Mon. May 23rd, 2022

LPM Kompen

Katakan yang Benar Walau itu Getir

Debat Terbuka Pemira 2021: Ajang Para Paslon Menjanjikan Visi Misi dan Inovasi

5 min read
Para pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sedang beradu inovasi dalam acara debat terbuka. (Vita)

Perhelatan debat terbuka telah dilaksanakan pada Sabtu, (04-12) di aplikasi Zoom dan Gedung Teknik Mesin Lantai 4. Acara ini merupakan serangkaian pemilihan raya (pemira) calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema). “Pada debat terbuka ini, kita ingin menggali wawasan intelektual dan pola pikir dari kedua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden,” jelas Paska Maryanti Sinaga selaku Ketua Pelaksana (Kapel) pemira 2021. Adapun acara debat terbuka ini terbagi menjadi empat sesi, yaitu orasi dan penyampaian visi misi, tanya jawab dengan panelis, pimpinan Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI), serta mahasiswa umum. Keempat sesi berlangsung dengan interaktif, hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta dalam jaringan (daring) maupun tamu undangan luar jaringan (luring).

Suasana debat terbuka yang kurang tertib. (Valan)

Pada sesi pertama, para paslon saling beradu janji dan visi misi. Kedua paslon juga saling unjuk inovasi-inovasi yang ‘katanya’ akan mereka wujudkan saat menjabat nanti. Paslon satu yaitu Muhammad Kharisma Ayyubi dan Rachmadi Utomo berencana melakukan pengoptimalan pengajuan dana lomba oleh mahasiswa. Sementara paslon dua yaitu Ryan Yudhistira Fitrah Chandra dan Alfida Bella Virnanda merencanakan pembentukan suatu kementerian baru, yakni kementerian lingkungan hidup. Selain inovasi-inovasi tersebut, kedua paslon memiliki satu inovasi yang tak jauh beda yaitu pengoptimalan dan pembentukan unit khusus forum perempuan ‘Gantari Polinema’. Gantari Polinema sendiri adalah sebuah forum perempuan di Polinema yang berada di bawah naungan Kementerian Kajian Strategis BEM Polinema. Forum tersebut memiliki tujuan untuk mencapai target pencerdasan dan pemberdayaan perempuan Polinema yang lebih luas, terukur, dan terarah. Langkah kedua paslon tersebut menunjukkan dukungan mereka terhadap adanya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.

Kemudian muncul pertanyaan dari panitia mengenai bagaimana langkah para paslon dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa umum Polinema, baik di ajang nasional, internasional, maupun dalam dunia kerja. Paslon satu berjanji akan mengusung kebijakan yang mempermudah mahasiswa umum mendapatkan informasi dan merealisasikan inovasi mereka mengenai pengajuan dana lomba. Dengan cara tersebut mereka beranggapan akan meningkatkan minat mahasiswa dalam mengikuti perlombaan nasional atau internasional. Sedangkan, paslon dua menyebutkan bahwa mereka sudah menyediakan program untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa yaitu pekan literasi mahasiswa. Selain itu, mereka akan mengoptimalkan kerja sama dengan OKI dalam melatih dan mewadahi minat bakat mahasiswa.

Pertanyaan lain muncul dari Cahya Rahmad selaku Dosen Pembina Kemahasiswaan (DPK) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HMTI) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kompen, mengenai bagaimana langkah paslon untuk merealisasikan program kerja (proker) serta visi misi yang telah disampaikan. Kedua paslon menjawab dengan melibatkan 12 kementerian dan paslon satu menjawab langkah mereka adalah mengajak kerjasama dengan OKI dan membentuk internal yang dapat dipercaya dalam BEM Polinema. Sementara paslon dua menjawab 12 kementerian akan bersinergi untuk merealisasikan janji dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Selain itu, Anggit Murdani selaku Pembantu Direktur (Pudir) III  juga mempertanyakan apa upaya konkret yang diusung para paslon untuk memiliki proker bertaraf internasional sebab di Polinema juga terdapat mahasiswa internasional. Pengoptimalan masih menjadi jawaban dari paslon satu, “Kami akan mengoptimalkan melalui proker, menyalurkan minat bakat mahasiswa dengan mengikuti OKI, dan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)” jelas paslon satu. Sedangkan menurut paslon dua, mereka akan mendukung dan memberikan upaya konkret melalui koordinasi dengan institusi. “Banyak kegiatan yang dapat mendukung institusi, namun juga membutuhkan koordinasi dengan pimpinan, contohnya PKM,” jelas paslon dua.

Pada debat terbuka ini diusung dua topik utama yaitu “Minat Bakat dari Mahasiswa di Bidang Akademik dan Non Akademik” dan “Kesejahteraan Mahasiswa Polinema”. Pada topik kedua ini juga dibahas studi kasus berupa perselisihan jurusan di Polinema dan kesehatan mental mahasiswa pada masa pandemi. Pada studi kasus kedua, paslon dua mengaku topik ini kurang relevan karena mereka tidak tahu perselisihan yang sedang terjadi. “Bagaimana topik ini bisa diangkat sementara kita tidak tahu apa perselisihan yang sedang terjadi? Kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah ada permasalahan antar jurusan,” tegas paslon nomor urut satu. Sedangkan menurut paslon nomor urut satu menganggap perselisihan yang diangkat ini dalam hal kompetitif untuk menjadi lebih unggul. “Perselisihan ini ada dari beberapa jurusan mengenai hal kompetitif di mana mereka ingin lebih unggul. Saya rasa perselisihan positif tersebut bisa membangun Polinema menjadi lebih baik,” jelas paslon nomor urut satu.

Beralih pada pertanyaan Nur Sukma Pandawa mahasiswa D4 Teknik Informatika, mengenai fasilitas dan pengoptimalan apa yang akan diberikan pada OKI saat paslon menjabat nanti, para paslon memberikan berbagai argumen. Paslon nomor urut dua berjanji akan memberikan fasilitas berupa komunikasi untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan OKI. Sementara paslon satu akan melakukan pengoptimalan program yang sudah berjalan dan monitoring. “Di sini sudah berjalan namun tidak optimal, maka akan ada sebuah agenda mingguan sebagai tempat penyampaian aspirasi atau permasalahan,” jelas paslon satu.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari Achmad Rifa’i Hamzah mahasiswa D4 Teknologi Kimia Industri, tentang bagaimana paslon menyikapi pengaruh eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja BEM Polinema. Paslon satu menjawab bahwa fungsionaris OKI Polinema tidak diperbolehkan mengikuti Organisasi Mahasiswa Ekstern (Ormek) yang berafiliasi politik. Tidak jauh berbeda, paslon dua menjawab akan melakukan pencegahan dan menegaskan bahwa Ormek dengan afiliasi politik benar-benar dilarang. “Yang diperlukan adalah bagaimana cara OKI Polinema bersinergi dan bersaing dengan ormek agar mahasiswa Polinema lebih tertarik dengan OKI Polinema,” ungkap paslon dua.

Rifa’i juga menanyakan bagaimana paslon akan menaungi dan berkoordinasi dengan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) juga menjadi pertanyaan, sebab selama ini penaungan lebih tertuju pada internal OKI di kampus pusat. Paslon dua lagi-lagi menyebut akan meningkatkan komunikasi, selain itu juga bekerja sama dengan membuat angket yang nantinya untuk kepentingan PSDKU sendiri. Sementara dari paslon satu mengatakan mengikutsertakan PSDKU ke “Dialog Pimpinan” adalah langkah mereka dalam meningkatkan koordinasi dan mewujudkan naungan yang bisa menampung aspirasi dari PSDKU.

Kedua paslon sama-sama menjanjikan pembenahan pada kurang optimalnya beberapa proker BEM pada periode selanjutnya, serta akan mewujudkan program kerja, janji, dan inovasi yang telah mereka usung dan gaungkan. Walaupun demikian, suara mahasiswalah yang akan menjadi penentu siapa yang akan mendapatkan kesempatan menjadi presiden dan wakil presiden BEM periode mendatang. Paska selaku Kapel berharap debat terbuka dapat membantu mahasiswa menilai paslon mana yang lebih pantas menduduki jabatan tersebut, sesuai hati nurani dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempertimbangkan dengan baik kepada siapa hak suara akan diberikan.

(Dian, Valan, Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.