Mengenal Budaya Jepang melalui J-Coshōukai 4

Penampilan Takiya Edi, salah satu  bintang tamu utama J-Coshōukai 4 bersama pengunjung di atas panggung, Minggu (28-4). (Abid)

Japan Corner Politeknik Negeri Malang (Polinema) atau biasa disebut J-Corner adalah komunitas penggiat budaya Jepang di Polinema. Kali ini Japan Corner kembali menggelar acara tahunan  yaitu J-Coshōukai 4 dengan tema “Hibana no Utopia” yang berarti bersinar daripada yang lain. Berdasarkan pemaparan Sadayu Arya Sadewa, selaku panitia, Hibana adalah sparkling atau kilauan cahaya sedangkan Utopia adalah keindahan, yang berarti kedepannya J-Coshōukai 4 akan berlanjut dan membawa gemerlap bagi para anggota dan penikmat acara.  J-Coshōukai 4 bertujuan mengenalkan budaya Jepang melalui anime kepada mahasiswa dan pengunjung umum. Acara ini juga menjadi ajang berkumpulnya para penyuka anime dan Costum Player (Cosplayer). Berbeda dengan tahun lalu yang diadakan di Gedung Aula Pertamina Polinema, tahun ini J-Coshōukai 4 bertempat di Graha Polinema dengan kapasitas yang lebih besar dan strategis. Tujuan dari berpindahnya tempat ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta yang semula 800 menjadi 1000 peserta.

Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan Guest Star yaitu Takiya Edi dan Nekonoi Katsu. Takiya Edi merupakan cosplayer yang memeragakan sosok Takiya Genji dari film Crows Zero. Sedangkan Nekoni Katsu adalah cosplayer Indonesia yang berhasil pergi ke Cosplay Collection Night di Tokyo, Jepang. Fenomena Takiya Edi yang viral di media sosial dan nama Nekonoi Katsu yang terkenal hingga ke Jepang menjadi alasan mereka diundang sebagai Guest Star di acara ini. Mereka melakukan Talkshow tentang pengalaman dan kegiatan mereka selama menjadi cosplayer. Talkshow ini dipandu oleh Andy Pheebe selaku pemandu acara. Dalam sesi Talkshow, peserta juga ikut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.

J-Coshōukai 4 juga dimeriahkan oleh berbagai band seperti Candy Rock, Akiba Street, JAV Guitar, The Noize, Hyakushiki, Shar’O’Dile dan Maestoso. Adapula penampilan dance yang disuguhkan oleh AMINUS, HT-One, dan Masuta. Band Hyakushiki berhasil memeriahkan puncak acara dengan iringan lagu mereka ditemani flashlight handphone dari peserta. Dalam J-Coshōukai 4 juga diadakan kompetisi untuk para pesertanya,  antara lain Cosplay team, Coswalk, Fan Art, fotografi, dan tabetakai. Lomba Costeam dimenangkan Silversun, sedangkan Coswalk dimenangkan Shin. Selain penampilan Guest Star dan band, booth kuliner dan berbagai aksesories Jepang juga turut memeriahkan acara tahunan tersebut.

Suasana pengunjung yang ramai mengunjungi booth kuliner dan aksesoris Jepang pada acara J-Coshōukai 4, Minggu (28-4). (Arya)

Dibalik kemeriahan acara J-Coshōukai 4, juga terdapat beberapa kendala. Sebagaimana diungkapkan Wino Olivia Susanto selaku peserta cosplay dari SMK Cor Jesu, “Kendalanya mungkin suasana disini lumayan panas dan kurang ramai pengunjungnya jika dibanding acara lain”. Namun kendala-kendala tersebut dapat teralihkan dengan penampilan cosplayer yang unik dan menarik. Dengan diadakannya J-Coshoukai 4, “Semoga acara lebih ramai serta dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik itu pengunjung biasa atau penggemar anime dan cosplayer,” pungkas Dias Fenta selaku Koordinator Lapangan J-Coshōukai 4.

(Arya, Annisa, Namira)

 

Related Posts