Menjelang Hari Ibu, Sembilan Perempuan Menerima Anugerah Perempuan Inspiratif Polinema 2017

Sembilan perempuan dari tujuh jurusan, kantor pusat, dan dharma wanita Polinema menerima anugerah Perempuan Inspiratif Polinema 2017, Jum’at (15/12). (Resa)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyelenggarakan Seminar Peningkatan Peran Perempuan dalam Upaya Perbaikan Kualitas Bangsa serta Negara rangka di Graha Polinema mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, Jum’at (15/12).  Acara bertema “Peningkatan Peran Perempuan dalam Upaya Perbaikan Kualitas Bangsa serta Negara” ini dihadiri oleh para petinggi Polinema dan wajib diikuti oleh mahasiswa baru. “Selain untuk memperingati Hari Ibu, tujuan kami adalah menginspirasi dan memotivasi mahasiswa agar menjadi perempuan yang betul-betul sukses dalam membina rumah tangga maupun berkarir,” tutur Ibu Siti Romlah, Ketua Pelaksana.

 

Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS memberikan materi tentang tujuh kunci sukses perempuan dalam meningkatkan pembangunan bangsa dan negara, Jum’at (15/12). (Resa)

 

Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS dari pusat unit gender Universitas Brawijaya selaku pemateri seminar mengungkapkan bahwa kapasitas internal perempuan perlu ditingkatkan. “Ada tujuh kunci sukses perempuan dalam meningkatkan pembangunan. Kunci pertama adalah harga diri, dan kunci ketujuh adalah nurani yang bersih,” ujarnya. Dalam seminar ini juga terdapat penganugerahan Perempuan Inspiratif Polinema 2017 yang diberikan kepada sembilan perempuan dari tujuh jurusan, kantor pusat, dan dharma wanita Polinema. Perempuan-perempuan inspiratif tersebut antara lain: Dr. Ratna Ika Putri, ST., MT dari Teknik Elektro, Dra. Zahratul Jannah AR., MM dari Teknik Mesin, Ir. Yunaefi, MT dari Teknik Sipil, Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Kom dari Teknologi Informasi, Dr. Kartika Dewi Sri, SE., MBA dari Akuntansi, Dra. Fullchis Nurtjahjani, MT dari Administrasi Niaga, Ir. Dwina Moentamaria, MT dari Teknik Kimia, Dra. Asih Pangastuti dari kantor pusat, dan Dra. Rif’ah Suzannah dari Dharma Wanita Polinema. Apresiasi yang diberikan berupa uang sejumlah Rp5.000.000/orang.

“Saya berharap perempuan dapat hidup sejahtera dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan, baik dengan menjadi ibu rumah tangga atau berkarir,” ungkap Ibu Keppy. Faaiz Algifahri, peserta seminar dari program studi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, berharap hal serupa. “Semoga seminar ini mampu memotivasi perempuan yang hadir, khususnya mahasiswi. Namun, menurut saya acara kurang efektif karena kurang terpusat pada mahasiswinya,” ujarnya.

(Resa, Wahyu, Wulan)

Related Posts