Mon. Sep 21st, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Menengok Prastudi Daring Polinema, Tetap Ketat Tanpa Teriakan

3 min read

Ilustrasi Pelaksanaan Prastudi Daring di Polinema. (Adit)

Prastudi 2020 telah selesai dilaksanakan di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kegiatan ini menjadi ajang untuk mahasiswa baru (maba) mengenal lebih jauh kehidupan kampus di masing-masing jurusan mereka. Berbeda dengan sebelumnya, akibat pandemi COVID-19, prastudi tahun ini dilaksanakan secara daring. Jika tahun sebelumnya identik dengan teriakan kakak tingkat, baris-berbaris, dan yel-yel lapangan, maka tahun ini itu semua tidak terasa. Mereka lebih disuguhkan dengan simulasi jalannya kelas daring agar siap menjalani perkuliahan di Polinema.

Dalam Surat Edaran No. 207/PENG/2020, Prastudi dilaksanakan serentak pada 05—06 September 2020. Pihak Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) menggunakan aplikasi virtual meeting seperti Zoom Premium dan Google Meet sebagai platform utama bertatap muka serta Google Classroom untuk pengumpulan tugas. Dalam pelaksanaanya, maba diharuskan untuk on cam setengah badan dan tetap mengenakan kemeja putih serta celana hitam. Meskipun daring, atribut yang lengkap seperti pita hingga id card tetap dikenakan. Maba juga diharuskan untuk memakai bawahan panjang serta potongan rambut rapi model 3-2-1 bagi pria.

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Prastudi 2020.
(Sumber: dokumen istimewa)

Pada hari pertama Prastudi, maba diberikan materi seputar kampus dengan model ceramah dan diharuskan untuk meresumenya. Materi hari pertama berkisar antara prestasi, Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), serta sarana dan prasarana kampus. Selain itu juga ada video sambutan dari Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada hari kedua Prastudi, maba diajak untuk mengenal lebih dalam tentang jurusan dan prodi masing-masing. Selain pemberian materi seputar jurusan, maba diperkenalkan dengan gedung-gedung kuliah, bengkel/lab, dan seputar organisasi yang ada di jurusan tersebut

Pelaksanaan Prastudi online mahasiswa baru Jurusan Administrasi Niaga melalui aplikasi Zoom.
(Sumber: dokumen istimewa)

Selain resume, juga terdapat tugas khusus, contohnya di Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi yang menugaskan untuk membuat mind map mengenai materi jurusan mereka, kemudian Jurusan Teknik Kimia yang menugaskan untuk membuat video tentang hand sanitizer, dan pembuatan poster tentang jaket jurusan bagi maba Jurusan Administrasi Niaga.

Bagaimana Panitia Mengondisikan Maba secara Daring?

Mengondisikan maba agar tetap disiplin menjadi masalah tersendiri bagi panitia. Untuk mendisiplinkan maba yang tidak tertib, panitia menegur maba melalui WhatsApp secara personal dan mematikan mic maba jika sudah terlalu ramai. Host juga berperan aktif untuk mengatur mic dan private chat bagi maba selama acara berlangsung. Dari panitia tidak menolerir adanya alasan seperti kehabisan kuota atau tidak ada sinyal untuk on cam. Sanksi terberat bagi maba yang tidak tertib juga tidak main-main, yaitu dikeluarkan dari room dan tidak mendapatkan sertifikat Prastudi.

“Kalau dulu misal ada maba yang ricuh, negurnya enak. Kalau di online kadang dari mabanya ga nganggep atau masih meremehkan, ga menghargai panitia,” ujar Septian selaku Koordinator Lapangan dari Prastudi Jurusan Teknik Elektro.

 Di Jurusan Elektro, bagi maba yang tidak memenuhi aturan, maka akan diingatkan secara personal lewat WhatsApp atau Zoom dan tugas dengan deadline yang singkat. Kemudian, di Jurusan Akuntansi, maba yang tidak tertib akan dikenai poin pelanggaran dan diharuskan meminta tanda tangan ke panitia untuk menghapusnya. Sedangkan di Jurusan Teknologi Informasi, panitia mengumumkan pemberian sanksi lewat Google classroom beserta alasannya.

Kendala Sinyal Selama Prastudi

Dalam pelaksanaan Prastudi secara online, kendala jaringan yang tidak stabil menjadi masalah utama. Keluhan ini paling banyak kami dapatkan dari maba, salah satunya Imelda Marcelina, maba Jurusan Teknik Kimia, ia mengungkapkan kendala terjadi saat pengumpulan tugas yang telat karena koneksi yang buruk dan tidak fokus hingga tertidur. Hal itu juga dirasakan oleh Septa Risky Yusrina, maba dari Jurusan Akuntansi, ia merasakan sinyal yang buruk menjadi kendala dalam menyelesaikan tugas.  

Namun, Abirama Ananta Kharisma, salah satu panitia pendamping dari Jurusan Akuntansi merasa masalah itu tidak banyak terjadi. “Penyampaian materi video kadang patah-patah namun hanya sedikit kendala seperti itu,” ujar Abirama. Berbeda dengan Abirama, Septian merasa jika koneksi memang menjadi masalah dalam penyampaian materi. “Dari penyampaian materi putus-putus karena sinyal dan dari tampilan videonya juga kurang berkualitas. Maba juga banyak yang menghubungkan terus, bisa join bisa tidak,” ujar Septian.

Di balik keriuhan dan keunikan jalannya Prastudi ini, Johan Christianto Wibawa, Kapel Prastudi dari BEM Polinema menyayangkan banyaknya perilaku mahasiswa baru yang kurang sopan saat Prastudi. “Perilaku yang kurang mengena, kurang enak dipandang seperti tidur, bergurau, memainkan mic, menggoda panitia yang ada pada saat zoom,” ujar Johan. Ia berharap akan ada dua sistem sendiri untuk kedepannya agar pendidikan mental tetap bisa terlaksana.

(Adinda N, Adit, Asril, Shanti, Wily)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.