Eksotisme Tersembunyi Pantai 4 in 1

Panorama Pantai Kedung Celeng dengan 3 macam warna air dan pulau yang berbentuk kura-kura

Panorama Pantai Kedung Celeng dengan 3 macam warna air dan pulau yang berbentuk kura-kura

Akhir pekan memang hari yang identik dengan jalan – jalan, entah hanya ingin mencari udara segar, berburu makanan, menikmati keindahan alam, maupun melakukan hobi masing-masing. Begitu juga dengan penulis, yang menghabiskan akhir pekan pada Sabtu (15/10) lalu dengan mengunjungi salah satu pantai yang terletak di daerah Malang Selatan. Bersama 3 orang kawan, penulis berangkat menuju pantai terletak di Desa Kedungsalam, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Yang memerlukan waktu 2 jam 30 menit perjalanan untuk sampai di lokasi menggunakan kendaraan bermotor dari daerah Malang Kota. Namun jalan di desa Kedungsalam untuk menuju lokasi pantai ini cukup ekstrim, dikarenakan jalan yang cukup curam tanpa pembatas jalan dan masih belum di aspal melainkan hanya menggunakan batu makadam.

Di tempat ini, dalam sekali waktu dapat mengunjungi empat pantai sekaligus yakni Pantai Watu Seling, Pantai Bantol, Pantai Kedung Celeng, dan yang terakhir adalah Pantai Pulodoro itu sendiri.          Sebelum memasuki area pantai, dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp. 5.000,00/orang dan Rp. 5.000,00 untuk parkir kendaraan roda dua. Ketika pengunjung mulai memasuki area pantai, lokasi yang didapati adalah Pantai Watu Seling sebab di pinggiran pantai banyak terdapat bebatuan yang berserakan. Bahkan juga terdapat batu karang yang berbentuk seperti beton pemecah ombak yang terbentuk secara alami karena proses alam. Udara sejuk dan kebersihan pantai yang masih terjaga menambah keasrian pantai ini karena masih belum terlalu banyak dijamah oleh traveler.

Kejernihan air di Pantai Pulodoro yang menampakkan keindahan batu karangnya

Kejernihan air di Pantai Pulodoro yang menampakkan keindahan batu karangnya

Sedangkan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Pantai Bantol, penulis dan tim berjalan ke arah barat. Hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dengan jalan kaki Pantai Bantol sudah dapat dijumpai, disini mata kami disuguhi pemandangan perahu nelayan yang berjejer sedang menjala ikan dengan radius lebih kurang 100 meter dan beberapa tenda camping milik pengunjung. Ketika hendak menuju Pantai Kedung Celeng, kami terkendala air pasang, dimana jalur menuju tempat tujuan masih terendam karena waktu yang masih menunjukkan pukul 09.30 WIB. Dan air laut baru surut ketika melebihi pukul 12.00 WIB sehingga kami memutuskan untuk naik perahu untuk menyeberang, tetapi tidak dengan dua orang teman kami karena mereka memilih untuk berenang. Hanya dengan tarif Rp. 5.000.0/orang kami dapat menaiki perahu nelayan dan menikmati suasana rawa yang terdapat dekat pantai.

Setibanya di Pantai Kedung Celeng, kami disuguhi pemandangan yang apik dan menawan, tak kalah dengan Pantai 3 Warna. Hal ini dikarenakan warna pantainya yang juga memiliki 3 macam warna yakni cokelat muda, biru muda, dan biru tua. Tidak hanya itu, ada pula pulau kecil tak jauh dari pantai yang bentuknya menyerupai kura-kura. Di tempat tujuan terakhir yaitu Pantai Pulodoro, kami dihadiahi pemandangan tak kalah indah dari pantai sebelumnya. Karena air lautnya yang jernih, terumbu karang pun menjadi tampak meski dipandang dari jauh. Bahkan di pantai ini, dua diatara kami memutuskan untuk mandi karena tidak tahan dengan kejernihan dan keelokan pantai ini. Selain itu, jika diperhatikan lebih teliti pantai ini juga menyerupai Teluk Love yang merupakan khas dari Kota Jember. Sebab terdapat sebuah pulau yang berada diantara Pantai Kedung Celeng dan Pulodoro sehingga ombak yang datang terbelah menjadi dua dan membentuk simbol hati. Tak lupa kami menikmati bekal yang dibawa untuk menghabiskan waktu siang, ditemani panorama nan elok disertai deburan ombak yang memecah karang. Sebelumnya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di tempat dengan eksotisme khas pantai selatan ini ketika sore tiba. (Novella)