Menjadi Buruh atau Pengusaha?

Sumber : www.lomoid.com

Politeknik merupakan pendidikan profesional yang diarahkan pada kesiapan keahlian tertentu. Selain itu, politeknik merupakan perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus (Buku Profil Politeknik Negeri Malang: 2015). Sistem pendidikan yang diterapkan fokus untuk mempersiapkan lulusan dengan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan industri. Mahasiswa lulusan politeknik diharapkan mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu yang didapatkan selama menempuh masa studinya ketika bekerja di industri.

Sembilan dari 10 mahasiswa jurusan Teknik Elektro (TE) Program Studi D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang (Polinema) ingin bekerja setelah lulus kuliah*. Hal tersebut merupakan jawaban yang wajar bagi mahasiswa lulusan Diploma Tiga, terutama jurusan teknik. “Saya ingin bekerja di PT. Sampoerna, Tbk setelah lulus dari Polinema. Setelah bekerja, saya akan melanjutkan pendidikan sarjana supaya bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi di industri,” papar Mila Dwi, mahasiswi TE.

Tidak jarang mahasiswa mendambakan bekerja di perusahaan besar setelah lulus kuliah, namun alangkah baiknya jika generasi muda bangsa Indonesia memiliki jiwa wirausaha untuk memajukan Indonesia secara ekonomi. Sadar atau tidak, saat ini semakin mudah dan banyak Warga Negara Asing (WNA) singgah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan data imigrasi periode Januari-Juni 2017, ada 5.133.345 WNA yang datang ke Indonesia. 969.625 di antaranya berasal dari China dan 4.163.820 sisanya berasal dari Australia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, Taiwan, Jerman dan Prancis. Selain memperketat persaingan, bukan tidak mungkin mereka perlahan mengambil alih harta kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Jika generasi muda hanya mengandalkan kemampuan untuk bekerja di perusahaan besar milik negara asing secara terus menerus, Indonesia tidak akan menjadi negara maju.

“Mau seberapa tinggi jabatan anda di perusahaan terbesar sekalipun, jika perusahaan itu milik orang lain anda hanyalah seorang buruh,” ungkap Budhy Setiawan, B.SEET.,MT, dosen TE Polinema. Dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, akan lebih baik jika bangsa Indonesia memiliki rakyat yang mau dan mampu mengolah sendiri. “Mahasiswa lulusan teknik boleh saja bekerja di industri terkenal, namun mereka harus berwirausaha setelahnya. Anggap saja mereka menjadi buruh untuk mendapatkan modal,” tambahnya.

(Hikmah)

 

Related Posts