Thu. Oct 22nd, 2020

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Expo Online Polinema: Mengenal OKI Lewat Video dan Media Online

3 min read

Ilustrasi pelaksanaan Expo Kelembagaan Polinema 2020 secara daring. (Via)

Expo Kelembagaan 2020 telah selesai diselenggarakan secara daring di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Polinema kepada mahasiswa baru (maba) ini dilaksanakan secara daring pada 7—11 September 2020. Berbeda dengan tahun lalu, dengan metode daring, maba disuguhkan video teaser di Instagram @ExpoKelembagaan2020 dan video pengenalan masing-masing OKI di akun YouTube Expo Kelembagaan. “Konsep acara expo pada tahun ini 100% bertolak belakang dengan tahun lalu,” terang Johan Christianto Wibawa selaku Ketua Pelaksana Expo Kelembagaan 2020 Badan Eksekutif Mahasiswa Polinema.

Tampilan official acount YouTube Expo Kelembagaan Polinema 2020. (Via)

Agar tujuan dari expo tercapai, maba ditugaskan untuk membuat resume dari video pengenalan seluruh OKI, kecuali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kerohanian dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang disesuaikan dengan jurusan maba. Hasil dari resume discan dan dikirim ke google classroom, serta dikoreksi oleh Penanggung Jawab (PJ) Program Studi (Prodi) pada 12—15 September 2020. Selain itu, maba juga diharuskan meng-upload twibon di Instagram dan membuat video alasan tertarik bergabung serta mengetag akun Instagram OKI yang diinginkan. Johan menjelaskan jika tugas ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengenal OKI lebih dalam karena tidak adanya expo secara tatap muka. “Agar mahasiswa baru lebih paham OKI di Polinema. seperti yang kita tahu di tauhn-tahun sebelumnya, mahasiswa tidak terlalu memahami dan mengetahui OKI,” ujar Johan.

Tampilan official acount Instagram @expo_polinema_2020. (Via)

Tentu hal ini membuat tiap OKI harus membuat video sekreatif mungkin dan memanfaatkan media online untuk promosi mereka. “Tiap OKI membuat video profil, jadi dapat menyalurkan kreativitas dari tiap OKI,” ujar Menik Wida Nadiva, Kapel Expo Kelembagaan 2020 dari UKM Radio PL FM. Ia lebih memaksimalkan promosi di media sosial dengan membuat pamflet, video singkat, lomba foto, dan video perkenalan. Selain video, rupanya desain feed Instagram juga menjadi sarana utama dalam promosi. Contoh saja UKM Bhakti Karya Mahasiswa yang menampilkan postingan pengenalan UKM, divisi, dan kegiatan di Instagram mereka secara tertata. Begitu juga dengan UKM Rispol yang menata postingan Instagram mereka dengan desain yang menarik untuk memperlihatkan divisi dan pengenalan anggota mereka. 

Postingan akun Instagram UKM BKM dan UKM Rispol yang didesain dengan baik untuk menarik maba. (Jovita)

Pelaksanaan dari expo tahun ini memang lebih mudah dari tahun lalu. Johan mengungkapkan jika sekarang panitia expo tidak perlu mempersiapkan banyak stand. Panitia expo hanya diharuskan mengkoordinir pengumpulan video pengenalan dan vidio teaser dari masing-masing OKI.

Expo tahun ini juga memiliki banyak kekurangan. Menik mengungkapkan bahwa pelaksanaan expo tahun ini kurang efektif daripada expo secara offline. Meskipun maba melihat semua video dari OKI, namun mereka tidak bisa berinteraksi dengan OKI secara langsung. Selain itu, maba harus mencari tau sendiri informasi mengenai OKI. Sebagai ganti absensi datang ke stand, OKI pun harus lebih kreatif mendapatkan data mahasiswa baru melalui link google form yang harus diisi maba jika tertarik.

Kendala sinyal juga menjadi masalah bagi maba yang akan mengakses video pengenalan di YouTube dan mengerjakan tugasnya. “Expo daring ini jelas kurang enak prosesnya dan banyak kendala dari sinyal saya,” ungkap Nendian Nitami, maba Jurusan Teknik Kimia prodi D3 Teknik Kimia. Di sisi lain, daring ini dinilai kurang efektif untuk menarik antusias maba. Juan Surya Alam, maba Jurusan Teknik Sipil prodi D4 Menejemen Rekayasa Konstruksi mengungkapkan kekecewannya terhadap expo daring yang kurang efektif dan menarik antusias maba. Kekecewaan tersebut diungkapkan karena saat expo daring hanya disajikan video saja, sehingga tidak sesuai dengan harapannya, seperti tidak bisa bertanya secara langsung mengenai struktur oraganisasi, visi misi, dan cara mendaftar menjadi anggota organisasi yang diinginkan.

Di samping itu, maba juga mengalami kendala dalam meresume video pengenalan. Juan mengaku kesulitan untuk meresume sesuai dengan format di buku panduan Expo Kelembagaan. “Dalam video ada yang tidak menjelaskan program kerja secara jelas dan menjelaskan agenda secara jelas kemudian ada yang tidak menjelaskan logo, itu sih yang jadi kendalanya,” ujar Juan.

 (Adinda R, Sinta Y, Via F)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.