Detective Conan Movie 20: Darkest Nightmare

Detective Conan Movie 20: Darkest Nightmare

Detective Conan Movie 20: Darkest Nightmare

Jika sebelumnya para penggemar Detektif Conan merayakan selebrasi atas keberhasilan screening Sunflower of Inferno yang berhasil meraup ¥4.45 billion (detectiveconanworld.com) hingga membuatnya mengemban predikat installment terbaik dari franchise-nya dan menelan posisi keempat dari seri box office terbaik keempat dengan pendapatan tertinggi di Jepang tahun 2015, maka kali ini kemeriahan selebrasi dengan teriakan histeris harus kembali dikumandangkan setelah perilisan installment terbaru Aoyama Gosho ke-20 yang berjudul “Darkest Nightmare / junkoku no Nightmare” di tahun 2016.

Masih dengan Sutradara yang sama yang menggarap Goka no Himawari, Koubon Shizuno sepertinya mencoba tidak main-main dengan judul barunya tersebut (dan saya pun menganggapnya begitu). Darkest Nightmare memberikan angin segar pada franchise Detective Conan Movie yang berbeda dengan apa yang selama ini anda tonton semenjak dua dekade silam. Didebut sebagai seri film dengan pendapatan tertinggi mencapai ¥6.26 billion dan menempatkannya pada installment terbaik sepanjang franchise setelah mematahkan rekor sunflower of Inferno tentu membuat para fanatic penasaran dengan kasus di dalamnya, dan tentu saja cerita dari seri kedua puluh ini tidak saja menarik tapi apa yang disuguhkan dengan twist plot dan aksi heroik kembali menandai sisi lain dari dapuran terbaik Aoyama Gosho tersebut.

Opening diawali dengan salah satu mata-mata Black Organization yang terkedok oleh detektif Rei Furuya (Amuro Tooru) saat membobol archive dan system keamanan NPA dalam tujuannya untuk mencuri list NOC  berisikan anggota MI6, FBI, BND, dan CIA yang bekerja dibawah organisasinya. “Curacao” (Liqueur) bertindak sangat ceroboh dengan aksi pelariannya yang menimbulkan kecelakaan beruntun dan ledakan hebat di Minato Rainbow Bridge hingga membawanya menemui sosok jenius FBI, Akai Shuichi yang berhasil melontarkan pelurunya menembus roda mobil “Curacao” dan jatuh ke laut. Kejadian naas yang dialaminya menimbulkan cedera otak dan ia harus pasrah menerima keadaan amnesia yang membuatnya jatuh diantara pandangan kabur kincir besar Touto Aquarium. Kondisi tersebut membawanya linglung di hiruk pikuk pembukaan Touto Aquarium hingga bertemu dengan gerombolan detektif cilik, termasuk Conan dan Haibara yang sedari awal menyadari compang-camping wanita tersebut dan menimbulkan deksriptif aneh mengenai berita kecelakaan beruntun yang ditontonnya. Pembobolan data mengenai NOC tersebar hingga ke telinga sang legenda Black Organization, Gin beserta Vodka dan Vermouth mencoba melacak keberadaan “kesayangan” Rum untuk membunuh setiap mata-mata yang bekerjasama dengan NOC. Semua kronologis membuat setiap petugas investigasi NPA, Detektif dan FBI segera mencari strategi untuk menghentikan organisasi kegelapan, hingga pada akhirnya kunci dari kasus tersebut akan kembali ditayangkan di Kincir raksasa Touto Aquarium.

Banyak hal yang harus dicermati dalam seri kedua puluh ini. Jika anda menantikan sisi romantisme dari duet legenda Shinichi Kudou dan Ran Mouri sebaiknya anda segera meninggalkan mimpi dan bangun dari tempat tidur, karena scene pasangan kasmaran tersebut tidak akan lagi anda temui dalam film ini. Tidak ada adegan cengeng yang harus dinantikan dengan kontak batin dan telepati yang biasa anda tonton dari pasangan itu. Jujur, saya lebih menyukai sisi kriminalitas yang sering dilakukan dari pengejaran FBI dan organisasi hitam daripada adegan yang tidak jelas dengan scene plot dan abstraksi useless. Setelah anda dibawa pada aksi heroik Conan yang rela mengorbankan dirinya membuat longsor salju di Quarter of silence, pencarian kasus bombardir yang membosankan di Eleventh Striker, kisah romantis Aegis Destroyer di Private Eye in the Distance Sea, debut sang pria misterius Subaru Okiya di Dimensional Sniper, dan duet maut Conan-Kaitou Kid di Sunflower of Inferno maka Darkest Nightmare adalah aksi heroik dengan konstras terbaik yang belum pernah dimunculkan pada seri-seri sebelumnya. Selain pertarungan Amuro Tooru dan Shuichi Akai yang memiliki dendam di masa lalu, anda akan disuguhkan dengan twist scene dan fakta yang menarik seperti kisah tersembunyi Amuro yang ternyata adalah murid Matsuda Junpei, mantan Miwako Sato. Munculnya leader Black Organization dengan codename “Rum”, duel tangan kosong Amuro dan Akai di atas kincir raksasa, aksi gila Chianti , Korn dan Gin di helikpopter  serta aksi heroik Edogawa Conan menghentikan kincir terbesar di dunia dengan hanya berbekal gesper pegas temuan Professor Agasa sebagai ending cerita.

Namun walau mendapat predikat nomor satu movie’s chart di awal perilisannya, Darkest Nightmare masih memiliki banyak kekurangan di dalamnya. Pertama, Curacao yang menjadi Major Rule pada installment ini memang terlihat mendominasi pada awal hingga akhir cerita tapi karakter baru ini pun harus rela ditutup usia saat aksi kerennya berbuah kesialan. Yap ! dia terpaksa harus mati didalam ledakan traktor, padahal karakter ini mampu memberikan plot baru yang mungkin bisa diteruskan pada seri selanjutnya. Kedua, porsi duet unik Kogorou Mouri dan anaknya, Ran yang sangat sedikit dan bisa dibilang useless di film ini. Inilah yang sebelumnya saya bilang mengenai abstraksi useless yang selalu dikorbankan pada serial Movie Detective Conan, bahkan list NOC yang memiliki codename Stout, Riesling dan Aquavit hanya sekedar sebagai pengisi celah dari janggalan Kir dan Bourbon yang akhirnya harus mati ditangan Gin, mereka hanya bertaruh pada beberapa detik cerita dalam durasi dua jam tersebut. Dan terakhir adalah representasi cerita dengan plot yang sangat cepat bagi penikmat baru serial Detective Conan, dominasi tone dan klimaks yang terlalu over membuat kita sendiri tidak sadar bahwa relasi dari hubungan setiap karakter akan menjadi hal penting. Begitu merasa nyaman dengan plot ringan yang dibawakan pada opening cerita, Premis di tengah cerita akan memberikan twist yang menurut saya cukup cepat dan berbeda dari sebelumnya. Tapi walaupun begitu, ini adalah installment yang menurut saya terbaik daripada seri sebelumnya. (Fiqhi)

Related Posts