Menilik Kabar Graha Theater di Musim Hujan

Atap Grater yang bocor saat acara DN Workshop Elektro, Sabtu (24/11). (Mauliya)

Graha Theater (Grater), siapa yang tak kenal bangunan ikonik yang sudah sejak lama berdiri di Polinema ini? Bangunan dengan atap berwarna putih berbentuk khas ini biasanya digunakan untuk penunjang kegiatan mahasiswa Polinema. Perizinan peminjamannya pun cukup mudah, sehingga banyak mahasiswa yang sering mengandalkan bangunan ini untuk berbagai kegiatan. Misalnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Theatrisic yang kerap menggunakan Grater sebagai tempat latihan dan acara pementasan. Tak jarang juga UKM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) lain yang menggunakan bangunan ini untuk kegiatan seperti Malam Keakraban (Makrab), Dies Natalis (DN) dan acara lainnya.

Namun pemandangan tak mengenakkan didapatkan saat komunitas Workshop Elektro tengah mengadakan acara DN yang di Grater. Atap Grater yang bocor dan kurang layak sedikit menyita perhatian. Ramadhaniar Sekarsari, salah satu panitia DN mengungkapkan bahwa seharusnya acara dimulai sekitar pukul 18.00 WIB namun sempat molor sedikit karena panitia harus membersihkan lantai Grater yang penuh dengan genangan air setelah hujan. “Pihak panitia DN dua minggu sebelumnya sudah mengetahui adanya kebocoran pada atap Grater, namun hingga hari H tidak ada tindak lanjut perbaikan sehingga kerusakan semakin parah,” ungkapnya. Padahal acara tersebut juga dihadiri oleh komunitas dari luar Polinema, seperti Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Tampilan atap Grater yang bocor di siang hari sebagai pusat kegiatan mahasiswa, Senin (26/11). (Mauliya)

Kerusakan atap Grater memang kerap terjadi apalagi ketika musim hujan. Meskipun atap Grater terbuat dari kain anti hujan (parasut). Namun tak banyak yang bisa dilakukan saat hujan dan angin turun. Atap Grater bahkan sempat ambruk pada Desember 2017, sehingga dibutuhkan perbaikan yang memakan waktu cukup lama. Namun hal tersebut jika dibiarkan terus berlarut, berimbas ketidaknyamanan aktivitas mahasiswa. Meskipun cukup lambat, ada respon yang diberikan pihak atasan mengenai kerusakan atap Grater. Salah satunya adalah pembenahan atap pada awal bulan Desember 2018 yang memakan waktu satu hari pengerjaan. Meskipun pembenahan hanya dilakukan tanpa mengganti kain atap, langkah tersebut merupakan salah satu bentuk antisipasi agar kerusakan tidak semakin parah.

Memang sudah sepatutnya ada tindakan dari pihak atasan untuk perbaikan Grater dan adanya penggantian atap dengan fasilitas yang lebih layak. Meskipun terkesan lamban namun pembenahan tetap dilakukan. Cukup disayangkan pembenahan hanya dilakukan seadanya tanpa mengganti kain atap Grater. Kebersihan Grater pun menuntut perhatian lebih mengingat Grater juga menjadi salah satu bangunan ikonik di Polinema. Sehingga saat musim hujan mahasiswa tetap dapat melakukan kegiatannya dengan nyaman.

(Mauliya)

Related Posts