Duta Polinema, Kader Mahasiswa yang Berkarakter

20 finalis Duta Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada acara Grand Final Pemilihan Duta Polinema, Jumat (13/04). (Fikri) 

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata duta? Duta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “Duta adalah orang yang diutus oleh pemerintah (raja dan sebagainya) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi”. Bila dikaitkan dengan Duta Kampus, maka pengertiannya adalah mahasiswa yang memiliki tugas sebagai wakil dari Perguruan Tinggi tempat ia belajar. Politeknik Negeri Malang (Polinema) memiliki agenda tahunan untuk memilih Duta Kampus atau sering disebut dengan Duta Polinema (Dupol). Acara yang pertama kali digelar pada tahun 2015 ini merupakan serangkaian dari Dies Natalis kampus biru. Tahun ini, pemilihan Dupol  mengusung tema “Cerdas, Kreatif, Mandiri, dan Berkarakter Bersama Duta Polinema 2018” dan dilaksanakan di Graha Polinema, Jumat (12/04). Pendaftar Dupol seluruhnya berjumlah 98 peserta, dan setelah melewati tahap seleksi tersaring 20 finalis. Terdiri atas 10 laki- laki dan 10 perempuan untuk masuk ke Grand Final Dupol 2018. 

Setiap proses seleksi memiliki inovasi tersendiri untuk setiap tahunnya. Perbedaan  proses seleksi Dupol 2018 dari tahun sebelumnya terletak pada pengadaan presentasi proyek sosial dan terdapat pembekalan di karantina untuk para finalis Dupol. Kegiatan ini bertujuan agar para finalis memiliki pengalaman yang lebih banyak dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Pembekalan di karantina meliputi pembekalan kesehatan, speaking, materi etika dari akademisi dosen Jurusan Akuntansi Polinema, self development dari channel agensi, dan  menjaga attitude di sosial media. 

Proses seleksi Dupol dimulai tanggal 7 Maret 2018. Terdapat dua tahap tes Dupol, yaitu tes kemampuan dalam bidang akademik dan non akademik. Untuk tahap pertama,  tes tulis bidang pengetahuan umum dan bahasa inggris, disertai dengan tes wawancara tentang kepribadian masing-masing peserta. Dari seleksi tahap pertama, akan diambil 20 peserta terbaik yang lolos ke seleksi tahap selanjutnya. Untuk tahap kedua terdapat tes bakat dan presentasi proyek sosial edukasi. Menurut Dr. Nurafni Eltivia, SE, Ak, MSA selaku ketua pelaksana, proyek sosial edukasi adalah cara untuk dapat mengombinasikan kegiatan sosial dan edukasi, misalnya pembelajaran bahasa inggris, sex education to child, membuat game tentang kebudayaan, dan lain-lain. “Finalis  yang terpilih menjadi juara 1 Duta Polinema harus merealisasikan proyek tersebut, dibantu para finalis lainnya secara mandiri tanpa bantuan dari Polinema”, imbuh Ibu Nurafni. Setelah melalui kedua tes tersebut para finalis diberi pembekalan mulai tanggal 3-4 April 2018 di Hotel Ubud Malang. Pembekalan hari pertama seperti public speaking, sikap dan penampilan, karena penampilan juga diutamakan. Sedangkan pembekalan hari kedua tentang kecantikan seperti perawatan wajah, dan modeling  seperti catwalk. Pada Malam Grand Final Duta Polinema 2018, Pemilihan Dupol dinilai berdasarkan voting dan ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para juri. Para finalis Dupol hanya diberikan waktu 30 menit untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Fauzi Riyanto dari Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi D3 Bahasa Inggris dan Aderara Novanti dari Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi D4 Manajemen Pemasaran, keluar sebagai juara Duta Polinema 2018. 

 

Direktur Polinema, Awan Setiawan, M.MT., MM., dan Ketua Pelaksana Dr. Nurafni Eltivia, SE, Ak, MSA, menyerahkan piala kepada pemenang Duta Polinema 2018 , dalam puncak acara Malam Grand Final Duta Polinema 2018, Jumat (13/04). (Fikri)

 

Ibu Nurafni mewakili panitia penyelenggara  berharap para finalis Dupol mampu menjadi pemimpin diantara teman –  teman mahasiswa Polinema untuk melakukan kegiatan edukasi ataupun mempromosikan apabila ada kegiatan di kampus. “Saya juga berharap mereka tidak berhenti sampai disini sehingga mereka bisa terus mengolah bakat dan potensi, hingga memenangkan kompetisi dari bidang akademik maupun non akademik untuk mengharumkan nama Polinema.”, tutup beliau. 

(Fikri, Mirza, Pras, Wahyu) 

 

Related Posts