Buka Bersama, Berfaedah atau Tidak?

Umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, yang hukumnya wajib bagi seorang muslim. Puasa merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menahan lapar dan haus serta hawa nafsu. Setiap ibadah puasa kita dituntut untuk sahur sebelum fajar dan berbuka saat adzan maghrib tiba. Salah satu budaya rutin saat bulan Ramadhan adalah buka bersama (bukber).

Mahasiswa berbuka puasa bersama dalam kegiatan Bukber Sekber OKI Polinema Tahun 2017 di Masjid An-Nur Polinema, Jumat(09/06).

Bukber dapat dilakukan di mana dan dengan siapa saja. Umumnya, setiap bulan Ramadhan akan ada beberapa undangan bukber, baik bukber kelas, organisasi, komunitas, dan atau teman-teman zaman sekolah dulu. Bukber menjadi salah satu momen yang dinanti karena sebagian orang memandang bukber sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, berbagi, bahkan reuni. Hal ini didukung dengan “toleransi” berupa pengurangan jam kerja dan atau belajar mengajar selama Ramadhan, sehingga ada waktu lebih untuk berkumpul.

Sebagai agenda langganan, asam manis bukber tetaplah ada. Mulai dari susahnya full team atau mencapai target, waktu yang bentrok dengan jadwal lain, faktor keuangan, hingga rawannya bukber berubah menjadi ajang cari dosa. Terkadang, saat terlalu asyik makan dan berkumpul, sholat maghrib terlewat, jangankan tarawih, isya’ pun terlupakan. Pembicaraan pun tanpa sadar terbawa arus menuju riya’, takabbur, ghibah, dan fitnah.

Meski begitu, bukan berarti bukber tidak berfaedah. Semua kembali pada bagaimana orang berniat dan menjalaninya. Bukber juga bisa menjadi ladang mencari pahala, seperti mengundang anak panti asuhan dan memberikan santunan bagi anak yatim. Karena tidak semua bukber persiapannya sebesar itu, setidaknya ketika bukber ayo saling bersilaturahmi serta mengingatkan dalam hal kebaikan.

(Febrian,Khalid)

Related Posts