Kenduri Kebudayaan untuk Mempersatukan Kebhinnekaan

Cak Nun bersama peserta saat Kenduri Kebudayaan Sinau Bareng 2018, Senin (03/12).

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa. Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada, setiap generasi dan setiap lapisan masyarakat memiliki ciri khas masing-masing. Besarnya angka jumlah penduduk tentu memicu keanekaregaman, serta perbedaan pemikiran dan pendapat. Sekarag ini, Mmenyikapi perbedaan pendapat seringkali diperkeruh dengan gencarnya penggunaan media sosial. Berangkat dari hal tersebut Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menyelenggarakan agenda rutinan Kenduri Kebudayaan. Kegiatan yang bertema “Membuka Zaman untuk Membangun Harmoni Kebhinnekaan” ini dilaksanakan di Lapangan Mini Soccer Polinema dan berlangsung pukul 19.30 – 01.30 WIB, Senin (03/12). Sama dengan tahun tahun sebelumnya, Kenduri Kebudayaan memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa dan khalayak umum. Namun untuk Kenduri Kebudayaan Sinau Bareng 2018 kali ini sesuai dengan tema mendiskusikan tentang zaman yang dipenuhi perbedaan. Moh. Rocky selaku ketua pelaksana menuturkan, “Diharapkan acara ini dapat mempersatukan perbedaan yang ada serta mempererat tali silaturahmi antar civitas Polinema dan masyarakat sekitar”.

Tokoh masyarakat Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) kembali dihadirkan dalam agenda rutin ini untuk mengisi dan memimpin jalannya acara. Dalam jalannya diskusi, peserta yang hadir juga diberi kesempatan untuk bertanya maupun menceritakan pengalaman mengenai permasalahannya kepada Cak Nun. Selain berdiskusi tentang permasalahan yang ada, peserta juga diajak untuk berpartisipasi di permainan sederhana yang Cak Nun adakan dengan diiringan lagu-lagu daerah di Indonesia. “Dari Kenduri Kebudayaan ini saya mendapat ilmu tentang toleransi dan harmonisasi,” ungkap M. Pandu Bahauddin mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Acara juga diramaikan dengan pagelaran dan iringan  musik oleh Kiai Kanjeng yang setiap tahunnya tidak lupa dihadirkan dalam acara ini. “Saya sangat senang bisa hadir kembali di Polinema untuk acara ini. Sangat berterimakasih telah diundang lagi”, ungkap salah satu anggota Kiai Kanjeng saat membuka acara Kenduri Kebudayaan.

Cak Nun memimpin jalannya acara Kenduri Kebudayaan Sinau Bareng 2018, Senin (03/12).

Persiapan dari acara ini sendiri kurang lebih sekitar dua bulan oleh bagian Kementrian Agama (Kemenag) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema yang juga dibantu oleh tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Polinema yang dinauginya yaitu UKM Kerohanian Islam Polinema (Rispol), UKM Kerohanian Talita Kum, dan UKM Kerohanian Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK). Sasaran peserta Kenduri Kebudayaan adalah Mahasiswa Baru (Maba) Polinema yang wajib hadir, semua civitas Polinema dan juga masyarakat sekitar Polinema dengan publikasi melalui sosial media. Antusias dari peserta sendiri sangat tinggi sehingga target 3000 peserta yang datang dapat tercapai bahkan melebihi target. “Karena acara ini dilakukan di akhir tahun, kendala terbesarnya adalah antisipasi hujan saat acara berlangsung. Tapi, Alhamdulillah tahun ini tidak hujan,” jelas Ghazy Hassan Akbar Iwan Suwandi selaku panitia saat ditanya mengenai kendala yang dihadapi. Untuk susunan acara yang disampaikan dalam Kenduri Kebudayaan dikoordinasi oleh pihak Cak Nun, BEM Polinema hanya menyediakan waktu dan tempat acara. “Saya harap acara ini kedepannya bisa mulai setelah Isya’ dan dilaksanakan di gedung agar tidak kehujanan,” harap Erwin Juli Ansyah. Sedangkan Moh. Rocky selaku ketua pelaksana berharap kedepannya Kenduri Kebudayaan bisa lebih meriah lagi dan memperbaiki semua evaluasi dari Kenduri Kebudayaan tahun ini.

(Alfin, Novi, Silmi)

Related Posts