Thu. Jan 27th, 2022

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

LoGRaK 2021, Tempat Adu Kreativitas dan Inovasi Generasi Zilenial

3 min read
Penyampaian presentasi oleh Tim Gagasan Pembangkit Listrik. (Vita)

Lomba Gagasan dan Rancangan Kreatif (LoGRaK) merupakan lomba yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Jurusan Teknik Elektro (JTE) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Acara yang bertema “Kreativitas dan Inovasi Generasi Zilenial dengan Semangat Menuju Indonesia Tangguh dan Tumbuh di Era New Normal” ini diselenggarakan mulai 1 September hingga 20 November 2021 secara dalam jaringan (daring). Lis Diana Mustafa selaku Ketua Pelaksana LoGRaK 2021 menyampaikan tujuan acara ini adalah memberikan kesempatan mahasiswa dalam menyalurkan kreativitas dan inovasi melalui pembuatan karya tulis. Selain itu, LoGRaK juga bertujuan untuk pengembangan ide-ide kreatif dan menunjang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Polinema. Rey Agatha Widyarini selaku Koordinator Lapangan (Korlap) LoGRaK mengatakan bahwa, “Lomba gagasan kreatif mahasiswa ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik.” Pada LoGRaK tahun ini, terdapat dua kategori perlombaan, yaitu “Penerapan Renewable Energi Teknologi Berwawasan Lingkungan di Era New Normal” dan “Pemanfaatan Teknologi dan Informasi Untuk Menyelesaikan Persoalan di Era New Normal”.

Pada LoGRaK ke-9 ini, terdapat dua gelombang pendaftaran yaitu gelombang pertama pada bulan September dan gelombang kedua pada bulan Oktober. Penyebaran informasi mengenai pendaftaran dan panduan lomba dibagikan di Instagram @lograkpolinema dan @jtepolinema, websitepolinema.ac.id dan jtepolinema.ac.id, serta melalui grup WhatsApp. Pada lomba ini, peserta diminta mengirimkan data dan gagasan berupa karya tulis atau artikel dalam bentuk softcopy dengan format pdf pada link yang telah disediakan panitia. Untuk menentukan 10 finalis tiap kategori yang lolos ke tahap final, terdapat seleksi substansi artikel dengan pembobotan format makalah 15%, gagasan 50%, sumber informasi 20%, dan kesimpulan 15%. Sistem penjurian dalam LoGRak ini juga melibatkan beberapa pihak eksternal kampus. Adapun juri yang terlibat dalam LoGRak antara lain Indrazno Syiradjuddin dari Polinema dan Muhammad Fauzan Edy dari Universitas Brawijaya sebagai juri kategori satu serta Sapto Wibowo dari Universitas Negeri Surabaya dan Ilham Ari Elbaith Zaeni dari Universitas Negeri Malang sebagai juri kategori dua. Pada final LoGRak, terdapat 20 tim dari 9 perguruan tinggi yang mempresentasikan gagasan mereka yang dinilai dengan kriteria penjurian media presentasi 15%, penguasaan materi 30%, kemampuan mengungkapkan ide dan gagasan 25%, dan kemampuan mempertahankan ide dan gagasan 30%. Penentuan juara 1, 2, dan 3 pada lomba ini diambil dari nilai akhir dengan penilaian 50% artikel dan 50% presentasi. Selain lomba gagasan dan presentasi, pihak panitia LoGRak juga menyelenggarakan lomba best poster yang dapat diikuti oleh seluruh finalis. “Penilaian lomba best poster diambil berdasarkan vote dan pertimbangan dari segi tampilan serta isinya,” ucap Rey Agatha.

Tampilan poster para finalis di main room. (Vita)

Salah satu tim yang mengikuti LoGRaK dan berhasil mendapat juara ialah tim ‘Tim Gagasan Pembangkit Listrik’ yang beranggotakan empat mahasiswa dari Jurusan Teknologi Informasi Program Studi D3 Manajemen Informatika yaitu Candra Apridita Putri, Hanif Widyantoro, Raden Dimas Erlangga, dan Mohammad Hifdzi Maulana. Dengan mengusung judul “Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mini dengan Bahan Bakar Sampah Rumah Tangga”, tim ini ingin mengurangi sampah dan memberi energi tambahan di rumah-rumah. Raden menjelaskan bahwa konsep“renewable energy” jika diulas lebih dalam maka sangat cocok dengan era new normal sebab saat ini jumlah sampah meningkat seiring dengan banyaknya masyarakat yang melakukan aktivitas di dalam rumah. Keunggulan dari konsep PLTU yang mereka rancang ialah penggunaan alat pembangkit yang dibuat seefisien dan semurah mungkin. “Pada umumnya PLTU menggunakan batu bara, namun karena kita menggunakan sampah rumah tangga maka hal ini dapat menjadi gagasan untuk mengurangi sampah di Indonesia,” tutur Hanif.

            Lis Diana berharap agar ke depannya semakin banyak mahasiswa, khususnya mahasiswa Polinema yang mengikuti LoGRaK. Hal senada juga dituturkan oleh Rey Agatha yang berharap lebih banyak mahasiswa yang mengikuti LoGRak dan aktif menyalurkan ide dan gagasan kreatif dengan harapan dapat menunjang perkembangan kreativitas dan penalaran mahasiswa. “Harapan saya temanya lebih diperbagus lagi sehingga banyak mahasiswa yang mengikuti lomba ini,” ujar Raden.

(Lung, Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.