Mengintip Keunikan J-Coshokai Di Tahun Ketiga

Japan Corner yang dinaungi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali mengadakan acara J-Coshokai dengan tema “Saikou no Yorokobi” yang berarti kesenangan yang terbaik dan dilaksanakan di Aula Pertamina Polinema, Minggu (06/05). Guest star J-coshokai tahun ketiga ini adalah Angeline Nahira, cosplayer juga youtuber, selain itu dimeriahkan juga oleh Otaku Band, Akai Sister Official, Canddy Rock Official dan lain lain. Selain penampilan menarik dari guest star, berikut terdapat empat hal unik dari acara J-Coshokai:

 

Guest star, Angeline, memeriahkan acara J-Coshokai didampingi dengan dua MC, Este (kanan) dan Vitri (kiri) (Fayi)

 

Empat hal unik pada acara J-Coshokai :

1. Coswalk,

Istilah coswalk berasal dari “Cosplay” & “Catwalk“. Kontes ini  hampir sama seperti lomba cosplay tetapi menggunakan metode catwalk ala fashion show. Lomba cosplay diikuti oleh 22 peserta dari dalam maupun luar Polinema dengan metode penilaian kostum yang unik serta bertemakan Jepang. Salah satu pesertanya adalah cosplayer  Kamen Rider Blade yang diperankan oleh Yuridika. Menurutnya membutuhkan waktu relatif lama untuk menyiapkan kostum yang ia kenakan dengan bahan eva foam. Hingga kesulitan mencari bahan untuk sabuk sebagai aksesoris khas dari Kamen Rider Blade ini.

 

Yuridika dari Jakarta mengenakan kostum Kamen Rider Blade, dalam J-Coshokai 2018. (Fayi)

2. Dance cover,

Dance cover adalah tarian yang meniru koreografi dari sebuah idol grup. Dalam acara J-Coshokai dance cover diikuti oleh enam peserta dari berbagai umur, dengan metode penilaian meng-cover lagu Jepang.  Seperti salah satu peserta, “Tomodachi Dance”, yang dibawahi agensi SWG Project. Beranggotakan 7 orang, grup ini meng-cover koreografi dari lagu Yobisute Fantasy yang dinyanyikan oleh AKB-48. Untuk persiapan kostumnya, para personil Tomodachi membuatnya sendiri, sedangkan persiapan tampil dilakukan 2 minggu sebelum lomba.

 

Salah satu peserta dance cover “Tomodachi Dance” yang sedang meng-cover lagu AKB48 di hadapan para juri dan penonton (Fayi)

 

3. Bazar Makanan,

Selain lomba – lomba, juga terdapat aneka macam stand makanan dan aksesoris yang masih berhubungan dengan budaya Jepang. Ada 20 stand yang terbagi di dua tempat, yaitu delapan stand di dalam dan 12 stand di luar Aula Pertamina. Stand tersebut meliputi stand makanan, minuman, merchandise, dan komik. Makanan yang dijual didominasi oleh makanan jepang seperti onigiri (nasi kepal khas jepang), okonomiyaki (terbuat dari tepung terigu yang diencerkan ditambah dengan kol, telur ayam atau makan laut dan digoreng di atas penggorengan datar), takoyaki (bola-bola yang terbuat dari adonan tepung terigu yang dalam nya dikasih potongan gurita), ramen (mi khas dari jepang) selain itu ada juga makanan khas dari daerah lain seperti thai tea (teh dari Thailand), dan milo es kepal.

 

Stand makanan dan minuman di luar gedung (Nia)

 

4. FanArt

FanArt adalah karya yang diciptakan oleh penggemar karya fiksi (umumnya media visual seperti komik, film, acara televisi, atau video game) dan berasal dari karakter anime. Dalam lomba ini panitia sudah menyediakan maskot untuk digambar ulang oleh para peserta dengan jenis media apapun tanpa mengubah unsur unsur dari maskot tersebut. Maskot yang diberikan berupa tokoh 2 orang laki – laki dan perempuan yang menjadi tema dari acara tersebut.

 

Fanart karya Integralita Cahyanti yang berhasil memenangkan juara 1 dalam Photography & Fanart Competition

 

Itulah beberapa hal unik dari acara J-Coshokai yang sudah memasuki tahun ketiga. Banyak hal menarik yang bisa didapatkan, misalnya melihat karakter anime Jepang secara langsung melalui cosplay hingga berburu makanan khas Jepang tanpa harus pergi ke negeri sakura tersebut. Sudah sepatutnya kita berani belajar budaya negara lain, dengan catatan tetap menjunjung tinggi budaya negara sendiri.

(Tata, Wahyu)

Related Posts