Klarifikasi Simpang Siurnya Status Mahasiswi Positif COVID-19 di Polinema

Klarifikasi berita Malang Voice terkait mahasiswi Polinema yang diduga positif COVID-19. (Sukma)

 

Pemberitaan Malang Voice yang berjudul “Satu Mahasiswi Polinema Positif Covid-19, Kampus Terus Pantau Perkembangan” mendapat bantahan dari pihak mahasiswi yang bersangkutan. Salah satu temannya, Fardan Maulana Nur Hidayatullah, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjelaskan bahwa kondisi korban negatif COVID-19 dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), “Dia sudah melalui tes dan hasilnya sudah keluar tidak positif, berbeda seperti yang diberitakan, tetapi masih diisolasi di RSUD Kanjuruhan untuk healing dan nambah imun,” ujar Fardan.

Pemeriksaan berupa tes dan isolasi sementara dilakukan ke teman kelas yang kontak dengan mahasiswi tersebut. Pihak Polinema juga meminta bantuan Dinas Kesehatan (DinKes) untuk mensterilisasi kampus dan pemeriksaan kesehatan di lingkungan kampus untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. “Kami segera menangani dan melakukan langkah-langkah sesuai prosedur yang dikeluarkan DinKes Kota Malang tentang penanganan COVID-19, Allhamdulillah negatif,” ujar Galuh Kartiko, SH., M.Hum, Dosen Jurusan Akuntansi Polinema.

Beredarnya berita tersebut dan pesan broadcast memberikan dampak psikis bagi mahasiswi, ia sempat syok dan mengalami mental down, “Yang membuat mental teman saya down kemarin itu karena sudah diberitakan positif dan imbasnya teman saya langsung diserang banyak sekali pertanyaan,” ujar Fardan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani kasus mahasiswi ini. “Sudah ada tim yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro dan melibatkan tenaga kesehatan Polinema,” ujar Dr.Eng. Anggit Murdani, S.T., M.Eng. selaku Pembantu Direktur (Pudir) 3. Selain itu, pihak kampus berkoordinasi dengan DinKes Kota Malang dan telah menyatakan bahwa mahasiswi tersebut negatif COVID-19.

Upaya preventif yang disiapkan Polinema dalam mencegah COVID-19 kedepannya adalah menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin. Fasilitas yang diberikan seperti hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan bilik disinfektan. Selain itu, pihak kampus juga melakukan pemantauan kondisi mahasiswa melalui kuesioner yang disebar di grup kelas masing-masing.

 

(Adinda, Aura, Sukma)

Related Posts