Mon. Sep 21st, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Melalui Peringatan HAKI 2019, BEM Polinema Ajak Mahasiswa Berantas Korupsi

2 min read

Zulfadhli Nasution, salah satu pemateri saat menyampaikan materi tentang bahaya korupsi, Kamis (05-12). (Vinna)

“Diskusi ini merupakan upaya mengingatkan peran mahasiswa sebagai agent of changes untuk meningkatkan semangat reformasi mahasiswa, di mana salah satunya adalah semangat memberantas korupsi,” ungkap Irfak Khikmatur Rozi, selaku Ketua Pelaksana (Kapel) saat menjelaskan latar belakang kegiatan Diskusi Publik Nasional Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2019. Diskusi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Ahlam Alhifni, selaku Koordinator Lapangan menambahkan bahwa diskusi ini merupakan upaya mencerdaskan mahasiswa Polinema tentang bahaya korupsi. Diskusi yang diselenggarakan pada kamis, 05 Desember 2019 di Aula Pertamina ini, rutin digelar sejak tahun 2012 dan mengusung tema “Bergerak Bersama Memberantas Korupsi Mewujudkan Masyarakat Adil dan Sejahtera”. Maksud tema ini adalah mahasiswa bersama lembaga-lembaga lain yang terkait, akan melakukan check and balance tentang kebijakan pemerintah yang terindikasi tindakan korupsi, serta berhak memberikan peringatan apabila terjadi tindakan korupsi.

Penyerahan sertifikat dan hadiah oleh Kapel kepada pemenang lomba short movie, Kamis (05-12). (Vinna)

Serangkaian acara dimulai pukul 09.17 WIB dengan sambutan dari Kapel, Presiden BEM dan Pembantu Direktur III. Sebelum memulai diskusi, peserta dihibur dengan penampilan fungsionaris BEM berupa pembacaan puisi terkait pentingnya melawan korupsi. Moderator yang memimpin diskusi yakni Haris Sandi, S.H., M.H. Dalam acara ini, BEM juga mengundang tiga pemateri, di antaranya Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo, mantan Bupati Batang, Fahrudin Ibnumuntholibi, selaku Koordinator Malang Corruption Watch dan Zulfadhli Nasution, selaku Spesialis Muda Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami lebih menekankan di KPK, karena kami beranggapan bahwa KPK lebih mengetahui tentang seluk beluk korupsi,” ujar Kapel saat menjelaskan pemilihan tiga pemateri yang diundang. Di akhir acara dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba short movie dan poster yang diadakan sebelum hari H acara.

Dari segi peserta, acara ini dihadiri mahasiswa Polinema dan aliansi BEM se-Malang Raya. Namun, acara ini sempat terkendala masalah waktu persiapan. Selain itu, ketidakhadiran salah satu pemateri (dari Kapolres Kota Malang) sebagaimana tertera pada pamflet juga menjadi evaluasi Diskusi Publik Peringatan HAKI 2019. Terlepas dari berbagai kendala tersebut, Shofa Atullayli, mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sangat mengapresiasi diskusi ini dan merasa puas dengan hadirnya ketiga pemateri. Sejalan dengan Shofa, Aditya Kenataputra, mahasiswa Program Studi D4 Keuangan berharap, “Semoga tahun depan acaranya lebih meriah lagi dan narasumbernya lebih banyak lagi.”

(Didin, Vinna, Virdian)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.