LKE Version 9.0, Sarana Unjuk Potensi di Bidang Robotik dan PLC

Foto bersama  juara 1, 2, dan 3 serta Best Design LKE Version 9.0 kategori Line Follower Mikrokontroller (17-11). (Didin)

Lomba Kreativitas Elektro (LKE) kembali digelar tahun 2019, yang merupakan ajang perlombaan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa maupun pelajar di bidang robotik serta Programmable Logic Controller (PLC).  LKE merupakan salah satu program kerja terbesar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Politeknik Negeri Malang (Polinema), untuk peserta tingkat umum mulai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga mahasiswa. Dalam perlombaan ini peserta dituntut aktif, percaya diri, serta memiliki kreativitas tinggi. Tak hanya ajang perlombaannya yang unik, namun pemilihan temanya juga menarik karena menggunakan karakter tokoh pewayangan. “Tema yang dibawa yaitu PANDHAWA yang memiliki singkatan dari Pro Acceleration of Dueling and High Ability for War Game,” ujar Muhammad Alfaris Manggar Agriansya, selaku Ketua Pelaksana.

Ajang perlombaan ini bermula dari tahun 2010 dan rutin digelar tiap tahunnya. Pada tahun 2019, LKE Version 9.0 diselenggarakan tanggal 16—17 November yang bertempat di Aula Pertamina (Auper) dan Gedung Sipil Lantai 6. Menurut Mahrus Abidi selaku Koordinator Lapangan (Korlap), sebelumnya LKE diselenggarakan pada skala Malang Raya, yang mana hanya memperlombakan Analog serta Line Follower berbasis Mikrokontroler. Beberapa tahun kemudian LKE naik tingkat hingga skala Jawa Timur dan Bali. Namun, untuk kategori yang dilombakan masih sama seperti awal LKE diadakan. Perlombaan kategori PLC baru diadakan ketika LKE sudah berskala nasional.

Suasana LKE Version 9.0 kategori PLC yang bertempat di Gedung Sipil lantai 6, Polinema (16-11). (Didin)

Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam LKE Version 9.0 sekitar 180 peserta, terdiri dari pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia. Beberapa perguruan tinggi luar Jawa yang turut serta dalam perlombaan ini, yakni Politeknik Negeri Bali dan Universitas Negeri Lampung.  “Untuk ajang perlombaan pada Line Follower Mikrokontroller ada sekitar 72 peserta, Line Follower Analog 30 peserta dan PLC sekitar 78 peserta,” tutur Mohammad Adib selaku Ketua Umum HME. Acara ini didukung oleh perusahaan elektronik terkemuka di Indonesia yaitu OMRON Corporation, sebuah perusahaan teknologi otomasi yang menyediakan berbagai layanan produk untuk para konsumen dalam berbagai industri, seperti komponen elektronik, otomotif, kesehatan, dan sistem sosial.

Saat lomba berlangsung, masing-masing peserta dipersilakan menuju ke tempat berlangsungnya lomba yang diikuti. Lomba kategori Line Follower Mikrokontroller serta Analog diselenggarakan di Auper, sedangkan kategori PLC bertempat di Gedung Sipil Lantai 6. Juri yang menilai jalannya lomba (khususnya bidang robotik) berasal dari pihak luar, yang diminta secara khusus memberikan penilaian terhadap peserta lomba. Kriteria pemenang bidang robotik dapat dilihat dari seberapa cepat robot dapat melalui rintangan yang disediakan. Sedangkan,  untuk kategori PLC juri berasal dari pihak OMRON Corporation sendiri. Kriteria pemenang kategori PLC diambil dari hasil pengerjaan soal yang diberikan pihak OMRON Corporation.

Aloysius Andhika dan rekan satu timnya, dari Universitas Brawijaya Fakultas Teknik saat mengerjakan soal yang diberikan OMRON Corporation (16-11). (Didin)

Pada hari pertama lomba diselenggarakan, sangat disayangkan terdapat kendala pada kesiapan perlengkapan. Jumlah stop kontak yang disediakan panitia di area timur Auper kurang, dan berdampak pada keberlangsungan acara hingga diundur satu jam lebih. Erico Arganata, peserta asal SMAN 1 Pamekasan, kategori Line Follower Mikrokontroller membenarkan, “Fasilitas stop kontak kurang. Ketika stop kontak dipasang listrik mati sehingga menunggu listrik nyala hampir satu jam.” Selain itu, Adib juga menambahkan bahwa meskipun panitia sudah dalam jumlah banyak namun ternyata masih kekurangan tenaga kerja panitia.

Terlepas dari beberapa kendala tersebut, LKE Version 9.0 tidak mungkin terselenggara tanpa persiapan yang matang dari panitia. Korlap mengatakan bahwa panitia telah mempersiapkan LKE kurang lebih tiga bulan dimulai dari awal tahun ajaran baru 2019/2020. Panitia dalam LKE Version 9.0 terdiri atas gabungan fungsionaris HME, Electronic Education and Programing Robotic of Malang (EEPROM), dan Workshop Electro (WSEC). Sebagai acara rutin yang dipastikan terus berlanjut ke depannya, Kapel berharap pada LKE selanjutnya kategori lomba dapat bertambah dan peserta semakin banyak. Sejalan dengan itu, Rifyal peraih Juara 1 kategori PLC dari tim Petruk, Universitas Brawijaya juga berharap agar juri lomba ke depannya tetap berasal dari pihak profesional, bukan dari sesama pihak mahasiswa maupun dosen internal.

(Alifya, Annisa, Didin)

Related Posts