Joint Seminar Master Class, Wujud Perayaan 70 Tahun Kerja Sama Indonesia-Prancis

Doddy Maulana, SE., MT, penanggung jawab acara Joint Seminar Warung Prancis saat memberikan sambutan, Rabu (20-11). (Vinna)

Warung Prancis yang berada di bawah naungan Kantor Urusan Internasional (KUI) Politeknik Negeri Malang (Polinema), menyelenggarakan Joint Seminar Master Class yang ke-tujuh dengan mengusung tema “En Art Comme Amour, I’instinct Suffit”.  Menurut Danny Kurniawan, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Umum Warung Prancis, pemilihan tema ini dikarenakan musik sedang naik daun di negara Prancis. Joint Seminar Master Class rutin digelar berbarengan dengan kegiatan Open House, yang merupakan perayaan hari jadi atas kerja sama antara Indonesia dengan Kedutaan Prancis. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Institut Francais Indonesia (IFI)  yang membawahi seluruh Warung Prancis di Indonesia, khususnya Polinema. “Acara ini digelar karena merayakan hubungan Indonesia dan Prancis yang sudah 70 tahun, jadi semacam tour band,” ungkap Danny. Ia menambahkan bahwa selain Joint Seminar Master Class dan Open House, untuk tahun ini juga dilaksanakan pemutaran film Prancis pada hari Jumat, 08 November 2019, di Ruang Rapat Pimpinan Gedung AA Polinema.

Joint Seminar Master Class dimulai pukul 18.00 WIB di Ruang Auditorium Lantai 8 Gedung Sipil. Tidak seperti kebanyakan seminar yang digelar di Polinema, Joint Seminar Master Class menggunakan tiga bahasa sekaligus selama acara berlangsung, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis. The Carambolage, band asal Prancis dan The Bardogs, band asal Bali merupakan Guest Star (GS) sekaligus pemateri dalam Joint Seminar Master Class tahun ini. Kedua band ini tampil bergiliran kemudian peserta dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan terkait musik, terutama bas dan gitar yang GS bawakan. “Acaranya seru, tidak membosankan, ada live music, dan bertukar pikiran tentang musiknya. Berbeda dengan seminar lain yang terkesan kaku, saya lebih bisa menikmati seminar ini,” komentar Defi Nuswita Purwanti, mahasiswa D4 Teknik Elektronika. Selain dipesertai mahasiswa Polinema, siswa SMA dan SMK serta mahasiswa Jurusan Sastra Prancis Universitas Brawijaya pun turut hadir dalam acara ini.

The Bardogs, band asal Bali saat memainkan instrumen musik dalam acara Joint Seminar Master Class, Rabu (20-11)

Di balik keseruan acara tersebut, menurut Danny pihaknya masih kesulitan dalam hal publikasi dikarenakan minimnya jumlah anggota Warung Prancis. Minimnya jumlah anggota juga menyebabkan  penyelenggaraan acara masih dibantu oleh Japan dan Korea Corner. “Kami melakukan publikasi hanya melalui pamflet dan instagram,” imbuh Danny. Saat ditanya tentang harapan yang ingin diwujudkan dari Joint Seminar Master Class tahun ini, Danny menuturkan bahwa ia berharap agar mahasiswa dan siswa mengetahui Warung Prancis memiliki kerja sama dengan Kedutaan Prancis. Di mana hal ini dapat membantu apabila ada mahasiswa D4 maupun S1 yang ingin melanjutkan S2 di Prancis. Harapan lain datang dari Nevaristyana Widya Candra, mahasiswa D3 Akuntansi yang berharap agar ke depan acara ini bisa lebih baik lagi terutama dalam hal penyediaan penerjemah bahasa.

(Namira, Vinna)

Related Posts