Raya An-Nur di Politeknik Negeri Malang(13/03). (Tata)

Kedatangan Menristekdikti di Polinema mendapatkan antusias tinggi dari para civitas akademika Polinema. “Kalau ada revitalisasi kampus, maka kampus kita ini akan menjadi lebih baik. Mulai dari infrastruktur hingga program-program yang ada di Polinema. Pesan dan harapan saya, kampus Polinema ini menjadi lebih baik lagi dan seluruh infrastrukturnya juga ditingkatkan agar pembelajaran di sini menjadi lebih nyaman,” ujar Azzalia Hani Saputri, mahasiswa D-IV Sistem Kelistrikan. Selain itu, Akbar, Mahasiswa D-IV Manajemen Pemasaran mengatakan, “Revitalisasi kampus sangat penting sekali karena kita butuh fasilitas yang memadai, dan juga mempengaruhi kenyamanan mahasiswa dalam belajar”. Tidak hanya mahasiswa, Menristekdiktipun turut memberikan pesan, “Ada tiga hal yang harus diperhatikan Polinema atau kampus lain untuk kemaslahatan bersama, yaitu laboratorium yang sesuai dengan teknologi saat ini sehingga mudah untuk praktik seperti di dunia industri, hubungan baik antara Mahasiswa dan Dosen, serta terciptanya transparansi, convertibility, dan Responsibility dari Polinema untuk  Masyarakat. Insyaallah, dengan itu Polinema akan terus berkembang.”  tutup Pak Nasir.

(Denny, Ikfi, Reynold, Tata,Wulan)

Related Posts