Mon. May 23rd, 2022

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

DIPAM 2021: Mahasiswa Bahas Aspirasi Bidang Akademik hingga Kerja Sama

3 min read
Anggit Murdani selaku Pudir III sedang menjawab pertanyaan dari peserta Dialog Pimpinan dan Mahasiswa (DIPAM) . (Raihanah)

Dialog Pimpinan dan Mahasiswa (DIPAM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan tema “Suarakan Apirasi Mahasiswa Guna Meningkatkan Sinergi Civitas Akademika untuk Polinema yang Lebih Unggul”, Kamis (09-12). DIPAM 2021 dilaksanakan secara hybrid melalui dalam jaringan (daring) di aplikasi Zoom dan luar jaringan (luring) di Auditorium Gedung Sipil Lantai 8. Acara ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta pimpinan Polinema yang meliputi Direktur dan Pembantu Direktur (Pudir). Dalam acara ini terdapat beberapa bahasan yang diaspirasikan oleh mahasiswa yaitu bidang akademik, administrasi umum dan keuangan, kemahasiswaan, dan kerja sama.

Pada pembahasan bidang akademik muncul pertanyaan dari Ashita Nurin, mahasiswa Program Studi (Prodi) D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi mengenai regulasi dan sistematika program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Supriatna Adhisuwignjo selaku Direktur Polinema menanggapi bahwa saat ini Polinema masih menggunakan kurikulum lama yang belum direkonstruksi dan masih menunggu launching panduan MBKM untuk membuat regulasi. “Kurikulum 2021 yang direkonstruksi sudah kita tekankan untuk kegiatan magang selama enam bulan. Bagi mahasiswa jenjang D4, kami sarankan untuk dapat mengikuti kegiatan MBKM pada tahun 2022 karena kami akan memperbanyak anggaran bagi yang akan mengikuti kegiatan MBKM,” jelas Direktur.

Pertanyaan selanjutnya datang dari peserta luring yaitu Refrina Charrisadi Firdaus mahasiswa Prodi D4 Teknologi Kimia Industri yang bertanya tentang dana bantuan LinkAja yang nominalnya menurun dari Rp150.000,00 di semester ganjil tahun 2020 menjadi Rp50.000,00 pada semester genap tahun 2021. Refrina menanyakan mengenai alokasi sisa bantuan LinkAja serta transparansi keuangan terkait hal tersebut, Jaswadi selaku Pudir II menjawab dana dialokasikan ke bidang lain karena Polinema sedang mempersiapkan akreditasi institusi unggul pada tahun 2023.

Pada bidang kemahasiswaan, Muhammad Iqbal Faurizal mahasiswa Prodi D3 Teknik Kimia menanyakan tentang pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Anggit Murdani menjawab bahwa LDK akan diselenggarakan seminimal mungkin. “LDK akan dilaksanakan dengan sistem hybrid, artinya penyampaian materi yang bersifat ceramah akan dilaksanakan secara daring dan materi fisik diselenggarakan secara luring dengan mempertimbangkan faktor keselamatan,” ujar Pudir III.

Achmad Fahrizal Azmi mahasiswa Prodi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan bertanya pada Pudir IV terkait praktik komersialisasi gedung Polinema di luar kepentingan akademik, seperti penyewaan tempat untuk pernikahan dan kafe. Ratih Indri Hapsari selaku Pudir IV menegaskan bahwa Polinema adalah Perguruan Tinggi yang berstatus Balai Layanan Umum (BLU). Kegiatan kerja sama tersebut ditujukan untuk memberikan keuntungan institusi sebagai BLU. Selain itu, Direktur menambahkan BLU adalah status yang diberikan pemerintah kepada Polinema untuk pengelolaan uang negara. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya yang ada guna meningkatkan pendapatan dan mendukung proses pembelajaran. Aset tersebut bisa dimanfaatkan secara internal untuk beberapa keperluan seperti penelitian, pengabdian masyarakat, dan workshop. “Jika memang tidak bisa dioptimalkan di internal, maka kita bisa mengoptimalkan dengan pihak eksternal agar ada produktivitas dan aset tidak menganggur,” ujar Supriatna.

Keterbatasan waktu dan sesi pertanyaan pada DIPAM 2021, membuat banyak mahasiswa merasa kurang puas dalam menyampaikan aspirasi pada pimpinan. Di akhir acara, Direktur Polinema menjelaskan,  “Acara ini dimaksudkan untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan di lapangan yang dapat kita perhatikan dan rumuskan melalui berbagai macam upaya, lalu diperbaiki, dan menyempurnakan bagian yang masih belum sempurna.” Supriatna menambahkan beberapa closing statement mengenai kondisi sekarang yang masih dalam masa pandemi dan berbahaya jika diadakan proses pembelajaran luring. Selain itu, berbagai program kerja yang akan datang juga banyak. “Di tengah keterbatasan kita berusaha mengotimalkan peluang yang ada untuk menjalankan aktivitas seoptimal mungkin. Secara prinsip semua yang kita lakukan tentunya dalam rangka untuk pembenahan dan perbaikan,” tutup Direktur.

(Lung Sanggra, Raihanah Aulya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.