Menunggu Waktu Berbuka Puasa? Ngabuburit Dulu Aja

Sumber: http://www.aktual.com/warga-isi-waktu-bertadarus-masjid-al-azhar/

Bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Ramadan dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) untuk memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad (Wikipedia). Definisi puasa secara syar’i  adalah beribadah kepada Allah disertai dengan niat dalam bentuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari (asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ (6/298)). Di Bulan Ramadan khususnya di Indonesia, identik dengan kegiatan ngabuburit. Dalam bahasa sunda ngabuburit diartikan sebagai menunggu sore. Setiap orang melakukan ngabuburit dengan cara berbeda-beda. Ngabuburit bisa dilakukan dengan berkumpul bersama orang terdekat, bermain, istirahat, atau bertadarus. Tak jarang banyak elemen masyarakat, khususnya mahasiswa di kawasan kampus menyerbu pasar takjil ramadan untuk mencari menu berbuka puasa.

Ngabuburit dengan berkumpul bersama orang terdekat

Ngabuburit dengan berkumpul bersama orang terdekat merupakan cara ngabuburit paling sederhana. Biasanya dapat dilakukan bersama keluarga di rumah. Berbeda dengan mereka yang dapat berkumpul dengan keluarga di rumah, bagi mahasiswa rantau yang jauh dari keluarga, teman dekat dapat menjadi keluarga kedua. Mahasiswa rantau biasanya memilih menghabiskan waktu ngabuburit dengan berjalan jalan di mall atau di tempat makan dengan ngobrol santai.

Ngabuburit dengan bermain

Yang kedua adalah ngabuburit dengan bermain untuk menunggu waktu berbuka. Bermain adalah aktivitas yang efektif, karena dengan bermain waktu terasa berlalu lebih cepat. Permainan zaman dulu dapat berupa layang-layang, membunyikan “bumbung” (meriam dari bambu yang dinyalakan), ataupun dengan berkeliling kampung bersepeda ontel. Namun berbeda dengan sekarang, hampir semua orang termasuk mahasiswa menunggu berbuka puasa dengan bermain gadget, laptop maupun komputer. Game online merupakan andalan anak muda zaman sekarang untuk dimainkan.

Sumber: http://braling.com/2014/07/senangnya-adu-ledak-mercon-bumbung/

Ngabuburit dengan beristirahat

Salah satu cara untuk menunggu berbuka puasa selanjutnya adalah dengan istirahat. Banyak yang berpendapat bahwa tidur adalah salah satu bentuk ibadah selama bulan puasa. Pernyataan ini termuat dalam salah satu hadits yang berbunyi “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan”. Hadits oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/147. Maka tak sedikit orang termasuk mahasiswa yang memilih tidur untuk ngabuburit. Dengan tidur kita bisa menghindari hal-hal yang membatalkan puasa saat beraktivitas. Namun hal ini juga tidak dianjurkan jika dilakukan secara terus menerus, karena akan berdampak buruk untuk kesehatan. Maka yang benar adalah istirahat secukupnya.

Ngabuburit dengan bertadarus

Ngabuburit dapat pula dilakukan dengan hal bermanfaat seperti tadarus. Tadarus ini merupakan kegiatan membaca Al-Qur’an. Kegiatan bertadarus bisa dilakukan dimana saja, seperti di masjid atau mushola, atau tempat lain yang bersih dan suci. Bertadarus adalah contoh kegiatan yang sangat dianjurkan oleh para ulama saat Bulan Ramadan. Selain digunakan untuk menunggu waktu berbuka puasa, bertadarus juga menambah pahala terlebih jika bertadarus 30 juz selama ramadan.

Ngabuburit memang dapat dilakukan dengan banyak aktivitas, namun alangkah baiknya diisi dengan hal hal yang positif. Dalam momen ramadan, mestinya waktu luang tak hanya diisi dengan hal yang kurang manfaat. Karena banyak aktivitas lain yang dapat dijadikan sarana mencari pahala di bulan yang suci tersebut.

(Febrian Fayi’)

Related Posts