Membaca Indonesia Melalui Kenduri Kebudayaan

Kondisi hujan saat sholawat oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng pada Kenduri Kebudayaan, Rabu (25/01)

Kondisi hujan saat sholawat oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng pada Kenduri Kebudayaan, Rabu (25/01)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Guna mengenalkan budaya dan permasalahan yang dihadapi Indonesia, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Kenduri Kebudayaan bertema “Membaca Zaman untuk Menyongsong Masa Depan” di Lapangan Mini Soccer Polinema, Rabu (25/01). Kenduri Kebudayaan terbuka untuk mahasiswa Polinema dan masyarakat umum, serta wajib diikuti mahasiswa baru. Acara tahunan yang termasuk Pekan Keagamaan Polinema selain Polinema Bersholawat dan Doa Bersama ini diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema dengan dibantu seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Polinema, yaitu UKM Kerohanian Islam Polinema (Rispol), UKM Kerohanian Talita Kum, dan UKM Kerohanian Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kenduri Kebudayaan menghadirkan budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng sebagai pemateri. Guyuran hujan tidak berdampak besar terhadap teknis acara yang tetap dimulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Acara dimulai dengan intro musik yang sarat akan budaya Indonesia seperti instrumen lokal, sholawat dari band Cak Nun dan Kyai Kanjeng, kemudian acara inti adalah ceramah dari Cak Nun yang menghimbau agar setiap orang memanajemen hidupnya. Menurut Cak Nun pula, jangan sampai kanan dibilang kiri atau kepala menjadi kaki.

Cak Nun memberikan ceramah kepada mahasiswa Polinema dan masyarakat umum

Cak Nun memberikan ceramah kepada mahasiswa Polinema dan masyarakat umum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ulin Nuha, fungsionaris UKM Rispol menerangkan publikasi acara yang mendadak karena pihak pemateri baru mengonfirmasi saat mendekati liburan semester mengakibatkan target peserta dari mahasiswa baru kurang terpenuhi. Meski demikian antusiasme peserta yang hadir terbilang tinggi. Seperti yang disampaikan Faris Wahyu Subagya, peserta dari luar Polinema, “Kenduri memberikan banyak ilmu yang insyaAllah bermanfaat. Alangkah baiknya jika tahun depan fasilitas berteduh diperbanyak untuk mengantisipasi acara apabila turun hujan.” Achmad Ainur Rohman Al Hadi selaku Koordinasi Lapangan turut berujar, “Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dan saya harap keaktifan mahasiswa Polinema kelak lebih meningkat.”

(Khori’izatul, Mery, Faris Faisal)

Related Posts